MENGAWAL DJKN MENJADI PENGELOLA KEKAYAAN NEGARA YANG PROFESIONAL DAN AKUNTABEL

16 Oktober 2017 - 16:03     Ahmad Hilmi Khoirul Arifin    djkn10tahun

Oleh: Rachmatika Pramuna M P-KPKNL Samarinda

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) adalah Pengelola Barang yang memiliki visi untuk menjadi pengelola kekayaan negara yang profesional dan akuntabel untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Sebuah harapan yang besar untuk sebuah lembaga yang baru berdiri sejak 2006. Tentu untuk mencapainya tidak mudah. Perlu dorongan dan gerakan dari segala lini yang ada di DJKN, baik itu dari pelaksana, kepala seksi, kepala kantor, hingga Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Peran DJKN sebagai Pengelola Barang mungkin belum banyak terdengar oleh masyarakat, namun perlahan tetapi pasti DJKN makin menunjukkan taringnya sebagai Pengelola Barang. Berbagai kebijakan, peraturan dan terobosan dibuat untuk mempermudah stakeholder sebagai Pengguna Barang. Misalnya, dengan diluncurkannya Aplikasi SIMAN (Sistem Infromasi Manajemen Aset Negara) yang membantu Kementerian/Lembaga dan satuan kerja dalam merekonsiliasi aset. Peluncuran E-Auction yang membantu masyarakat untuk lebih mengenal DJKN dan dapat secara aktif berpastisipasi mengikuti lelang dimanapun dan kapanpun. Bentuk transformasi ini yang dibutuhkan oleh DJKN untuk dapat berkembang dan mencapai visinya menjadi pengelola kekayaan negara yang profesional dan akuntabel untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Transformasi kelembagaan di tubuh DJKN juga makin terlihat dengan didirikannya Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) yang merupakan Badan Layanan Umum (BLU) dengan bertujuan mendukung optimalisasi manajemen aset negara. Jika peran LMAN bisa optimal, maka tidak diragukan lagi jika DJKN semakin mengokohkan perannya sebagai Pengelola Barang.

Peran utama transformasi kelembagaan tidak lepas dari setiap peran pegawai DJKN. Setiap pegawai DJKN bertugas mengawal visi misi DJKN di baris terdepan. Dibutuhkan pemikiran yang fleksibel, sigap dan cepat untuk dapat menerima perubahan di era globalisasi ini. Agent of Change dibutuhkan oleh DJKN untuk membawa perubahan atau angin baru di dalam tubuh organisasi. Bukan hanya beberapa orang saja, melainkan seluruh pegawai DJKN merupakan Agent of Change. Tentu bukan pekerjaan mudah untuk mengubah mindset atau budaya organisasi yang telah ada sebelumnya. Namun, semua itu akan tercapai jika seluruh pegawai DJKN memiliki pemahaman yang sama.

Kompetensi pegawai DJKN juga makin ditingkatkan dengan diadakannya berbagai pelatihan. Tentu akan lebih baik lagi jika tidak hanya hard skill tetapi juga soft skill. Leadership dan management skill merupakan kompetensi yang diperlukan setiap pegawai dalam mengawal transformasi DJKN. Jika rutin dilakukan dan seluruh pegawai menerima pelatihan, sosialisasi atau pun arahan, Agent of Change bukanlah hal yang mustahil dicapai oleh seluruh pegawai DJKN. Kompetensi lainnya yang dibutuhkan pegawai DJKN adalah bagaimana bentuk pelayanan kepada stakeholder. Tentu ini sangat dibutuhkan mengingat DJKN tidak lepas dengan keberadaan stakeholder.

Stakeholder atau pemangku kepentingan memiliki peran yang sangat penting bagi DJKN. DJKN tidak akan dapat bergerak jikalau tidak ada pemanku kepentingan dan begitupun sebaliknya. Kesempurnaan sebagai salah satu nilai Kementerian Keuangan tidak dapat dipisahkan dengan bentuk pelayanan yang diberikan kepada stakeholder. Karena setiap harinya kita akan berhadapan dengan stakeholder. Sehingga kesempurnaan dalam pelayanan tak kalah pentingnya untuk mencapai visi DJKN. Apabila seluruh lini menerapkan nilai tersebut dalam berhadapan dengan stakeholder, tentu DJKN akan menjadi pengelola kekayaan negara yang profesional dan akuntabel.


Video
Stay up to date
Stay connected