Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
   134      Login Pegawai
Berita KPKNL Bekasi
Tim Penilai Berbagi suka dan duka dalam survei DKPB

Tim Penilai Berbagi suka dan duka dalam survei DKPB

N/A
Rabu, 21 Juli 2021 |   241 kali

 

Bekasi -  Pada Pelaksanaan survey untuk memperoleh data dalam penyusunan Daftar Komponen Penilaian Bangunan (DKPB) yang dilaksanakan oleh tim penilai/Tim Survei seringkali terdapat suka dan duka.  Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan Penilaian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi Syaipur Rokhman pada acara Galang Semangat Pagi (GSP) yang dilaksanakan pada hari Jumat 16/07 secara virtual dan diikuti oleh seluruh jajaran KPKNL Bekasi.

Pada awalnya Syaifur demikian pria muda itu biasa disapa menyampaikan bahwa DKPB berfungsi sebagai alat bantu penilaian bangunan yang dibentuk melalui 2 faktor yaitu pemodelan bangunan dan survei bahan bangunan, upah dan sewa alat. Survei bahan bangunan, upah dan sewa alat dilaksanakan dengan tujuan memperbaharui data harga material, upah dan sewa alat, dan selanjutnya data tersebut digunakan dalam analisa harga satuan pekerjaan.

Syaipur juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyusunan DKPB adalah dengan melakukan survei ke toko yang menjual material bangunan, developer, situs jual beli online, BPS, Pemda, dan lain-lain.

Pengalaman menyenangkan (suka) pada saat survei DKPB adalah ketika mendatangi tempat-tempat yang baru, mendapat kenalan dan mitra kerja yang baru, serta ketika menemukan Pemilik/penjaga toko yang ramah. Adapun pengalaman duka yang dialami adalah seringkali pemilik/penjaga toko material bahan bangunan kurang merespon kedatangan dan kurang berkenan untuk memberikan informasi harga yang ditanyakan tim survei.

Pejabat Fungsional Penilai Pemerintah Pertama Aprianto Nur Hidayat dan Yanuar Pribadi menambahkan bahwa tantangan ketika ingin memperoleh data dari toko penjual bahan bangunan pada umumnya adalah mereka enggan melayani/memberikan informasi harga meskipun tim telah menerapkan teori komunikasi dengan baik. Pemilik toko merasa tidak memperoleh manfaat apapun apabila memberikan data yang dibutuhkan oleh tim survei. Menanggapi hal itu Syaipur mengusulkan agar pelaksanaan survei DKPB berjalan lancar perlu diberikan kenang-kenangan atau souvenir  kepada pemilik atau penjaga toko bahan bangunan sebagai ucapakan terima kasih atas informasi harga yang telah diberikan.

Pada closing statement, Syaipur menyampaikan bahwa pada intinya pelaksanaan survei DKPB merupakan tugas yang penting dan menantang mengingat data tersebut diperlukan dalam penilaian bangunan dan harus terus diperbaharui setiap tahun, sehingga segala problematika yang ada harus tetap dijalani dengan penuh komitmen dan kegigihan.

 

Teks, editor dan foto : Tim Humas dan Tim Penilai KPKNL Bekasi

Foto Terkait Berita

Floating Icon