Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
KPKNL Malang > Berita
Insan Kehumasan Era Digital, Sajikan Konten Menarik dan Kredibel
Neni Puji Artanti
Rabu, 28 Agustus 2019   |   264 kali

Kegiatan kehumasan merupakan salah satu pilar penting yang menjadi penunjang utama sebuah organisasi. Meningkatkan kesadaran (awareness) masyarakat, membentuk image organisasi, dan meningkatkan kredibilitas di mata publik adalah salah satu fungsi kehumasan. Terlebih di era informasi teknologi seperti saat ini, masyarakat dibanjiri dengan berbagai informasi dalam waktu yang cepat. Organisasi pemerintah perlu memiliki kanal yang diolah dengan baik guna memberikan informasi yang kredibel tentang kinerja pemerintah. Partisipasi masyarakat merupakan hal yang penting agar pemerintah dapat menyelenggarakan pelayanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Bagaimana kehumasan saat ini? Kehumasan dahulu menggunakan berbagai media seperti website organisasi dan majalah. Namun saat ini di mana seluruh dunia terkoneksi dengan internet, era kehumasan memasuki era yang baru yaitu menggunakan media sosial sebagai media yang paling memiliki keterhubungan (engagement) dengan masyarakat. Pada Tahun 2019, pengguna internet di seluruh dunia sebesar 4,3 miliar orang, pengguna media sosial di seluruh dunia sebesar 3,4 miliar, dan di Indonesia sendiri, menurut Wearesosial, pengguna media sosial sebesar 150 juta orang, sebuah jumlah yang signifikan jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Dengan tingginya penggunaan media sosial di Indonesia, maka media sosial merupakan sebuah kanal yang paling efektif untuk digunakan sebagai media komunikasi antara instansi pemerintah dan masyarakat. Dengan tingginya penggunaan media sosial saat ini, Kanwil DJKN Jawa Timur menyelenggarakan Focus Group Discussion Bidang Kepatuhan Internal dan Hukum Informasi (KIHI) Tahun 2019 dengan tajuk Digital Journalism Toward Excellent Information. Kegiatan yang diselenggarakan pada 22-23 Agustus tersebut salah satu agendanya adalah memberikan pelatikan kepada para insan kehumasan yang ada di KPKNL di Jawa Timur. Menghadirkan Emilia Baharessa, reporter dan produser di TVRI Jawa Timur, Focus Group Discussion membahas tentang bagaimana menjadi presenter dan videografer.

Kepala Bidang KIHI , Irwan Mardianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini yang perlu menjadi konsentrasi kehumasan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara salah satunya adalah menangkal berita hoax terkait pelaksanaan tugas dan fungsinya. Sebagaimana kita ketahui, saat ini marak oknum yang mengambil kesempatan untuk melakukan "penipuan lelang" dengan memanfaatkan media sosial.  Penyajian informasi yang valid dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pelaksanaan lelang merupakan salah satu hal yang menjadi fokus kehumasan DJKN.

Kepala Seksi Informasi, Rudi Hidayat bahwa Kanwil DJKN Jawa Timur berkeinginan agar KPKNL yang ada di Jawa Timur, selain piawai mengolah media sosial berbasis kata seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, para insan kehumasan DJKN Jawa Timur juga piawai mengolah media komunikasi berbasis visual berupa video.

Emilia Baharessa mengajarkan bagaimana tampil menjadi presenter, bagaimana membawakan sebuah acara, dan bagaimana melakukan wawancara yang baik, hal-hal mendasar yang perlu dikuasai oleh reporter di depan kamera. Pose, sikap,peletakan mikrofon, artikulasi, mimik wajah, dan suara adalah hal mendasar yang perlu dimiliki reporter. Setiap peserta dilatih untuk menggunakan suara dari pernafasan perut, pose tubuh yang dapat menghasilkan suara yang memiliki kekuatan, intonasi, dan nada bicara. Tak hanya suara, reporter juga harus dapat menguasai teknik wawancara yang baik. Setiap narasumber memiliki karakternya masing-masing, pun kondisi wawancara yang berbeda. Reporter yang baik harus bisa membaca situasi, harus dapat memetakan karakter dan menentukan gaya/model wawancara apa yang dapat menghasilkan dialog yang baik. Pertanyaan 5W1H merupakan hal dasar yang perlu dikuasai dan diramu oleh reporter agar menghasilkan wawancara yang berkualitas dan informatif. Etika dan sikap seorang reporter merupakan hal yang wajib dipelajari secara terus menerus. Selain pembawaan sebagai seorang reporter, Emilia juga memaparkan teknik sederhana membuat video. Sebuah konten tidak hanya tergantung teknik pembuatannya atau peralatan yang digunakan, namun yang tak kalah penting adalah bagaimana kita memaknai konten tersebut dan bagaimana sebuah pesan dapat kita sampaikan melalui sebuah media. Dalam kehumasan pemerintah misalnya, video selalu harus berdurasi panjang, namun harus tepat sasaran.

Terkait dengan jenis berita, terdapat dua macam berita yaitu hardnews dan softnews. H ardnews merupakan berita penting yang harus disampaikan ke publik dan harus segera dilakukan pemberitaannya. Dalam mengemas hardnews, seorang reporter tidak diperkenankan menambahkan opini atau melakukan kesalahan fakta. Sedangkan softnews adalah berita ringan yang bersifat menghibur namun tetap perlu disajikan. Ada perbedaan penggunaan bahasa, gestur tubuh, dan teknik wawancara pada kedua jenis berita tersebut. Penyampaian informasi melalui media tulis seperti portal, artikel, atau caption instagram memiliki teknik yang berbeda dengan pemberitaan melalui video. Saat ini media yang memiliki penggunaan tertinggi adalah media sosial. Sasaran pemberian informasi oleh pemerintah merupakan masyarakat yang kebanyakan adalah generasi millenial. Media Pemerintah juga perlu beradaptasi agar informasi dapat diterima dengan baik dan menghasilkan keterlibatan (engagement) yang tinggi dengan masyarakat. T

Pelaksanaan tugas dan fungsi sebuah organisasi adalah hal yang membuat sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik. Kehumasan adalah sebuah jembatan untuk menunjukkan eksistensi sebuah organisasi dan jembatan yang menghubungkan sebuah organisasi dengan pengguna jasanya. Dari kehumasan, pengguna jasa dan masyarakat pada umumnya dapat mendapatkan informasi yang kredibel dan terhindar dari informasi yang menyesatkan (misleading). Meningkatkan kemampuan kehumasan merupakan hal yang perlu dipelajari terus menerus oleh seluruh aparatur pemerintahan termasuk insan kehumasan di wilayah Kanwil DJKN Jawa Timur. Karena kehumasan merupakan perpanjangan tangan agar masyarakat mengetahui apa yang dilakukan oleh organisasi. Sebagaimana John D. Rockefeller menyampaikan, “Setelah melakukan hal yang benar, hal yang paling penting adalah membuat orang-orang tahu bahwa anda melakukan hal yang benar” (Next to doing the right thing, the most important thing is to let people know you are doing the right thing).

(teks : Neni Puji Artanti )

Foto Terkait Berita
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini