Jl. Lapangan Banteng Timur No.2-4, Jakarta Pusat
 1 50-991    ID | EN      Login Pegawai
 
KPKNL Biak > Kilas Peristiwa
SEBUAH NUKILAN KISAH “SU TA TINGGAL DI BIAK NUMFOR”
Ardiansyah Noor Ilham
Minggu, 23 Agustus 2020   |   195 kali

Bagian terberat dari sebuah kisah perjalanan manusia adalah perpisahan. Kesediaan meninggalkan masa lalu yang tiada di masa depan. Belajar dari semua yang telah terjadi dan mencoba mengerti dan memahami makna perjalanan hidup. Bahwa jawabannya adalah tak akan ada yang abadi dan tak akan selalu dengan terus bertahan terhadap sesuatu, melainkan dengan rela melepaskan genggaman lama menjadi rangkaian kisah klasik untuk dikenang dan menyongsong sebuah kesempatan baru di masa depan.

Seperti halnya dengan kebijakan mutasi yang memindahkan para pegawai dari suatu unit lama ke unit yang baru, bertujuan untuk terjadinya relaksasi tugas dan pemerataan kesempatan, terutama kepada pegawai yang sekian lama berada jauh dari home base. Hal ini menjadi salah satu konsen yang berimplikasi bagi kesehatan organisasi, keberadaan human resources perlu diakomodir kebutuhannya demi terwujudnya capaian kinerja organisasi yang optimal dan berkualitas.

Beberapa waktu lalu DJKN mengeluarkan Kepdirjen terkait mutasi pegawai, pergerakan massal terjadi dari ujung barat hingga ujung timur, ratusan pegawai yang telah memenuhi batas waktu di unit lama berpindah ke unit baru. Selain itu, Kepdirjen juga mengeluarkan keputusan penempatan bagi pegawai baru yang sebelumnya melakukan On Job Training di Kantor Pusat DJKN dan di lingkup Kanwil DJKN DKI.

Kepdirjen tersebut menjadi momentum indah bagi Sony, Ardiansyah, dan Grave, setelah sekian lama mengabdikan kerja dan karya di KPKNL Biak. Nuansa trustly and qualify mengemuka pada periode mutasi ini, kepercayaan dan keyakinan Kantor Pusat DJKN memindahkan ketiga pegawai tersebut dari zona paling ujung timur ke zona utama menjadi bukti bahwa KPKNL Biak selalu dan akan terus berkontribusi menghasilkan pegawai yang berkompeten dan memiliki integritas.

Selanjutnya kepada Sonny, Ardiansyah, dan Grave, Keluarga besar KPKNL Biak menyampaikan rasa terima kasih yang luar biasa atas kontribusi, kerja nyata dan karya selama masa penugasan. Pada ceremony pelepasan yang diadakan secara sederhana di Aula KPKNL Biak, Pimpinan KPKNL Biak Bapak Muthoharul Janan berpesan agar tetap memberikan yang terbaik dimanapun berada dan jadilah bukti bahwa keluaran SDM KPKNL Biak memiliki kemampuan dan kehandalan kinerja yang mumpuni.

…Anda bertiga merupakan cerminan keberadaan kami disini, baik yang anda perbuat akan berdampak baik buat kami disini, begitupun sebaliknya. Seyogyanya berbuatlah yang pantas dan layak sesuai norma dan aturan organisasi, tingkatkan kompetensi, membangun hubungan positif serta berkontibusi optimal pada kerja dan karya...”

 

Seiring waktu, dari batas samudera pasifik bagi Sonny Ariesta, Ardiansyah Noor Ilham, dan Andy De Grave memulai nukilan kisah pengabdian untuk negeri. Di Gedung KPKNL Biak yang bukan sekedar kantor untuk bekerja namun manjadi rumah sebagai tempat persinggahan yang nyaman berbagi keluh kesah, sedu sedan, dan kebahagiaan dalam kebersamaan walau penuh dengan perbedaan. Kami mengiringi menuju bandara bukan untuk sekedar melepas kepergian, namun lebih dari itu kami yang masih disini memastikan bahwa “Ko Pu Hati Su Ta Tinggal di Biak Numfor”. Su Ta Tenggelam di putihnya pasir Pantai Anggopi dan birunya air Danau Samares serta riuhnya air laut Batu Picah.

Selamat jalan saudara, selamat jalan sahabat. Dinding kantor yang saling diam tak akan enggan untuk mengenang torehan kerja dan karyamu, yang menjadi saksi dan berucap, “…akan aku buang semua bagian sedih dan menyakitkan antara kita dan hanya menyisakan semua bagian yang indah saja, agar suatu hari nanti aku bisa tersenyum teringat nukilan kisah klasik tentang keberadaanmu..”.

Keluarga Besar KPKNL Biak 

Foto Terkait Kilas Peristiwa
Peta Situs | Email Kemenkeu | FAQ | Prasyarat | Wise | LPSE | Hubungi Kami | Oppini