KPKNL Bekasi
Kilas Peristiwa DJKN

BUKA BERSAMA KESEMPATAN BERBAGI DENGAN YATIM PIATU

Kamis, 16 Mei 2019   |   0 kali

Bekasi – Puasa atau saum dalam bahasa Arab berarti “menahan”. Berpuasa, sebagaimana kita ketahui, adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan oleh seseorang untuk menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa itu sendiri. 

Bagi umat Islam, khususnya orang yang beriman, berpuasa di bulan Ramadan adalah kewajiban karena merupakan salah satu dari lima rukun Islam. Bulan Ramadan yang merupakan bulan suci bagi umat Islam jadi momentum beribadah yang lebihi ntens dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Perintah puasa jelas disebutkan dalam Al Quran yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertakwa.” Hal tersebut diingatkan kembali oleh Ustad Suyono, penceramah dalam acara buka bersama KPKNL Bekasi pada Selasa, 14 Mei 2019. Ustad Suyono dalam tausyiahnya banyak mengingatkan agar kita berpuasa jangan hanya menahan lapar dan haus saja, namun harus dapat menahan diri, mengontrol diri dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela serta dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Lebih lanjut Ustad Suyono menerangkan bahwa terdapat tiga tingkatan puasa. Pertama, mereka yang hanya sebatas tidak makan dan minum serta menahan dari yang membatalkan puasa, tapi ia tidak menjaga anggota badannya dari hal-hal yang makruh dan tercela. Kualitas puasa golongan ini hanya sebatas "menggugurkan" kewajiban. Kedua, mereka menahan dari unsur-unsur yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dan juga menjaga seluruh anggota tubuhnya dari perbuatan yang tercela. Selain itu mereka mampu menjaga lisannya dari perilaku ghibah, matanya tidak digunakan untuk melihat yang haram, misal aurat lawan jenis bukan mahramnya. Ketiga, puasa yang dijalankan oleh mereka yang juga membarenginya dengan penjagaan akal dari berburuk sangka dan hati yang risau, serta menjadikannya untuk selalu berzikir kepada Allah SWT. Dia mencoba untuk membersihkan dan menyucikan jiwanya dari segala perbuatan tercela dan dosa menjaga hati dan pikiran dari hal-hal yang berkaitan dengan dunia, dan menjaganya dari selain Allah SWT secara menyeluruh.

Buka puasa bersama tersebut juga dihadiri oleh Pemimpin PT Bank Mandiri, Tbk. Cabang Bekasi beserta beberapa stafnya. Buka puasa kali ini bertujuan untuk semakin mempererat tali silaturahmi dan kekeluargaan serta sinergi antara KPKNL Bekasi dan PT Bank Mandiri, Tbk. Dalam kesempatan itu dilaksanakan pula pemberian santunan kepada anak-anak yatim dan kaum dhuafa yang berasal dari panti asuhan dan warga di sekitar KPKNL Bekasi. Acara buka bersama tersebut diawali dengan lantunan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan tausyiah oleh Ustad Suyono serta pemberian santunan dan ramah tamah antara PT Bank Mandiri dan KPKNL Bekasi dengan para anak yatim tersebut. Acara ditutup dengan berbuka bersama dan shalat magrib berjamaah.

Pada kesempatan terakhir Partolo Kepala KPKNL Bekasi merasa sangat puas dan bangga terwujudnya buka bersama tersebut. Menurut Partolo, acara buka bersama ini selain dapat meningkatkan silaturahmi dengan salah satu pengguna jasa, dapat juga sebagai ajang berbagi kepada anak-anak yang membutuhkan dan silaturahmi dengan seluruh keluarga besar KPKNL Bekasi.

 

 

Timber kpknl bks

Penulis : ASNUL
Tanggal ditulis : Kamis, 16 Mei 2019
Terakhir diedit : Kamis, 16 Mei 2019
Foto Terkait Kilas Peristiwa
Pengumuman
Kontak
Jl. Sersan Aswan No. 8 D Bekasi - 17113
(021) 8808888
(021) 8803832
kpknl_bekasi@yahoo.co.id