KPKNL Ternate
Berita DJKN

Kofi Nitaika: Diskusi Lelang KPKNL Ternate dengan Perbankan Maluku Utara

Rabu, 17 Juli 2019   |   32 kali

Ternate – Dalam pelaksanaan lelang, hubungan kerjasama antara KPKNL Ternate dengan pihak perbankan telah terjalin sejak lama, terutama terkait Lelang Hak Tanggungan. Sebagai bentuk apresiasi dan refleksi atas kerjasama tersebut, KPKNL Ternate mengadakan diskusi dalam balutan coffee morning bertajuk Kopi Nitaika pada hari Selasa (16/7). Diskusi tersebut dilaksanakan di Fort Oranje yang merupakan salah satu situs bersejarah di Kota Ternate. Diskusi ini terselenggara berkat kerjasama antara KPKNL Ternate dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara. Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Aloysius Yanis Dhaniarto, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Dwi Tugas Waluyanto, bertindak sebagai pembicara utama dalam diskusi ini.

Pada kesempatan pertama, Dwi Tugas Waluyanto memberikan pemaparan singkat terkait kondisi ekonomi dan industri perbankan di Maluku Utara. Dalam sambutan singkatnya, Dwi menyoroti pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara yang cukup tinggi, dimana pada tahun 2018 ekonomi Maluku Utara mampu berakselerasi sebesar 7,92%. Angka ini jauh lebih tinggi dari angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,17%. Pertumbuhan kredit perbankan mencapai 25%, hal ini merupakan hal yang cukup menggembirakan. Akan tetapi, tantangan berat mulai menghampiri kondisi perekonomian Maluku Utara terutama akibat menurunnya harga komoditas. Ekonomi Maluku Utara masih bergantung pada sektor komoditas terutama kopra sehingga jatuhnya harga komoditas menyebabkan industri komoditas di Maluku Utara beresiko mengalami kesulitan keuangan. Hal ini dapat memberikan dampak yang kurang baik terhadap kinerja kredit usaha terutama dalam kaitannya dengan pertumbuhan kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL). Lelang Hak Tanggungan menjadi salah satu jalan keluar meringankan beban kinerja kredit akibat NPL, sehingga Dwi mengharapkan pihak perbankan di Maluku Utara dapat memanfaatkan layanan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Pertumbuhan pelaksanaan lelang hak tanggungan di Indonesia cukup signifikan dalam empat tahun terakhir, seperti yang disampaikan oleh Kepala Kanwil DJKN Suluttenggomalut, Aloysius Yanis Dhaniarto. Dalam paparannya, Yanis, begitu beliau biasa disapa, menjelaskan bahwa sejak 2015, pokok lelang hak tanggungan yang dilakukan oleh DJKN selalu berada di atas Rp10 trilyun. Di tahun 2018 pokok lelang yang dihasilkan dari lelang hak tanggungan menyentuh angka Rp18 trilyun. Namun dibalik kabar menggembirakan tersebut masih terdapat hal-hal yang perlu menjadi perhatian terutama terkait produktivitas pelaksanaan lelang hak tanggungan. Secara nasional, dari seluruh lelang hak tanggungan yang dilaksanakan, persentase lelang yang laku hanya berkisar antara 11% hingga 13% pada periode tahun 2016 – 2018. Rendahnya produktivitas lelang juga terjadi di Maluku Utara yang bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti pemasaran lelang yang belum maksimal dan pelaksanaan lelang yang rawan gugatan. Yanis menegaskan bahwa Kanwil DJKN Suluttenggomalut siap bekerjasama dengan pihak perbankan dalam mengatasi seluruh tantangan, permasalahan, dan kendala yang biasa terjadi dalam pelaksanaan lelang demi mengoptimalkan pelaksanaan lelang hak tanggungan, terutama dari sisi produktivitas lelang. Optimalnya pelaksanaan lelang tidak hanya akan menguntungkan bagi pihak perbankan dari sisi kinerja kredit, namun juga dapat berkontribusi terhadap perekonomian nasional dari sisi pendapatan negara melalui bea lelang.

Dalam kesempatan ini, pihak perbankan yang hadir juga diberikan kesempatan untuk bertukar pendapat tentang pelaksanaan lelang hak tanggungan. Beberapa perwakilan dari bank-bank di Maluku Utara menyampaikan pengalaman-pengalaman melakukan pelelangan hak tanggungan serta sejumlah masukan terkait pelaksanaan lelang hak tanggungan. Beberapa isu yang mengemuka diantaranya terkait biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan lelang hak tanggungan, proses penilaian objek hak tanggungan serta masa berlakunya, dan butir-butir dalam regulasi lelang hak tanggungan yang perlu dilakukan kajian. Selain itu, seluruh peserta juga mendiskusikan terobosan-terobosan apa yang perlu dilakukan agar pelaksanaan lelang hak tanggungan bisa semakin baik.

Kakanwil DJKN Suluttenggomalut menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari perbankan Maluku Utara yang telah meluangkan waktu untuk bersama-sama berdiskusi tentang lelang hak tanggungan. Beliau sangat mengapresiasi kolaborasi industri perbankan di Maluku Utara dengan KPKNL Ternate. “Disini saya lihat ada forum koordinasi, forum sinergi, (forum) kolaborasi yang begitu indah. Saya terus terang apresiasi” ujarnya. Yanis berharap kolaborasi yang baik dapat berlanjut tidak hanya terkait pelaksanaan lelang tetapi juga di bidang-bidang lain.

Foto Terkait Berita
Pengumuman
Kontak
Jl. Yos Sudarso No. 2 Ternate - 97712
(0921) 3125400
(0921) 3122761
kpknlternate@gmail.com