STRATEGI MANAJEMEN ASET DALAM MENGELOLA ASET NEGARA DALAM KURUN WAKTU 10 TAHUN KEDEPAN

16 Oktober 2017 - 13:28     Deta Novian Anantika Putra    djkn10tahun

oleh: Agus Heru Pitoyo - Direktorat PNKNL

 

Pendahuluan

Tulisan ini hanya bersifat opini, bukan berdasarkan penelitian. Isi tulisan ini hanyalah ekspresi atas ide-ide yang muncul dari pemikiran penulis semata. Keterbatasan waktu sangat mempengaruhi hasil tulisan. Perlu kajian dan analisa lebih mendalam untuk dapat menghasilkan sebuah hasil penelitian yang ideal, yang bersumber pada data dan fakta yang ada.

Tujuan Penulisan

Mengekspresikan ide penulis terhadap strategi mengelola aset Negara 10 tahun kedepan untuk sumbangsih pemikiran bagi organisasi

Landasan Konsep

Pengertian Manajemen Aset

1.    Menurut Lutchman (2006) 

“Assets Management is the optimization of the lifecycles of an asset to meet performance standards in a safe and environmentally sound manner through smart Panning, Investment Financing, Engineering, Operations, Maintenance, Refurbishment and Replacement.”

2.    Menurut A. Gima Sugiama

“Manajemen aset menurut beliau adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien”

Dari beberapa pengertian manajemen aset diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan manajemen aset adalah:

“Suatu proses yang terintegrasi dalam pengelolaan suatu aset yang dimulai dengan perencanaan, pengadaan, penatausahaan, pemanfaatan, pemeliharaan, pembaharuan, dan penghapusan guna mencapai tujuan yang diharapkan, secara efektif dan efisien”.

 

PEMBAHASAN

Pembentukan strategi merupakan hal yang sangat penting dalam kegiatan pengelolaan aset. Strategi Manajemen Aset (SMA) pada dasarnya merupakan pemanfaatan atas sumber daya yang dimiliki, secara total dan maksimal untuk meraih keunggulan dalam berkompetisi. SMA merupakan proses pemberian bimbingan/petunjuk mengenai bagaimana proses perencanaan, pengadaan, penatausahaan, penggunaan, pembaharuan, dan penghapusan aset untuk menghasilkan manfaat sebesar mungkin dan meminimalisasi resiko serta biaya yang mungkin timbul selama masa pemanfaatan aset.

Manfaat yang dapat diperoleh dari SMA yang efektif adalah :

  1. Memperbesar manfaat aset karena aset digunakan dan dipelihara secara layak;
  2. Mengurangi kebutuhan aset baru atau aset yang tidak perlu;
  3. Penghematan anggaran;
  4. Menjadi salah satu bagian sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak;
  5. Tercipta dan terbangunnya sistem manajemen aset yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Berikut ini Strategi Manajemen Aset yang penulis tawarkan dalam rangka pengelolaan aset yang telah ada:

No

Proses

Kondisi Ideal

Indikator

Faktor Keberhasilan

Outcome

1

2

3

4

5

6

1.

Perencanaan

-   Keputusan manajemen aset atas pengadaan atau penggantian baru aset, penggunaan, pemeliharaan, dan penghapusan haruslah terintegrasi dengan perencanaan awal terhadap aset

-     Adanya hubungan antara aset dengan penggunaan serta pemanfaatan aset untuk melayani kepentingan publik ;

-     Tersedia sistem informasi, SDM, serta manajemen aset yang handal.

 

-    Sesuainya antara rencana dengan tujuan organisasi;

-    Umur aset lebih lama;

-    Penghematan biaya untuk pemeliharaan aset

-    Terumuskannya kebijakan yang efektif dan efisien untuk pengadaan aset, pemanfaatan aset baik yang existing maupun yang baru;

-    Optimalisasi pengelolaan aset.

2.

Pengadaan

-  Sesuainya antara proses pengadaan dengan rencananya dilihat dari semua unsur kebutuhan akan aset;

 

-     Sesuainya antara hasil evaluasi atas suatu aset yang perlu pembaharuan dengan rencana kebutuhan aset dan pengadaanya;

 

-    Adanya kepastian bahwa aset yang ada digunakan sepenuhnya untuk kepentingan pemerintah;

 

-    Ketersediaan aset sesuai kebituhan

3.

Penatausahaan

-  Tercatat atau terdokumentasikannya seluruh aset yang ada dan dapat dipertanggunjawabkan kebenarannya

-     Tersusunnya standar operational prosedur (SOP) atas seluruh aset yang ada

-    Adanya pembukuan atas aset yang dapat dipertanggunjawabkan

-    Terbangunnya budaya “sense of belonging” dari seluruh pegawai

4.

Pemanfaatan

-  Termanfaatakannya aset sesuai dengan apa yang telah direncanakan

-     Tidak ditemukannya aset yang tidak sesuai dengan tusi organisasi;

-     Tidak ditemukannya aset yang terlantar atau “idle”

-    Adanya manfaat yang dirasakan oleh publik  atas pemanfaatan aset yang ada;

-    Pemanfaatan aset yang efektif dan efisien.

-    Penerimaan Negara Bukan Pajak;

 

5.

Pemeliharaan

-  Dengan pemeliharan yang ideal akan dapat menambah umur aset. 

-     Tidak adanya pembaharuan atas aset

-     Penghematan biaya pemeliharaan;

-     Umur aset lebih lama.

-     Terpelihara dan termanfaatnkannyanya aset yang ada untuk kepentingan publik.

6.

Pembaharuan

-  Penggantian terhadap aset yang sudah tidak berfungsi

-  Adanya usulan dalam perencana an kebutuhan aset

-     tersedianya aset baru untuk penggantian atas aset yang lama

-     Adanya aset baru untuk proses pelayanan kepada publik

7.

Penghapusan

-  Penjualan aset atau hibah kepada pihak lain.

-  Tidak produktifnya set yang ada

 

-  Disetujuinya usulan penghapusan atas aset

-  Penerimaan Negara Bukan Pajak

 

Adapun upaya untuk mengimplementasikan strategi manajemen aset, maka penulis menawarkan gagasan dalam bentuk aktivitas yang harus dikerjakan.

AKTIVITAS UTAMA MANAJEMEN ASET

Perencanaan

Pengadaan

Penatausahaan

Pemanfaatan

Pembaharuan

Penghapusan

- Menganalisa kebutuhan;

- Merumuskan kebijakan pemenuhan kebutuhan aset;

- Merumuskan alternatif kebijakan dalam pemenuhan kebutuhan akan aset;

- Mempertegas tujuan dari rencana kebutuhan aset;

- Verifikasi atas rencana kebutuhan aset;

- Perencanaan menyangkut pendanaan aset;

- Penyediaan dana untuk pengoperasian aset;

 

- Melaksanakan pengadaan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

- Memverifikasi sekaligus menetapkan penyedia jasa untuk pengadaan aset;

- Memutuskan pemenang dalam pengadaan aset;

- Memeriksa dan memastikan kebenaran dokumen aset yang diadakan;

- Pencatatan serta pembukuan aset sesuai dengan peraturan yang ada;

- Kodefikasi atas aset yang ada;

- Penempatan aset sesuai dengan tusi dan kebutuhan pengguna;

- Pelaporan secara kontinyu atas aset yang dikelola.

- Pemanfaatan dan penggunaan aset sesuai dengan fungsinya;

- Pemeliharaan atas aset yang ada;

- Pemakaian aset untuk kepentingan organisasi itu sendiri;

- Kerjasama dengan pihak lain untuk pem,anfaatan aset

- Evaluasi dan monitoring atas kondisi aset;

- Perencanaan penggantian baru terhadap aset-aset yang sudah tidak produktif;

- Pengajuan usulan untuk penggatian baru atas aset.

- Penjualan aset sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;

- Hibah kepada pihak lain yang diperbolehkan oleh undang-undang.

- Pemusnahan

             

 

Apabila strategi manajemen aset berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan maka aset yang sekarang ada dalam waktu 10 tahun yang akan datang akan mampu menghasilkan Penerimaan Negara yang dapat menopang struktur APBN kita khusunya yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak. Dan pada saat itu DJKN akan mempunyai peran yang semakin nyata bagi Negara.




Video
Stay up to date
Stay connected