Inovasi DJKN, Haruskah Berbentuk Aplikasi ?

16 Oktober 2017 - 13:19     Deta Novian Anantika Putra    djkn10tahun

Oleh Faisal Arif Herdianto - KPKNL Banjarmasin

 

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara merupakan organisasi yang masih tergolong muda apabila dibandingkan dengan “saudara-saudaranya” di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Sepuluh tahun, apabila dibandingkan dengan usia seorang manusia, DJKN dapat dikatakan masih dalam kategori “anak-anak”. Walaupun masih berusia muda, DJKN memiliki peran yang sangat strategis bagi Republik ini. Dengan tugas dan fungsi sebagai pengelola Kekayaan Negara, Piutang Negara, dan Lelang, diharapkan DJKN mampu mewujudkan visi dan misinya dan berkontribusi lebih dalam rangka mewujudkan Indonesia yang sejahtera, maju, dan berkeadilan sosial.


Dalam satu dasawarsa terakhir ini, kiprah DJKN dalam mewarnai pembangunan negeri ini semakin dirasakan oleh berbagai kalangan masyarakat. Berbagai inovasi dan kreasi dalam mengemban tugas yang mulia itu telah diciptakan dan diimplementasikan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat luas maupun pemangku kepentingan. Salah satu inovasi yang diciptakan yaitu aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN) dan layanan lelang melalui internet yang kita kenal dengan sebutan “e-auction”. Tidak dapat dipungkiri lagi, kehadiran Teknologi Informasi dan Komunikasi sangatlah mempermudah kita dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak mengherankan apabila sesuatu yang berkaitan dengan “inovasi” selalu dikait-kaitkan dengan bidang teknologi informasi dan komunikasi.


Penguasaan terhadap bidang TIK bagi setiap pegawai DJKN merupakan suatu nilai tambah yang sangat bermanfaat bagi keberlangsungan Organisasi. Dalam pekerjaan sehari-hari, saat ini kita tidak lepas dari penggunaan TIK, baik secara langsung maupun tidak langsung. Disatu sisi, realitas ini sangat mempermudah kita dalam melaksanakan pekerjaan. Tetapi di sisi yang lain, pegawai DJKN dituntut untuk mampu belajar, belajar, dan belajar agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi saat ini, di samping melakukan pembinaan kepada masyarakat maupun pemangku kepentingan, untuk dapat menggunakan inovasi-inovasi yang telah diciptakan secara maksimal.


Sayangnya, realitas keseharian pegawai DJKN di daerah-daerah di seluruh Indonesia, mungkin masih belum mencerminkan kondisi ideal yang kita harapkan bersama. Masih banyak kendala yang perlu diatasi dalam rangka peningkatan pelayanan dan efektifitas pekerjaan kita sehari-hari. Dalam penciptaan sebuah inovasi kerja, mungkin selama ini kita terlalu terpaku dengan hal-hal yang bersifat “bombastis, megah, dan ambisius”, padahal di sisi yang lain banyak inovasi-inovasi kecil disekitar kita yang layak untuk kita kembangkan, sesuai dengan situasi dan kondisi di daerah setempat. Sebagai contoh, seorang pegawai di Seksi Pelayanan Lelang, membuat inovasi yang sederhana, yaitu sebuah Map yang berisikan tentang syarat legal dan formil apa saja yang diperlukan dalam pengajuan permohonan lelang. Hal yang sederhana ini dapat memiliki efek yang sangat besar bagi kita maupun pemangku kepentingan. Inovasi sederhana merupakan suatu langkah bagi pegawai DJKN untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi kinerja. Sebuah hal kecil yang memiliki dampak yang besar lebih baik bila dibandingkan dengan sebuah hal besar tetapi memiliki manfaat yang kecil.


Sepuluh tahun ke depan merupakan masa yang sangat menantang bagi DJKN untuk semakin mengukuhkan perannya dalam pembangunan negeri. Tantangan yang dihadapi pun semakin beragam dan merupakan kombinasi dari kompleksitas permasalahan dan perkembangan zaman yang dinamis. Sebagai pegawai DJKN, kita harus selalu mengembangkan kompetensi diri dan membekali diri dengan hal-hal yang menunjang produktifitas kita dalam mengemban amanah sebagai pelaksana pengelola kekayaan negara.


Peran individu dan antusiasme setiap pegawai DJKN untuk berkembang, didukung dengan kebijakan pendidikan pelatihan dan pengembangan diri yang terukur dan terarah dari Kantor Pusat diharapkan mampu menciptakan generasi pengelola kekayaan Negara yang berintegritas, handal dan kredibel. Inovasi-inovasi juga harus terus diciptakan, tidak harus ditingkat pusat melainkan harus dilahirkan dari daerah-daerah, karena disanalah “pertempuran” yang sesungguhnya terjadi. Hanya dengan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dan cukup secara kuantitas, DJKN diharapkan mampu mengatasi tantangan satu dasawarsa ke depan dan menjadi institusi yang semakin dipercaya dalam mengelola kekayaan negara kita tercinta.




Video
Stay up to date
Stay connected