Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta 10710

KNOWLEDGE SHARING TRANSFORMASI KELEMBAGAAN DI LINGKUNGAN DIREKTORAT BARANG MILIK NEGARA

By: Deta Novian Anantika Putra | Posted On: 2016-06-21 08:44:45

Disela-sela kesibukan dalam perumusan kebijakan dan penyelesaian permasalahan di bidang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN), Direktorat BMN meluangkan waktu untuk mengadakan kegiatan knowledge sharing transformasi kelembagaan pada hari Senin (13/6/2016). Kegiatan yang digagas oleh 5 (lima) orang Duta Kekayaan Negara yang ada di lingkungan Direktorat BMN ini dihadiri oleh para pejabat Eselon IV dan pelaksana di lingkungan Direktorat BMN. Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan transformasi kelembagaan yang saat ini sedang berjalan di lingkungan Kementerian Keuangan. Walaupun Direktorat BMN merupakan unit organisasi yang berada di Kantor Pusat DJKN dan dekat dengan sumber informasi, namun masih ada sebagian pegawai yang belum mendapatkan informasi secara menyeluruh mengenai transformasi kelembagaan tersebut.

Sebagai pemateri pertama, Dewi Sartika Siagian menyampaikan bahwa visi baru Kementerian Keuangan untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di abad ke-21 merupakan wujud dimulainya implementasi transformasi kelembagaan di lingkungan Kementerian Keuangan yang dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang akan dihadapi ke depannya seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) serta China Asian Free Trade Association (CAFTA). Diharapkan dengan adanya transformasi kelembagaan ini, Kementerian Keuangan dapat menjadi lebih baik lagi dan mampu menjadi motor perekonomian Indonesia sehingga dapat bersaing di era globalisasi.

Selanjutnya, Andi Mujahid Darwis sebagai pemateri kedua menyampaikan 6 (enam) Inisiatif Strategis transformasi kelembagaan di lingkungan DJKN, dimana 5 (lima) diantara terkait erat dengan tugas dan fungsi Direktorat BMN. Adapun 6 (enam) Inisiatif Strategi tersebut adalah inventarisasi dan penilaian sumber daya alam, digitalisasi pengelolaan aset, regulasi optimalisasi aset Kementerian/Lembaga (K/L), optimalisasi aset yang berada pada BUN/Pengelola Barang, maksimalisasi pemanfaatan dan return on asset serta kajian portofolio tahunan. Terkait dengan 6 (enam) inisiatif strategis ini ada yang telah selesai dan ada yang masih on progress. Sebagai salah seorang person in charge (PIC) terkait dengan perencanaan kebutuhan BMN (RKBMN), pria yang akrab disapa Moja ini menyampaikan bahwa RKBMN merupakan salah satu bentuk inisiatif strategis terkait dengan regulasi optimalisasi aset K/L, dimana saat ini memasuki tahun kedua piloting RKBMN untuk 50 K/L yang diwajibkan menyusun RKBMN tahun 2018. Diharapkan dengan adanya kebijakan RKBMN ini maka aset yang ada di K/L dapat dioptimalkan sehingga meningkatkan efisiensi pengeluaran negara.

Paparan terkait dengan 3 (tiga) inisiatif special missions disampaikan oleh Fahdrian Kemala sehari-hari ditugaskan untuk membidangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam paparannya, pria yang dalam kesehariannya banyak terlibat dalam perumusan kebijakan dan penyelesaian permasalahan pengelolaan BMN terkait dengan penyediaan infrastruktur ini menyampaikan bahwa special missions Kementerian Keuangan didefinisikan sebagai misi pembangunan yang cakupannya di luar perihal keuangan secara umum dimana manajemen kendalinya berada di dalam Kementerian Keuangan namun cakupannya di luar proses anggaran berbasis kinerja yang biasa dilakukan. Sebagai contoh adalah bagaimana peran aktif Kementerian Keuangan dalam mendukung kebijakan saat ini untuk mengakselerasi penyediaan infrastruktur bagi masyarakat. Selanjutnya juga disampaikan beberapa bentuk capaian transformasi kelembagaan sampai dengan saat ini yaitu pelaksanaan layanan bersama dan co location di beberapa propinsi yang melibatkan DJKN dan DJPB. Dalam pelaksanaan layanan bersama tersebut, pegawai DJKN disamping harus memahami tugas dan fungsi DJKN dalam bidang pengelolaan kekayaan negara, piutang negara dan lelang, seyogianya juga memahami cabang ilmu treasury lainnya seperti mekanisme pelaksanaan anggaran, mekanisme pelaporan keuangan dan mekanisme pelaksanaan hibah.

Adapun David Sukma Putra selaku pemateri keempat menyampaikan bahwa poin penting dari transformasi kelembagaan bukanlah tentang penggabungan atau reorganisasi unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, melainkan bagaimana peran dan kontribusi pegawai DJKN untuk mendukung dan mencapai visi baru Kementerian Keuangan melalui pelaksanaan inisiatif strategis yang menjadi lingkup bidang tugas masing-masing. Perubahan pasti akan terus terjadi, oleh karena itu David mengajak kepada para pegawai di lingkungan Direktorat BMN untuk mempersiapkan diri, meningkatkan kapasitas diri dan tidak takut untuk menghadapi perubahan.

Di akhir kegiatan knowledge sharing transformasi kelembagaan di lingkungan Direktorat BMN juga dilaksanakan knowledge sharing akuntansi berbasis akrual oleh pegawai yang telah mengikuti diklat tersebut. Sebagai informasi, Direktorat BMN secara rutin telah membuka kelas internal untuk membahas permasalahan tertentu seperti kelas akuntansi, kelas bahasa Inggris dan kelas hukum. Namun karena kesibukan, maka kelas-kelas tersebut vacum untuk sementara. Diharapkan dengan adanya proses transformasi yang sedang berjalan saat ini, pegawai Direktorat BMN dapat meningkatkan motivasi untuk mengembangkan diri melalui ajang knowledge sharing yang akan terus diselenggarakan sesuai dengan arahan Direktur BMN. (Narasi dan foto: Fahdrian Kemala)

 

Foto terkait berita:

 

         
             
         
             
         
             
           

Share this post: