DJKN 10 Tahun Ke Depan, Ukir Prestasi Yang Membanggakan

16 Oktober 2017 - 13:39     Deta Novian Anantika Putra    djkn10tahun

Oleh: Akhmad Abrori - KPKNL Tangerang

Menteri Keuangan pernah menuturkan bahwa awal perjalanan membangun Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) adalah identik dengan awal kita membangun neraca yang kredibel, mulai dari disclaimer sampai dengan wajar tanpa pengecualian. Sesudah 10 tahun DJKN, saatnya kita menambah mindset. The minimum foundation seperti tertib administrasi, tertib sertifikasi dan valuasi adalah non negotiable. Kini kita harus mulai beranjak dengan suatu mindset baru yang disebut how to manage the asset, optimalisasi asset yang kita kelola. Mindset baru DJKN sebagai manajer asset. Tapi itu bukanlah tanpa risiko. Risiko pertama adalah terkait dengan integritas. Sekalipun 99% jajaran DJKN adalah orang-orang yang berintegritas, berkomitmen, dan memiliki profesionalisme tinggi, jangan biarkan yang 1% merusak yang lain dan organisasi DJKN itu sendiri.

Kini diperlukan kemampuan untuk melihat suatu opportunity. Tidak saja the best and the highest use valuation, tapi bagaimana kita berfikir aset itu berguna untuk masyarakat. Karena itu perlu tata kelola yang baik. Kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diperlukan guna membangun suatu prinsip tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita dituduh korupsi karena kita tidak memiliki prinsip tata kelola yang baik. Hal ini bisa membuat kita takut sehingga membuat atau membiarkan banyak asset menjadi sia-sia. Hal ini tidak termaafkan bagi DJKN. Mutlak bagi DJKN secara kelembagaan aktif membangun prinsip tata kelola yang disepakati dengan para auditor dan penegak hukum sehingga hal itu tidak menjadi alasan yang menghalangi kita untuk menggunakan dan memanfaatkan asset bagi kepentingan negara dan masyarakat kita secara optimal.

Usia DJKN memang baru 10 tahun. Namun usia tersebut merupakan momentum yang tepat untuk meletakkan pondasi-pondasi baru. Penting bagi jajaran DJKN mendeklarasikan bahwa sebagai manajer aset yang berintegritas adalah suatu kebanggaan yang melahirkan suatu harga diri (dignity) yang tidak ternilai harganya. Jangan pernah memperjualbelikan harga diri ini. Integritas dan harga diri ini melahirkan suatu kepercayaan diri untuk mengelola seluruh asset milik Indonesia dengan optimal tanpa ada perasaan takut aparat penyidik akan mencurigai. Aset negara yang telah dinilai sebesar 5.200 triliun hanya sebagian kecil dari integritas dan harga diri itu.

Sepuluh tahun ke depan kita harus sudah menuntaskan inventarisasi dan assestment terhadap sumber daya alam. Sumber daya perikanan, pertambangan, material bumi, dan mineral kekayaan alam Indonesia harus kita ketahui nilainya agar dapat dipetakan pemanfaatannya secara berdaya guna dan berhasil guna. Bahkan aset negara sebesar 5.200 triliun itu sebenarnya hanya nilai buku pada neraca, nilai pasarnya seharusnya juga kita ketahui dengan melakukan revaluasi.

Sepuluh tahun ke depan, DJKN harus sudah menjadi revenue center di mana DJKN sudah mampu membukukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang signifikan melalui pemanfaatan asset negara yang optimal, berkesinambungan, berdasarkan basis data yang akurat, terprogram, dan dapat dimonitor oleh pihak pengambil keputusan atau pada level pimpinan pusat. Hal ini harus ditunjang basis data seluruh kekayaan negara baik kekayaan negara yang diperoleh dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), kekayaan negara lainnya, maupun kekayaan yang berasal dari sumber daya alam.

DJKN harus sudah dianggap atau dilabeli sebagai sebuah entitas revenue center penting yang tidak dapat dipandang sebelah mata lagi karena mampu membukukan penerimaan negara yang menyamai bahkan melampaui penerimaan negara yang diperoleh unit eselon 1 lainnya. Sepuluh tahun ke depan, gagasan revenue center bukan sekedar semangat atau ghirah bagi jajaran DJKN, tetapi sudah terealisasi bahkan melekat erat sebagai budaya organisasi DJKN.

Sepuluh tahun ke depan, DJKN juga harus meningkatkan dampak positif kekayaan negara yang dipisahkan pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagi kesejahteraan masyarakat dengan menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan yang memberikan manfaat atau keuntungan yang sama atau sesuai best practices yang berlaku. Pengelolaan kekayaan negara yang dipisahkan yang selama ini dilakukan oleh BUMN pun harus ditingkatkan kualitasnya. DJKN harus berperan lebih aktif untuk mendorong BUMN mengelola kekayaan negara yang dipisahkan itu guna memberikan hasil/manfaat yang lebih optimal bagi kesejahteraan rakyat.

Sepuluh tahun ke depan, pengurusan piutang negara dan lelang juga harus sudah banyak berbenah diri. Sekalipun sudah banyak inovasi terkait pemanfaatan teknologi Informasi khususnya dalam pelayanan lelang, misalnya penerapan e-auction, DJKN tidak boleh berpuas diri. Sampai kapan pun DJKN ini tidak memiliki ruang untuk birokrat dan penyelenggara negara yang cepat berpuas diri. Penerapan teknologi dan digitalisasi produk-produk lelang dan pengurusan piutang negara harus terus diperbaiki, penyempurnaan dan penyederhanaan proses bisnis serta kemudahan-kemudahan yang berorientasi pada kepuasan pelayanan kepada para pemangku kepentingan (stakeholder).

Sepuluh tahun ke depan, DJKN selayaknya sudah menjadi organisasi yang dewasa dan matang. Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Kementerian Keuangan : Integritas, Profesionalisme, Sinergi, Pelayanan, dan kesempurnaan, keseluruhan sumber daya manusia DJKN sudah berada pada tingkatan ma’rifatnya yang senantiasa bekerja dengan tulus dan ikhlas mengukir prestasi yang membanggakan yang pada akhirnya dapat dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia.




Video
Stay up to date
Stay connected