Tim Penilai Berbagi suka dan duka dalam survei DKPB
N/A
Rabu, 21 Juli 2021 |
241 kali
Bekasi
- Pada Pelaksanaan survey untuk
memperoleh data dalam penyusunan Daftar Komponen Penilaian Bangunan (DKPB) yang
dilaksanakan oleh tim penilai/Tim Survei seringkali terdapat suka dan duka. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Pelayanan
Penilaian Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bekasi Syaipur Rokhman
pada acara Galang Semangat Pagi (GSP) yang dilaksanakan pada hari Jumat 16/07
secara virtual dan diikuti oleh seluruh jajaran KPKNL Bekasi.
Pada
awalnya Syaifur demikian pria muda itu biasa disapa menyampaikan bahwa DKPB berfungsi
sebagai alat bantu penilaian bangunan yang dibentuk melalui 2 faktor yaitu
pemodelan bangunan dan survei bahan bangunan, upah dan sewa alat. Survei bahan
bangunan, upah dan sewa alat dilaksanakan dengan tujuan memperbaharui data
harga material, upah dan sewa alat, dan selanjutnya data tersebut digunakan
dalam analisa harga satuan pekerjaan.
Syaipur
juga menjelaskan bahwa untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penyusunan
DKPB adalah dengan melakukan survei ke toko yang menjual material bangunan,
developer, situs jual beli online, BPS, Pemda, dan lain-lain.
Pengalaman
menyenangkan (suka) pada saat survei DKPB adalah ketika mendatangi tempat-tempat
yang baru, mendapat kenalan dan mitra kerja yang baru, serta ketika menemukan
Pemilik/penjaga toko yang ramah. Adapun pengalaman duka yang dialami adalah
seringkali pemilik/penjaga toko material bahan bangunan kurang merespon
kedatangan dan kurang berkenan untuk memberikan informasi harga yang ditanyakan
tim survei.
Pejabat
Fungsional Penilai Pemerintah Pertama Aprianto Nur Hidayat dan Yanuar Pribadi menambahkan
bahwa tantangan ketika ingin memperoleh data dari toko penjual bahan bangunan pada
umumnya adalah mereka enggan melayani/memberikan informasi harga meskipun tim
telah menerapkan teori komunikasi dengan baik. Pemilik toko merasa tidak
memperoleh manfaat apapun apabila memberikan data yang dibutuhkan oleh tim
survei. Menanggapi hal itu Syaipur mengusulkan agar pelaksanaan survei DKPB
berjalan lancar perlu diberikan kenang-kenangan atau souvenir kepada pemilik atau penjaga toko bahan
bangunan sebagai ucapakan terima kasih atas informasi harga yang telah
diberikan.
Pada
closing statement, Syaipur menyampaikan bahwa pada intinya pelaksanaan survei
DKPB merupakan tugas yang penting dan menantang mengingat data tersebut
diperlukan dalam penilaian bangunan dan harus terus diperbaharui setiap tahun,
sehingga segala problematika yang ada harus tetap dijalani dengan penuh
komitmen dan kegigihan.
Teks,
editor dan foto : Tim Humas dan Tim Penilai KPKNL Bekasi
Foto Terkait Berita