SIMAN Digitalisasi Aset Negara

Jakarta - Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) c.q. Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi (PPSA) bekerjasama dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (Kanwil DJKN) DKI Jakarta c.q. Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN), pada 19 Juni 2014 menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Stress Test SIMAN Versi Beta” bertempat di Pendopo Kanwil DJKN DKI Jakarta, Jalan Prapatan Nomor 10, Jakarta. Pejabat/pegawai Bidang PKN Kanwil DJKN DKI Jakarta, Kanwil DJKN Banten, dan Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung, serta pejabat/pegawai Seksi PKN pada KPKNL di lingkungan Kanwil DJKN DKI Jakarta dan Kanwil DJKN Banten menghadiri acara tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) PKN Salbiah mewakili Kepala Kanwil DJKN DKI Jakarta membuka acara, “Acara ini dilaksanakan dalam rangka persiapan rekonsiliasi BMN Semester I Tahun 2014 baik di KPKNL maupun Kanwil”, ungkap Salbiah. Kepala Bidang PKN menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Rapat Koordinasi BMN Internal DJKN pada 10 Juni 2014, pelaksanaan rekonsiliasi BMN Semester I Tahun 2014 dilakukan dengan alat bantu Modul KN yang akan parallel run dengan aplikasi SIMAN. Salbiah berharap agar para peserta acara stress test ini dapat mengikuti rangkaian acara dengan baik dan memberikan masukan/saran dalam rangka kehandalan, perbaikan, dan penyempurnaan aplikasi SIMAN ke depannya.

Selanjutnya, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) PPSA Acep Irawan menyampaikan pengantar pelaksanaan stress test aplikasi SIMAN ini. Mengawali pengantarnya, Acep memaparkan bahwa SIMAN merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu proses perencanaan kebutuhan, penggunaan, pemanfaatan, pemeliharaan, penatausahaan, penghapusan, dan pemindahtanganan aset negara. Aplikasi ini menggunakan database terpusat dan aplikasi berbasis desktop dengan komunikasi data melalui internet/intranet. Acep juga menyampaikan bahwa SIMAN merupakan pengejawantahan peran DJKN dalam rangka digitalisasi aset sebagai bagian dari transformasi kelembagaan DJKN. Senada dengan Salbiah, Acep menegaskan bahwa rekonsiliasi BMN Semester I Tahun 2014 akan dibantu dengan aplikasi Modul KN yang telah digunakan selama ini, berbarengan/paralel dengan aplikasi SIMAN pada fitur Rekonsiliasi BMN. “Kenapa harus paralel? Karena aplikasi SIMAN masih dalam tahap pengembangan dan butuh penyempurnaan, sehingga agar tidak menggangu pelaksanaan rekonsiliasi BMN tetap digunakan Modul KN”, papar Acep.

Acep melanjutkan bahwa kegiatan stress test aplikasi SIMAN ini sangat penting untuk menguji dan memastikan seberapa tangguh dan handal aplikasi SIMAN sebagai alat bantu rekonsiliasi BMN. “Hal ini dikarenakan secara arsitektur aplikasi SIMAN (menggunakan) database terpusat, kita ingin menguji ketangguhan aplikasi SIMAN ketika digunakan berbarengan oleh banyak user”, imbuh Acep. Pria yang sebelumnya menjabat Kasubdit Pengolahan Data dan Layanan Operasional (PDLO) ini menyampaikan bahwa fitur-fitur aplikasi SIMAN Versi Beta yang dapat diakses adalah fitur Identitas User, Master Aset, Penatausahaan BMN - Rekonsiliasi BMN, Penatausahaan BMN - Pelaporan Terkait Rekonsiliasi BMN, Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) BMN - Perekaman Surat Keputusan (SK), dan Penelusuran Aset.

Usai pengantar dari Kasubdit PPSA, acarapun dilanjutkan dengan praktik langsung penggunaan aplikasi SIMAN yang dipandu oleh Iling Saidah, staf Subdit PPSA. Para peserta tampak antusias mengikuti acara ini tahap demi tahap mulai dari instalasi sampai dengan penggunaannya, dalam suasana yang rileks dan kebersamaan. Acara ini berjalan dengan komunikatif dan interaktif, para pesertapun aktif dalam bertanya kepada narasumber terkait teknis aplikasi SIMAN dan penggunaannya.(Teks/Foto: Harry Budiarto, Bidang KIHI)