Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 150-991    ID | EN      Login Pegawai
KPKNL Palu
Artikel DJKN

Dua Langkah Sederhana Mitigasi Bencana Secara Mandiri

Selasa, 19 Januari 2021   |   160 kali

    Mengawali tahun 2021, selain masih dalam situasi pandemi, Indonesia juga dihadapkan dengan serangkaian bencana alam yang menimpa. Tidak jarang bencana alam yang terjadi menimbulkan banyak kerugian dan membahayakan hidup masyarakat.

    Terdapat berbagai penelitian yang menerangkan mengapa banyak terjadi bencana alam di Indonesia. Seperti tercantum di laman milik Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar,  letak geografis Indonesia yang berada tepat pada pertemuan tiga lempeng besar dunia yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik yang menjadikan Indonesia menjadi Jalur Gempa Bumi Dunia, dan juga Cincin Api Pasifik yang melewati wilayah Indonesia1 membuat aktivitas gunung berapi menjadi yang cukup aktif di dunia.

    Menyikapi fakta tersebut, masyarakat Indonesia wajib memiliki kewaspadaan akan bencana alam dan juga membekali diri dengan pengetahuan mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila bencana tersebut sewaktu-waktu terjadi. Memahami kondisi geografis dan merancang rencana darurat adalah dua langkah utama dalam mitigasi bencana alam. Detail langkah dipaparkan sebagai berikut:

1.      Pelajari Kondisi Geografis Wilayah di Sekitar Tempat Tinggal

    Langkah ini merupakan langkah yang penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Hal-hal apa saja yang perlu kita pelajari? Kita bisa mulai dengan memperhatikan bentang alam wilayah sekitar, seperti perbukitan, lembah, dataran rendah, pegunungan, dan lain-lain.

    Sebagai contoh, apabila letak tempat tinggal kita berada di lereng gunung, maka bisa mencari tahu tentang intensitas aktivitas vulkanis gunung tersebut, informasi seperti ini bisa diakses pada berbagai sumber.

      Namun menurut Penulis, langkah tersebut tergolong cukup sulit dilakukan oleh orang yang masih awam. Langkah lainnya yaitu kita bisa menelusuri sejarah bencana alam yang pernah terjadi di wilayah tempat kita tinggal. Kita perlu menyadari bahwa bencana alam yang terjadi di suatu wilayah, terjadi cenderung berulang dan mengikuti bentuk bentang alamnya. Seperti bencana alam tanah longsor tentu biasa terjadi di wilayah pegunungan, bukit, ataupun lereng yang curam. Dengan mempelajari kondisi geografis, kita bisa mengetahui kemungkinan bencana yang mungkin   terjadi di sekitar kita.

2.      Merancang Rencana Darurat Bencana Alam

    Setelah mempelajari kondisi wilayah geografis, dan mampu mengetahui bencana alam apa saja yang mungkin terjadi, kita bisa membuat rencana darurat bila bencana alam itu terjadi. Namun, akan lebih baik lagi jika kita juga membekali diri dengan pengetahuan tentang tindakan pengamanan diri yang harus dilakukan berdasarkan jenis bencana alam tertentu secara lebih spesifik. Beberapa poin yang bisa kita catat dalam rencana darurat antara lain:

a.      Mengamankan  Aset dan Barang-Barang Berharga

       Kita bisa menyiapkan tempat penyimpanan khusus untuk menyimpan aset-aset kepemilikan pribadi. Apabila aset tersebut berupa surat berharga, kita bisa menyimpan dalam bentuk softcopy ke dalam drive, cloud, ataupun dropbox. Kita juga bisa memercayakan pengamanan aset tersebut dengan menggunakan deposit boks di bank.

b.      Membuat Daftar Pihak Terkait yang Menangani Peristiwa Bencana

    Mengumpulkan kontak instansi seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan juga Dinas Pemadam Kebakaran akan sangat berguna apabila terjadi bencana. Meskipun dalam keadaan terburuk, kita memiliki pihak yang dapat dipercaya untuk meminta bantuan. Kita bisa memberi tahu lokasi, serta kondisi apabila membutuhkan pertolongan darurat saat terjadi bencana alam.

c.       Memiliki Perlengkapan Siaga Bencana

     Alat paling ringkas untuk menyimpan berbagai kebutuhan saat ini adalah tas. Kita bisa mempersiapkan tas khusus berisi barang barang seperti :

-          Kotak Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K),

-          Persediaan makan dan minum,

-          Pakaian secukupnya,

-          Lampu senter,

-          Pisau lipat,

-          Obat-obatan pribadi,

-          Peta, dan lain-lain.

Apabila barang-barang tersebut kita rasa kurang, maka bisa ditambahkan sesuai kebutuhan. Jangan lupa, sesuaikan kuantitasnya agar selalu mudah untuk dibawa kemana-mana. Posisikan tas ini di tempat yang mudah dijangkau, agar saat terjadi bencana kita dapat dengan mudah dan cepat mengambil tas tersebut sebelum melarikan diri.

          Itu adalah dua langkah yang mungkin akan berguna  dan bisa kita terapkan. Hingga saat ini, belum ada penelitian yang mampu menginformasikan kapan persisnya suatu bencana alam akan terjadi. Sejauh ini, manusia hanya bisa mempelajari fenomena-fenomena alam yang menjadi tanda suatu bencana alam akan terjadi. Oleh sebab itu, kita perlu mempersiapkan diri terhadap segala kemungkinan terjadinya bencana alam.

Penulis    : Angger Dewantara (Seksi Hukum dan Informasi KPKNL Palu)

Referensi:

  [1]dikutip dari laman: http://balai3.denpasar.bmkg.go.id/tentang-gempa#:~:text=Indonesia merupakan daerah rawan gempabumi,lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik.&text=Lempeng Indo-Australia bergerak relatip,bergerak relatip ke arah barat [diakses pada 18/01/2021]

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.
Kontak
Jl. Prof. Moh. Yamin No. 55 Palu - Sulawesi Tengah
(0451) 8202737
-
kpknlpalu@kemenkeu.co.id
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami |