DJKN Knowledge Center

16 Oktober 2017 - 16:07     Ahmad Hilmi Khoirul Arifin    djkn10tahun

Oleh: Rian Rosita Luthfi-Kanwil DJKN Jawa Barat

Saya ingat betul beberapa tahun yang lalu ketika menyusun skripsi terkait dengan KKKS, betapa susahnya mencari referensi tentang manajemen aset. Beberapa kali saya harus mengirim email kepada beberapa orang untuk menanyakan tesisnya terkait KKKS, atau menuju perpustakaan kampus di Depok, meski saya tahu bahwa saya harus cukup puas dengan kembali menggunakan peraturan dari DJKN sebagai dasar landasan teori. Pernah juga saya harus menyisir jurnal luar negeri yang tentunya tidak gratis, untuk memperoleh formula hipotesis yang tepat untuk skripsi saya. Berbeda dengan teman-teman yang mengambil tema pajak, referensi tentang pajak telah banyak dan mudah diperoleh. Tapi manajemen aset? Tak bisa dipungkiri bahwa peraturan yang telah disusun selama ini tidak lah cukup untuk memuaskan kebutuhan akademis.

Saya sering membayangkan, datang ke kantor lebih pagi, menuju ruangan yang disebut DJKN Knowledge Center, membaca beberapa jurnal tentang manajemen aset, sembari menyesap secangkir espresso. DJKN sudah seharusnya sepuluh tahun ke depan memiliki knowledge center tentang manajemen aset dimana seluruh masyarakat dapat menikmati manfaatnya. Peran DJKN saat ini yang semakin kompleks dan strategis di masyarakat, selaras dengan semakin banyaknya netizen yang ingin tahu lebih dalam tentang manajemen aset, lelang, dan disiplin ilmu terkait dengan tugas dan fungsi DJKN. Sangat disayangkan jika kesempatan tersebut tidak diiringi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, yang bahkan pegawai internal DJKN sendiri kesulitan mencari buku, paper, atau jurnal dalam negeri yang kompatibel dengan pengelolaan aset di Indonesia.

Untuk membuat knowledge center di DJKN, tidak hanya diperlukan resources yang mumpuni, namun juga SDM yang memiliki willing dan capacity yang memadai.  Untuk SDM yang mumpuni, tidak perlu diragukan lagi. DJKN saat ini telah bertabur bintang akademisi lulusan master sampai dengan doktoral baik dari universitas terkemuka di Indonesia maupun dari best rank di dunia. Namun untuk pegawai yang memiliki passion dan serius untuk fokus mengembangkan ilmu pengetahuan di DJKN, you can count it by your fingers.

Saya sendiri mengakui bahwa tidak semua orang dapat membuat jurnal yang baik, termasuk saya. Namun saya optimis, apabila didukung dengan pengembangan SDM yang fokus dan kontinyu, maka DJKN Knowledge Center dapat terwujud. Segala sesuatu yang dilakukan secara kontinyu dan konsisten, maka akan menjadi sebuah habbits. Begitu juga dengan pengembangan ilmu pengetahuan di DJKN, jika di seluruh jajaran DJKN memiliki komitmen dan melaksanakannya dengan kontinyu, kualitas SDM di DJKN terutama dalam hal pengembangan literatur dan ilmu pengetahuan pasti akan semakin baik.

Tak berhenti sebagai penyedia literatur, DJKN Knowledge Center juga dapat menjadi mitra akademisi. Siapa saja yang memerlukan data atau ilmu pengetahuan, selain dapat meminjam produk pustaka, juga dapat membuat appoinment dengan pegawai DJKN ini charge untuk dapat melakukan brainstorming atau forum group discussion. Manfaat yang diperoleh, selain kualitas SDM DJKN yang makin baik, namun juga berkembang dari sisi ilmu itu sendiri yang dapat menunjang tugas dan fungsi DJKN. DJKN akan menjadi pusat kajian ilmu yang memiliki SDM yang unggul baik dalam hal operasional maupun akademis serta memiliki power of collaboration dengan banyak pihak.

Satu dekade ke depan, saya yakin akan semakin banyak pegawai DJKN yang menghadiri simposium baik dalam negeri maupun luar negeri untuk mempresentasikan karyanya, dandiakui oleh dunia akademis. Bahwa belajar tidak berhenti sampai dengan ijazah di tangan atau titel yang tersemat, tapi belajar itu tidak akan ada garis finisnya. Begitu juga pengembangan ilmu di DJKN. Seiring dengan hal tersebut, posisi DJKN akan semakin
memiliki daya tawar yang kuat dan SDM DJKN semakin diperhitungkan. Dari sinilah peradaban baru DJKN dimulai, saat hasil cipta, rasa, dan karsa ilmu pengetahuan pegawai DJKN terdokumentasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.


Video
Stay up to date
Stay connected