Menyatukan Generasi, Mengabdi untuk Negeri, Menjaga Tanah Papua
Felisitas Brigida Raya
Selasa, 27 Mei 2025 |
212 kali
Dari bagian timur wilayah Indonesia, di antara deburan ombak Jembatan Youtefa yang menjadi salah satu ikon Kota Jayapura, dan hijaunya perbukitan Kota Jayapura, berdiri KPKNL Jayapura, sebuah instansi yang tak hanya menjadi wajah negara dalam pengelolaan kekayaan negara, pengurusan piutang, pelayanan penilaian dan lelang, tetapi juga menjadi saksi perjuangan lintas generasi dalam menjalankan tugas di tengah bentangan alam yang luar biasa.
Dibalik keindahan Kota Jayapura, KPKNL Jayapura mengemban tanggung jawab besar di bidang pengelolaan kekayaan negara dan lelang, dengan wilayah kerja yang membentang dari selatan Papua hingga pegunungan tinggi di utara, mencakup 4 provinsi, 19 kabupaten, dan 1 kota, meliputi:
Papua Selatan: Merauke, Asmat, Mappi, dan Boven Digoel, dengan lanskap dataran rendah, rawa, hingga budaya Marind yang kaya.
Papua Tengah: Puncak, Puncak Jaya, dan Mimika, dengan tantangan medan dan iklim ekstrim pegunungan tinggi.
Papua Pegunungan: Jayawijaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Nduga, Tolikara, Yahukimo, Yalimo, dan Pegunungan Bintang—wilayah yang menantang namun sarat keindahan dan kearifan lokal.
Provinsi Papua: Termasuk Kota Jayapura sebagai pusat administrasi dan pelayanan publik, serta daerah Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, dan Mamberamo Raya yang kaya potensi sumber daya.
Dengan dukungan sumber daya manusia sebanyak 20 pegawai ASN dan 7 tenaga PPNPN, KPKNL Jayapura ibarat keluarga besar dalam satu atap, tempat tiga generasi X, Y, dan Z bersatu dalam harmoni. Selain beda generasi, komposisi pegawai KPKNL Jayapura juga berasal dari berbagai suku antara lain Jawa, Sunda, Batak, Banjar, Bali, Bugis, Toraja, Makassar, Ambon dan Papua dengan ragam budaya dan kebiasaan.
Daniel H.P. Panggabean, Kepala KPKNL Jayapura, adalah representasi Generasi X keturunan Batak yang tak hanya memimpin, tetapi juga membimbing. Dalam dirinya menyatu pengalaman, kesabaran, dan kemampuan membaca dinamika lintas generasi. Di bawah kepemimpinannya, ia menjembatani energi Generasi Z yang penuh semangat dengan kematangan Generasi Y dan X. “Saya merasa seperti memimpin tim yang isinya sebagian adalah anak-anak saya sendiri,” ujarnya sambil tersenyum. “Tapi justru itu tantangannya. Kita harus menyatu, bukan menyuruh.”
Melewati sungai-sungai besar di Asmat, menginjakkan kaki di tanah beku Papua Pegunungan, hingga menjangkau desa-desa terisolasi di Pegunungan Bintang, KPKNL Jayapura tetap teguh menjalankan tugas negara. Dalam situasi sulit sekalipun, akses terbatas, cuaca ekstrem, hingga keterbatasan infrastruktur, semangat KPKNL Jayapura tak pernah padam.
Ada pula Semuel Octofianus Rahareng, pria keturunan Kei Kecil Kepulauan Ambon kelahiran Jayapura ini merupakan sosok bijak dari Generasi X yang kini menjabat sebagai Kepala Seksi Kepatuhan Internal. Dengan ketegasan dan ketelitian, beliau menjadi pilar keteladanan dan pengarah dalam menjaga integritas internal KPKNL Jayapura.
Hadir dari generasi Y, Dian Ardiansyah, seorang pria bugis yang menjabat sebagai Pelelang Ahli Pertama. Dengan semangat dan fleksibilitasnya, ia membawa warna baru dalam pelaksanaan lelang yang seringkali harus menjangkau lokasi-lokasi terpencil dengan semangat pantang menyerah.
Lalu, ada Fawwas Wafda Mujahid, seorang pemuda Sunda Generasi Z, yang dengan sigap menjalankan tugasnya sebagai Bendahara. Di balik meja kerjanya, Fawwas memastikan bahwa setiap rupiah dikelola dengan cermat, sesuai peraturan, dan akuntabel.
Adalah pemuda Jembrana Bali generasi Z yang bernama Ahmad Hifdi Bayu Pramana, punggawa seksi Pengelolaan Kekayaan Negara KPKNL Jayapura yang senantiasa menjadi rujukan para pegawai dan satker saat menghadapi permasalahan. Merupakan sosok role model bagi pegawai, pemuda ini ibarat komputer generasi terbaru yang mempunyai daya simpan yang banyak.
Tak kalah penting, di era digital, institusi harus mendengar dan terdengar hingga ke seluruh penjuru. Di sinilah peran Felisitas Brigida Raya, gadis Toraja, dan Stefani Thamrin, ibu muda kelahiran Jayapura, yang menunjukkan sinergi Generasi Z dan Generasi Y, menjadi pewarta KPKNL Jayapura melalui Media Sosial. Dengan gaya khas anak muda, mereka menyampaikan informasi, membangun komunikasi dan mengedukasi masyarakat sekaligus membangun citra instansi dengan cara yang segar, kreatif, namun tetap informatif. Publikasi bukan hanya sekadar tentang program kerja dan jadwal lelang, tetapi juga potret sinergi dan perjuangan tim yang dibalut keindahan lokasi kerja di pelosok Papua serta semangat kolaboratif yang menyatukan mereka dalam memberikan pelayanan yang prima. Dari balik layar, mereka membangun narasi tentang kerja pemerintah yang humanis dan profesional.
KPKNL Jayapura adalah miniatur Indonesia yang memendam cerita tentang dedikasi dalam kesunyian, kerja keras dalam keindahan, dan kolaborasi dalam perbedaan. Di tanah Papua yang dijuluki Tanah Surga, mereka adalah penjaga aset bangsa, pelayan publik, dan pionir kolaborasi antargenerasi. Mereka bukan hanya bekerja untuk hari ini, tapi membangun fondasi kepercayaan negara bagi generasi esok. Karena bagi mereka, mengabdi di ujung timur Indonesia bukan sekadar tugas, tapi panggilan jiwa.
Penulis: Andy Heriwibowo, Kepala Subbagian Umum KPKNL Jayapura
| Disclaimer |
|---|
| Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja. |