Sistem Itu Harus Buat Pekerjaan Menjadi Lebih Cepat, Lebih Mudah, dan Lebih Akurat

Jakarta – Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) merupakan sistem aplikasi yang dibangun oleh Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) yang ke depan harus dipakai dan wajib digunakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia. “Sistem itu dibuat agar pekerjaan yang kita lakukan menjadi lebih cepat, lebih mudah, dan lebih akurat,” kata Direktur PKNSI Encep Sudarwan saat membuka dan memberikan ceramah current issue dalam acara Penyegaran Aplikasi SIMAN angkatan I pada 12 Februari 2014 di Hotel Alila, Jakarta Pusat.

Dalam ceramahnya, Direktur PKNSI mengatakan sistem sebagus apapun juga akan tergantung dengan orang-orang yang menggunakannya sehingga walaupun sistem tersebut bagus, namun apabila tidak digunakan maka tidak dapat membantu pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan. “Jadi, seluruh kantor vertikal di DJKN nantinya akan diwajibkan menggunakan aplikasi SIMAN ini,” tegasnya. Ia mengharapkan agar tahun ini aplikasi SIMAN sudah dapat dipakai oleh seluruh KPKNL dalam membantu tugasnya mengelola Barang Milik Negara (BMN).

Encep Sudarwan mengingatkan khususnya kepada kepala seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) agar berhati-hati dalam proses persetujuan khususnya penjualan, penghapusan atau apapun terkait pengurangan aset walaupun kementerian/Lembaga (K/L) sudah membuat Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM). “Urusan terkait penjualan dan penghapusan ini besar resikonya. Jadi harus benar-benar cermat ketika memberikan persetujuan,” ujarnya.

Dengan adanya aplikasi SIMAN ini, lanjutnya, DJKN diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dalam mengelola aset karena DJKN akan bertransformasi dari administratur aset menjadi manajer aset sehingga aset dapat menjadi Tertib Fisik, Tertib Administrasi, dan Tertib Hukum (3T). Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa tahun ini DJKN mempunyai Indikator Kinerja Utama (IKU) yang baru yakni Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari pengelolaan BMN sebesar Rp100 miliar. “Untuk itu, saya harapkan sistem ini dapat menbantu dalam pencapaian IKU itu,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Subdirektorat  Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi (PPSA) Direktorat PKNSI Acep Irawan menjelaskan tentang gambaran umum aplikasi SIMAN. “SIMAN merupakan aplikasi yang digunakan untuk membantu proses perencanaan, penetapan status, penatausahaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, dan penghapusan aset negara yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya. Aplikasi ini merupakan aplikasi berbasis desktop dengan komunikasi data berbasis Internet dengan teknologi SOA Suite, Client C#.Net, Web Logic Java, dan Database Oracledb.

Pembangunan aplikasi ini dilatarbelakangi oleh beberapa hal antara lain, kebutuhan akan proses otomatisasi sistem administrasi pengelolaan BMN yang didukung dengan database yang baik untuk mendukung proses pengelolaan BMN, kebutuhan akan proses analisis pengelolaan BMN yang lebih akurat, dan kebutuhan untuk melakukan monitoring data pengelolaan BMN pada pengguna barang dan pengelola serta kebutuhan integrasi aplikasi terkait BMN maupun aset negara pada umumnya.

Selain itu, Acep juga menjelaskan beberapa hal yang terkait dengan penggunaan aplikasi ini yaitu arsitektur sistem informasi DJKN, fitur-fitur SIMAN, pengguna aplikasi, serta output yang dihasilkan dari penggunaan ini. Kasubdit Pengolahan Data dan Layanan Operasional (PDLO) Direktorat PKNSI I Ketut Puja sebagai pioner dalam pembangunan aplikasi ini berharap agar para peserta sosialisasi dapat memahami bisnis proses dan gambaran umum serta mengetahui proses installasi dan penggunaan aplikasi SIMAN. Selain itu, ia juga mengharapkan saran, kritik dan masukan untuk penyempurnaan aplikasi ini. Dalam penjelasannya, para peserta menanyakan hal-hal yang terkait aplikasi ini. Sampai berita ini ditulis acara masih berlangsung dan akan diakhiri pada 13 Februari 2014. (bend/aqib-humas)