SELINTAS RAPAT PIMPINAN DJKN PADA 16 APRIL 2027

16 Oktober 2017 - 15:44     Ahmad Hilmi Khoirul Arifin    djkn10tahun

Oleh: Paulus Agung Cahya Wahyudi-KPKNL Serpong

Jumat pagi itu, 16 April 2027, pukul 09.30 WIB, saat Pak Dirjen KN memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) dengan para Direktur/Sekretaris. Rapim ini berbeda dengan Rapim sejenis di 10 tahun lalu. Dalam basis data digital yang bisa diakses melalui menu dasboard yang ada di meja Pak Dirjen, Rapim tahun 2017 terlihat terbelakang dibandingkan tahun 2027 ini. Padahal hanya selisih 10 tahun.

Saat ini, Rapim DJKN serba modern, Peserta Rapat cukup duduk dan mengikuti rapat dari meja kerja masing-masing karena Rapim dilakukan dengan videoconference. Data dan bahan rapat dimunculkan dengan memainkan menu dasboard yang tersedia lengkap. Dasboard Direktur dilengkapi dengan beberapa layar monitor canggih, terkoneksi dengan jaringan intranet, baik di Kantor Pusat maupun instansi vertikal  DJKN, dan tersambung dengan jaringan VPN PUSINTEK Kementerian Keuangan. 

Dasboard itu berkesan sederhana, namun canggih, padahal tingkat kerumitannya tinggi. Membutuhkan softskill yang akhirnya menjadi persyaratan wajib dalam seleksi karir di DJKN: melek teknologi! Menu dasboard menyesuaikan dengan tingkat kewenangan dan level otorisasi. Setiap Direktur/Sekretaris, Kasubdit/Kabag, Kasi/Kasubbag, dan staf mempunyai wewenang, otorisasi dan password masing-masing.

Selain itu, aplikasi SMARt yang sejak 2015 dikembangkan, saat ini telah disempurnakan dengan sistem terbaru, memungkinkan arus supply-demand data dan bahan rapat - secara realtime dan akurat - tersaji secara berjenjang dan terverifikasi di setiap level otorisasi. Tingkat keakuratan, kualitas, dan validitas data dipertahankan dalam standar tinggi dan di-backup dalam beberapa lapis server yang dijaga keamanannya.

Kebutuhan kertas dan printer untuk operasional sehari-hari hanya dikhususkan untuk produk tertentu saja, dan nyaris semua produk internal, seperti memo, lembar disposisi, nota dinas, dan konsep surat dan/atau keputusan resmi, sudah memaksimalkan teknologi dan aplikasi digital, nyaris paperless. Maklumlah, DJKN sudah mengadopsi perkembangan teknologi canggih dalam alur bisnis tugas dan fungsi rutin sehari-hari. 

Dalam Rapim itu, pertama-tama, Direktur Lelang menyampaikan laporan perkembangan penyempurnaan lelang online, yang sudah diterapkan sejak 2015. Di dekade ini, lelang online berkembang sangat pesat. Sistem dan prosedurnya tetap dibuat sederhana tanpa kehilangan sisi kepatutan dan kepatuhan hukumnya, bahkan bisa bersinergi dengan platform​ Android maupun iOS, khususnya untuk lelang sukarela. 

Lelang online telah berhasil menggerus pasar situs jual beli online, seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, Blanja dalam 5 tahun terakhir ini. Selain, (1) penyempurnaan sistem dan prosedurnya, (2) profesi Pelelang mengukuhkan diri sebagai pejabat fungsional (jafung) yang profesional. Workshop dan training atas hardskill dan softskill, berhasil memoles kinerja jafung Pelelang, pelayanannya nyaris sempurna. Kerangka bisnis dan jenjang karir jafung Pelelang termasuk yang paling maju, dibandingkan dengan jafung lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan.

Setelah laporan Direktur Lelang selesai, Direktur PKN menyampaikan perkembangan Indikator Kinerja Utama (IKU) Kekayaan Negara yang dapat diutilisasi dan IKU Manfaat Ekonomi dari PNBP PKN. Saat ini, utilisasi dan optimalisasi BMN berkembang sangat pesat. Secara mantap, PNBP PKN menjadi penyumbang penerimaan negara terbesar kedua setelah Pajak. 

Saat ini, jenis pemanfaatan BMN sudah bervariasi. Bila dasawarsa lalu masih didominasi pemanfaatan dalam bentuk sewa, saat ini, Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna (BGS/BSG) dan Kerjasama Pemanfaatan​ (KSP) menjadi penyumbang nilai nominal PNBP PKN terbesar.

Sewa insidentil memang masih populer karena sistemnya yang sederhana namun cepat. Walau frekuensi sewa insidentil sangat tinggi, namun masih tertinggal oleh BGS/BSG dan KSP dari sisi nominal besaran PNBP PKN.

LMAN yang berdiri di 2015, saat ini sudah menjadi organisasi yang diperhitungkan eksistensinya karena kontribusinya besar bagi penerimaan negara. Lagipula, Land Bangking menjadi kunci keberhasilan LMAN karena berhasil memecahkan kebuntuan dalam fungsi penyediaan tanah. Percepatan pembangunan infrastruktur Pemerintah bergantung kepada fungsi Land Bangking LMAN ini.

Selain keberhasilan LMAN, Direktur PKN juga memaparkan hasil monev atas kinerja Subdirektorat Khusus yang baru didirikan tahun lalu, yaitu Subdirektorat Intelijen Kekayaan Negara (Subdit IKN). Subdit ini berwewenang dalam kebijakan standardisasi teknis di bidang intelijen kekayaan negara dalam rangka mendorong peningkatan PNBP PKN. Bila pengembangan tusi Subdit IKN berhasil, maka menjadi embrio berdirinya Direktorat baru, yaitu Direktorat Intelijen Kekayaan Negara (Dit IKN), yang menurut Roadmap DJKN 2026-2036, wajib berdiri di tahun 2029. Nantinya, Dit IKN akan menjadi thingtank utilisasi dan optimalisasi BMN dalam rangka peningkatan PNBP PKN.

Direktur PKN juga melaporkan, keberhasilan utilisasi dan optimalisasi, tidak terlepas dari (1) tingkat kepatuhan Kementerian dan/atau Lembaga dalam pengelolaan kekayaan negara, (2) basis data, aplikasi SIMAN yang berkinerja tinggi, dan (3) jafung Manajer Aset yang profesional. Revitalisasi jafung Manager Aset dirasakan mendesak, mengingat sumbangan DJKN dari PNBP PKN. Saat ini, Direktorat PKN sedang menyempurnakan kerangka bisnis dan jenjang karir jafung Manager Aset. Bahkan ada peluang diberikan tunjangan karir yang lebih menarik dan menggairahkan.

Sesi berikutnya, laporan Direktur Penilaian. Beliau wajib menyelesaikan IKU penting yang krusial: Revaluasi BMN. Bulan Januari ini, DJKN memulai kembali Program Revaluasi BMN Tahun 2027. Program ini dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan untuk melakukan revaluasi BMN secara rutin. 

Berkaca dari hasil Revaluasi BMN Tahun 2017-2018, DJKN telah bertekad menyempurnakan sistem, prosedur, dan teknis revaluasi. (1) Persiapan lebih matang, (2) sistem informasi, dan aplikasi yang bersinergi dengan Direktorat PKN, (3) workshop dan sosialisasi untuk menyempurnakan tugas revaluasi dan profesionalisme jafung Penilai, dan (4) monev untuk memastikan hasil revaluasi dapat dipertanggungjawabkan. 

Dalam triwulan I 2027, Direktur Penilaian melaporkan bahwa hasil Revaluasi BMN mencapai 35% (target triwulanan 30%). Pada kesempatan itu, Dirjen KN menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan memberikan arahan: Revaluasi BMN Tahun 2027 harus selesai sesuai target, yaitu Desember 2027. Cukup setahun saja.

Sesi terakhir, Sekretaris Ditjen memaparkan rencana mutasi vertikal dan horisontal internal DJKN. Sangat menarik. Presentasi baru berjalan 10 menit, saat tiba-tiba, HP Pak Ditjen berbunyi. Ada WA penting dari sespri Menteri Keuangan: Pak Dirjen diminta untuk menghadap.

Akhirnya, dengan permintaan maaf dan permakluman, Rapim DJKN terpaksa ditunda untuk kesempatan berikutnya.


Video
Stay up to date
Stay connected