April 2014, SIMAN Akan Mulai Dioperasikan

Bogor - Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) merupakan aplikasi yang strategis bagi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) dalam melaksanakan tugas pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) mengingat jumlah BMN yang dikelola sangat banyak. SIMAN disusun dengan memenuhi ekspektasi kebutuhan-kebutuhan proses pengelolaan BMN sehingga memudahkan kegiatan tersebut. Demikian disampaikan Kepala Subdit Perencanaan dan Pengembangan Sistem Aplikasi (PPSA) Direktorat Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi (PKNSI) Acep Irawan saat membuka acara Penyegaran Aplikasi SIMAN angkatan II pada 18 Februari 2014 di Hotel Royal, Bogor.

Di hadapan peserta penyegaran, Acep Irawan menjelaskan bahwa selama ini proses pengelolaan BMN dilakukan secara manual dari pengguna barang ke pengelola barang sehingga banyak menghadapi hambatan dan kendala. Hadirnya SIMAN, diharapkan mampu mempermudah proses pengelolaan BMN karena dilakukan secara elektronik dengan database terpusat. "Komunikasi pengguna barang antara pengelola barang dilakukan secara elektronik, termasuk monitoring proses pengelolaan BMN," ujarnya. Ia menerangkan bahwa output dari SIMAN antara lain Laporan penetapan status penggunaan BMN tanah dan/atau bangunan, laporan persetujuan/penolakan penjualan BMN selain tanah dan/atau bangunan, laporanĀ  pengelolaan BMN (pengelola), monitoring status pengelolaan BMN, monitoring tindak lanjut pengelolaan BMN selain penetapan status penggunaan, update penetapan status penggunaan BMN, dan laporanĀ  lainnya. Dengan output tersebut, pengguna barang dapat mengetahui perkembangan proses pengelolaan BMN yang diajukan.

Acep juga mengabarkan bahwa aplikasi ini dengan menerapkan aturan-aturan yang berlaku. Namun demikian, tidak dapat dipungkiri keadaan di lapangan sangat berbeda, pasti ada keunikan dan untuk itu dalam forum ini diharapkan dapat memberikan masukan-masukan untuk penyempurnaan aplikasi ini.

Hasil rekonsiliasi data BMN semester II tahun 2013 akan menjadi database awal SIMAN, untuk itu diharapkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) memastikan kevalidan data. Acep mengatakan SIMAN akan mulai launching pada April 2014, sehingga masih banyak waktu untuk menyempurnakan aplikasi ini.

Sambutan peserta penyegaran terhadap aplikasi SIMAN ini cukup menarik, Kepala seksi Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) KPKNL Purwokerto Bambang Sudarnadi mengingatkan Kantor Pusat DJKN untuk memikirkan sanksi buat pengguna barang yang tidak menggunakan aplikasi ini. Sementara Kepala Seksi (Pengelolaan Kekayaan Negara) PKN Kantor Wilayah (Kanwil) DJKN Jawa Tengah dan DIY meminta kantor pusat memastikan pengguna barang menggunakan aplikasi ini dan aplikasi ini dapat menindaklanjuti update Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan (SIMAK) BMN. Menjawab pertanyaan tersebut, Kepala Subdit Pengelolaan Data dan Layanan Operasional (PDLO) Direktorat PKNSI I Ketut Puja sebagai tim penyusun SIMAN menerangkan bahwa aplikasi ini tidak hanya tanggung jawab DJKN namun juga tanggung jawab Kementerian Keuangan sehingga Menteri Keuangan yang akan membuat pengguna barang menggunakan SIMAN.

Kepala seksi PKN KPKNL Semarang Indra Abdul Mugni, saat diwawancarai penulis, menyatakan aplikasi ini akan sangat membantu pelaksanaan pengelolaan BMN di KPKNL. Ia juga optimis pengguna barang akan menggunakan aplikasi SIMAN jika DJKN baik kantor pusat,Kanwil dan KPKNL dapat mempromosikan dengan baik. (Bend/johan-Humas DJKN).