Berita Media DJKN

Peringkat Danareksa Bakal Terkerek Positif

Rabu, 20 Februari 2019 pukul 13:59:11   |   65 kali

Jakarta - Setelah merampungkan pembentukan holding BUMN Infrastruktur, selanjutnya dalam waktu dekat pemerintah bakal membentuk holding BUMN Jasa Keuangan. Merespon kebijakan tersebut, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memiliki penilaian sendiri.

Kata analis Pefindo, Danan Dito, apabila pemerintah telah menerbitkan peraturan tentang holding BUMN Jasa Keuangan, maka akan membuat peringkat PT Danareksa (Persero) naik. Pasalnya, perseroan akan memiliki profil kredit yang lebih kuat dibandingkan dengan anak perusahaan Danareksa saat ini. \'

Disampaikannya, pada periode 5 Oktober 2018-1 Oktober 2019, peringkatDa-nareksa berada di level idA untuk perusahaan dan Obligasi berkelanjutan I Tahap 11-2014 dengan prospek sta-bil/\'Peringkat dapat berada
dalam tekanan, jika profil keuangan Danareksa mengalami penurunan lebih lanjut, terutama untuk indikator profitabilitas atau ada penundaan berkepanjangan dari transformasi menjadi perusahaan induk jasa keuangan,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, dia menuturkan, bila pembentukan holding BUMN Jasa Keuangan tertunda, maka a-kan berpotensi membuat peringkat utang perseroan tertekan. Menurutnya, peringkat idA dengan outlook stabil menegaskan bahwa transisi Danareksa menjadi Holding BUMN Jasa Keuangan akan terus berlanjut

"Danareksa dapat mempertahankan posisi bisnis yang didukung oleh bisnis manajemen investasi dan potensi sinergi yang kuat dengan BUMN lain," jelasnya.

Selain itu, dirinya menilai bahwa divestasi anak usaha Danareksa tidak akan mengganggu bisnis perseroan secara keseluruhan dalam jangka menengah.

"Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang," terangnya.

Danan menyebutkan, peringkat idA mencerminkan adanya dukungan kuat dari qemerintalun/isisi Dianis yang kuat serta likuiditas dan fleksibilitas keuangan Danareksa yang memadai. "Namun, peringkat itu dibatasi oleh profil profitabilitas yang di bawah rata-rata dan kondisi pasar modal yang fluktuatif," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Soemarno pernah bilang, holding BUMN Jasa Keuangan ditargetkan ram-pungpadakuartall-2019.PT Danareksa digadang-gadang bakal menjadi Induk usaha perusahaan pelat merah tersebut

Sementara Direktur U-tama Danareksa, Arief Budiman, mengatakan, pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari pemegang saham yakni Kementerian BUMN.

Arief mengaku belum bisa membeberkan secara rinci persiapan menjadi induk holding BUMN Jasa Keuangan, namun kurang lebih sama seperti pembentukan holding BUMN Pertambangan yang dipimpin oleh Inalum.

"Persiapan sama kayak waktu holding pertambangan Inalum, sama aja. Kan aksinya dari pemegang saham," kata Arief.
bani

Sumber : 20 Februari 2019
Tanggal diunggah : Rabu, 20 Februari 2019 pukul 13:59:11
Terakhir diedit : Rabu, 20 Februari 2019 pukul 14:06:20