Bersinergi untuk DJKN Menjadi Revenue Center

16 Oktober 2017 - 13:14     Deta Novian Anantika Putra    djkn10tahun

Oleh: T. Ima Putri Oktavia - KPKNL Banda Aceh

 

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) merupakan organisasi yang memiliki visi menjadi Pengelola Kekayaan Negara yang professional dan akuntabel. Dalam hal ini, DJKN dituntut untuk mampu menjadi organisasi yang memberikan kepuasan kepada publik dalam lingkup Pengelolaan Kekayaan Negara sesuai dengan amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia. Berkaitan dengan hal tersebut, DJKN terus berusaha melakukan perubahan dan pengembangan ke arah yang lebih baik dalam segala lini organisasi. Salah satu bentuk implementasi pengembangan dalam DJKN adalah menjadikan DJKN sebagai Revenue Center yang mampu memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara melalui Pengelolaan Kekayaan Negara yang optimal.


Revenue Center merupakan pengembangan DJKN yang membutuhkan penguatan dan penajaman tugas dan fungsi organisasi, penyempurnaan kebijakan terkait, penyederhanaan proses bisnis yang dijalankan, serta peningkatan kapasitas SDM. Adapun keempat aspek tersebut merupakan kunci keberhasilan untuk dapat mewujudkan DJKN sebagai Revenue Center, yang mampu memberikan manfaat dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak, di masa mendatang.


Penguatan dan penajaman tugas dan fungsi DJKN serta penyempurnaan kebijakan diperlukan sebagai pondasi dalam mengelola organisasi. Tugas dan fungsi DJKN yang pada awalnya sebagai administrator asset ditajamkan menjadi manager asset, yang kemudian diperkuat dengan aturan dan kebijakan terkait, akan memberikan kewenangan lebih kepada DJKN dalam menatausahakan dan mengelola Kekayaan Negara dengan lebih optimal. Dalam hal ini, DJKN bukanlah organisasi yang hanya diberikan hak untuk mengadministrasikan Kekayaan Negara, tetapi juga sebagai organisasi yang berhak penuh untuk mengelola Kekayaan Negara sehingga Kekayaan Negara tersebut tidak hanya membebani Negara melalui biaya-biaya untuk mengelolanya, tetapi juga mampu memberikan pemasukan bagi Negara melalui pemanfaatannya.


Penyederhanaan proses bisnis dan peningkatan kapasitas SDM merupakan aspek yang tidak kalah penting dari dua aspek sebelumnya. Proses bisnis yang tidak berbelit dan tidak menyulitkan merupakan harapan publik yang harus diwujudkan. Oleh karena itu, DJKN harus mampu menciptakan proses bisnis terkait Pengelolaan Kekayaan Negara yang sederhana dan sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Selain daripada itu, dukungan dan kapasitas
SDM yang mumpuni dalam menjalankan organisasi akan semakin memperkuat organisasi. Peningkatan kapasitas SDM tersebut dapat dilakukan dengan pendidikan dan pelatihan terkait dengan proses bisnis yang dijalankan. Adapun dukungan SDM dapat terwujud dalam hal keterbukaan atas perubahan yang dilakukan organisasi dan ikut berkontribusi dalam perubahan tersebut.


Pengimplementasian keempat aspek tersebut haruslah dilakukan dengan sinergi, sistematis, dan terstruktur. Dalam hal ini tidak ada aspek yang dianggap lebih penting atau kurang penting, sehingga semuanya harus berjalan beriringan dan saling mendukung satu sama lain. Semuanya harus dapat dijalankan dengan tujuan yang sama, yaitu menjadikan DJKN sebagai Revenue Center.


Revenue Center adalah DJKN 10 tahun ke depan. Bukan lagi hanya sekedar harapan, tetapi telah menjelma menjadi perwujudan. Bukan lagi hanya memberikan sedikit kontribusi kepada Negara, namun telah memberikan kontribusi yang signifikan. Menjadikan DJKN sebagai Revenue Center adalah tugas kita bersama dan menjadi bagian dalam perubahan dan pengembangannya adalah suatu kebanggaan. One team, one spirit, one goal.




Video
Stay up to date
Stay connected