Transformasi DJKN, Facing Challenges For Better Future

16 Oktober 2017 - 15:56     Ahmad Hilmi Khoirul Arifin    djkn10tahun

Oleh: Panca Irvan Sujiarto - Direktorat BMN

Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi menjadi salah satu katalis dalam proses perubahan semua sektor saat ini. Hal tersebut juga terjadi pada organisasi kita, DJKN. Perkembangan teknologi informasi sangat berpengaruh pada dinamika organisasi DJKN. Sebagai akibat proses perubahan itu, maka proses transformasi sudah merupakan suatu keniscayaan yang harus dilaksanakan oleh DJKN sebagai bagian dari sustainability dan continuous improvement guna terus memberikan kepuasan layanan kepada stakeholders.

Sejalan dengan kebijakan yang dilaksanakan di tingkat Kementerian Keuangan, maka transformasi yang dilakukan di DJKN difokuskan terhadap elemen organisasi, elemen alur bisnis dan elemen SDM. Penguatan integrasi ketiga elemen tadi pada akhirnya akan mendukung terwujudnya tujuan pengelolaan kekayaan Negara yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemakmuran dan kepentingan masyarakat.

Proses Perubahan

Fungsi utama yang dijalankan oleh DJKN adalah pengelolaan atas kekayaan Negara yang terdiri dari Barang Milik Negara (BMN), Kekayaan Negara Dipisahkan  (KND), dan kekayaan Negara lain, serta penyelesaian piutang Negara, pelaksanaan penilaian dan lelang negara. Diharapkan setiap fungsi utama yang dilakukan oleh DJKN dapat memberikan layanan terbaik kepada stakeholders. Harapan-harapan terhadap DJKN adalah sbb:

  1. Data dan laporan BMN menngkat reabilititasnya, didukung dengan penyempurnaan regulasi maupun menyederhanakan alur bisnis proses pengelolaan BMN. Diharapkan kedepan, Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) dapat menyajikan data laporan BMN yang akurat dan akuntabel, terintegrasi, terkoneksi data antar pengguna barang dan pengelola barang. Pengelolaan BMN yang tepat dapat meningkatkan PNBP dari pemanfaatan aset. Konsep manajerial aset oleh pengelola barang telah diterapkan secara optimal, serta Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dijalankan secara penuh. Utilisasi aset telah diterapkan demi memastikan bahwa aset digunakan secara optimal. LBMN menjadi salah satu komponen dalam LKPP, dan pada akhirnya berpengaruh dalam opini BPK. Opini wajar BPK menjadi salah satu indikator keberhasilan penatausahaan dan pengelolaan BMN.
  2. Pengelolaan atas kekayaan Negara yang dipisahkan meningkat terutama dalam peranan sebagai alternatif penyumbang penerimaan Negara. Penyertaan modal pemerintah dapat memberikan manfaat terbesar baik bagi Negara maupun bagi masyarakat.
  3. Pengelolaan kekayaan Negara lain, yang terdiri dari aset eks PT PPPA, eks BPPN, aset eks gratifikasi, aset eks asing/tiongkok terselesaikan dengan hasil yang paling optimum bagi negara.
  4. Pengurusan Piutang Negara berperan besar dalam penyelesaian piutang pemerintah, terutama dalam menjaga kestabilan non performing loan (NPL) bank pemerintah. Koneksitas dan koordinasi dengan stakeholders, yaitu perbankan nasional diperkuat lagi. Transaksi keuangan akan menjadi makin global yang berdampak pada kebutuhan untuk dapat melakukan proses pengurusan atas jaminan piutang baik yang ada di Indonesia maupun luar negeri.
  5. Penilaian menjadi salah satu lembaga terpercaya yang mengambil peran dalam penentuan nilai wajar property dan untuk kepentingan penilaian bisnis. Hasil atau produk penilaian dapat menjadi referensi utama oleh banyak pihak. Penilaian atas potensi aset, sumber daya alam, dan aset khusus telah dapat dilakukan dengan baik. Terdapat pula sistem informasi penilaian yang menyajikan data akurat atas nilai aset yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan diluar negeri.
  6. Bidang lelang juga makin berkembang sejalan dengan telah diterapkannya penggunaan lelang e-auction serta security paper guna menunjang keamanaan lelang.

Tahapan-tahapan dalam mewujudkan tujuan 10 tahun DJKN kedepan dilakukan dengan menyiapkan strategi dan langkah-langkah terbaik yang mengedepankan prioritas kegiatan. Kerjasama dengan pihak luar, baik institusi pemerintah maupun non pemerintah juga menjadi salah satu upaya untuk mewujudkan tujuan DJKN.
Otomatisasi atau digitalisasi telah dijalankan diberbagai tahapan kegiatan di DJKN. Terkait dengan kegiatan utama saat ini telah disiapkan dan disempurnakan aplikasi dan dilakukan penguatan database kekayaan Negara. Misalnya aplikasi SIMAN, e-auction, dll. Otomatisasi juga telah dilakukan dalam kegiatan pendukung organisasi dan kepegawaian, misalnya dengan adanya aplikasi Smart, e-prime, e-HRIS, dll Otomatisasi dan digitalisasi berfungsi sebagai katalisator dalam proses pengelolaan kekayaan Negara yang lebih efisien, pengurangan biaya, cepat dan akurat.

Kebutuhan stakeholder untuk mendapatkan pelayanan yang paling prima menjadi salah satu tantangan dalam membentuk DJKN kedepan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui talent management dan pengembangan pegawai (capacity building). Pegawai diharapkan memiliki kemampuan dan kecakapan yang memadai untuk menjalankan fungsi dan tugas. Usaha-usaha melalui pendidikan, pelatihan serta assessment telah ditingkatkan frekuensi dan kualitas pelaksanaannya. Assesment dilaksanakan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pegawai. Atas kelebihan pegawai akan diadikan sebagai upaya untuk pemetaan pegawai guna mendapatkan hasil organisasi terbaik, sedangkan atas kekurangan pegawai akan dilakukan upaya pengembangan dan perbaikan mutu SDM.


Penutup

Proses transformasi yang dilakukan di DJKN meliputi perubahan organisasi, alur bisnis, dan
SDM. Perubahan yang dilakukan merupakan tanggung jawab semua pihak guna mewujudkan
pengelolaan kekayaan Negara yang memberikan manfaat terbaik bagi kemakmuran dan
kepentingan masyarakat. Tantangan yang dihadapi harus dapat disikapi dengan sikap optimis
dan keyakinan penuh.
Untuk mewujudkan tujuan DJKN kedepan diperlukan integritas, komitmen, teamworks semua
jajaran, dan didukung oleh strategi dan persiapan yang memadai. Instansi vertical yang
menjadi ujung tombak pelaksanaan tugas dan fungsi DJKN dan pemegang fungus pelayanan
utama juga perlu ditingkatkan peranannya.

 


Video
Stay up to date
Stay connected