Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4, Jakarta 10710

METAMORFOSIS DIRI PEGAWAI DJKN MENYONGSONG TRANSFORMASI KELEMBAGAAN KEMENKEU

By: Deta Novian Anantika Putra | Posted On: 2016-06-21 14:27:24

Dalam bahasa Inggris transformasi berasal dari kata “transformation” yang artinya adalah perubahan. Tujuan transformasi Kemenkeu diantaranya adalah memperbaiki proses bisnis pelayanan kepada stakeholder sehingga lebih efisien. Selain itu, untuk ke depan akan membuat struktur organisasi Kemenkeu yang lebih ramping atau fit for purpose, juga pemberdayaan dari sisi SDM untuk lebih inovatif menuju kualitas yang lebih baik.

Sebagai pegawai DJKN, kita setidaknya harus mempersiapkan diri dalam menyongsong transformasi kelembagaan, sehingga tidak hanya organisasi Kemenkeu saja yang berubah namun setiap individu harus berubah (metamorfosis) menuju kualitas yang lebih baik. Berikut ini adalah sebagian persiapan yang harus dilakukan oleh pegawai DJKN dalam ikut berpartisipasi dan menyongsong transformasi kelembagaan Kemenkeu.

Ikuti Perkembangan dan Terlibat

Tidak semua pegawai DJKN mengerti atau memahami secara utuh tentang Transformasi Kelembagaan. Sebagian malah memahaminya sebagai penggabungan beberapa unit eselon 1 Kemenkeu, sehingga jika informasinya tidak lengkap maka akan membuat si pegawai menjadi kontraproduktif atau apatis. Transformasi kelembagaan Kemenkeu bukan semata penggabungan beberapa unit eselon 1 Kemenkeu, namun memiliki tujuan yang lebih besar, salah satunya akan menjadikan Kemenkeu menjadi lembaga yang lebih kompetitif dalam persaingan global.

Oleh karena itu supaya tidak salah dalam memahami, maka setiap pegawai DJKN hendaknya mengikuti perkembangan Transformasi Kelembagaan Kemenkeu setiap saat dengan cara mengakses informasi yang tersedia sehingga memperoleh informasi yang cukup. Lebih baik lagi jika ikut terlibat dalam proses Transformasi Kelembagaan misalnya dengan ikut menjadi Duta Kekayaan Negara atau dengan menghasilkan karya inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi organisasi.

Selalu Mengupgrade Keahlian (Skill)

Transformasi kelembagaan ke depannya sangat memperhatikan kualitas SDM yang lebih baik, oleh karena itu setiap pegawai DJKN harus senantiasa mengembangkan diri untuk lebih berkualitas baik itu untuk hard skill maupun soft skillnya. Untuk mengupgrade skill, bisa dilakukan secara formal baik itu ikut perkuliahan maupun diklat-diklat yang diadakan oleh Pusdiklat KNPK, bisa juga dengan cara belajar mandiri melalui buku-buku maupun kursus yang diadakan di luar organisasi.

Baik itu hard skill maupun soft skill keduanya sangat penting bagi pegawai DJKN dalam menyongsong Transformasi Kelembagaan Kemenkeu. Berdasarkan beberapa pendapat ahli dan hasil penelitian memang soft skill memegang peran yang lebih besar dibandingkan dengan hard skill. Namun baik itu hard skill maupun soft skill keduanya sama-sama penting dalam menunjang pelaksanaan tugas pekerjaan.

Peka Terhadap Perubahan

Setiap saat perubahan pasti terjadi dalam segala hal, oleh karena itu setiap pegawai DJKN harus memiliki kepekaan terhadap perubahan yang ada, sehingga dapat mengikuti dan mengantisipasi perubahan itu. Individu dan organisasi yang tidak mampu mengantisipasi kondisi perubahan maka akan tergilas dalam persaingan. Sesuatu yang yang tampak nyata saat ini adalah moda transportasi berbasis online, yang bisa menggerus keberadaan angkutan transportasi konvensional.

Ini terjadi karena si empunya tidak mampu mengantisipasi perubahan pada jaman digitalisasi sehingga tidak mampu bersaing dengan transportasi yang berbasis online. Setiap organisasi dan individu di dalamnya harus peka terhadap perubahan yang terjadi sehingga bisa menciptakan inovasi baru untuk menciptakan daya saing yang lebih baik terhadap kompetitor. Peka terhadap perubahan dan pengelolaan manajemen perubahan merupakan hal kunci menghadapi persaingan global.

Tidak Anti Perubahan

Ini yang harus dimiliki setiap pegawai DJKN yaitu tidak anti atau elergi terhadap perubahan, karena kita tau bahwa perubahan merupakan sebuah “keniscayaan” yang memang harus terjadi. Jangan takut atau alergi terhadap perubahan, justru kita harus mendukung terjadinya perubahan ke arah positif. Setiap individu DJKN harus punya mindset positif terhadap Tranformasi Kelembagaan Kemenkeu, hal ini bisa terjadi jika pengertian dan pemahaman terhadap Transformasi Kelembagaan dapat diperoleh secara utuh.

Dinamika perekonomian global menuntut Kemenkeu menjadi lembaga pemerintah yang lebih efisien mampu menjawab tantangan perubahan jaman. Oleh karena itu sebagai insan DJKN harus memiliki mindset positif terhadap Transformasi Kelembagaan Kemenkeu. Mari kita menjadi bagian dari proses perubahan itu sekaligus berpartisipasi sesuai dengan kapasitas kita masing-masing menuju Kemenkeu yang akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif di abad ke-21.

Share this post: