Bimbingan Teknis: Upaya Wujudkan Pengelolaan BMN 3T


Diunggah oleh : Brana Pandega Tanggal : 13 Juni 2013 Update : 13 Juni 2013, pukul 09:10 Dibaca : 20 kali
Bimbingan Teknis: Upaya Wujudkan Pengelolaan BMN 3T

Jakarta – Menindaklanjuti temuan BPK atas pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) pada Kementerian/Lembaga (K/L) dan untuk meminimalkan permasalahan teknis dalam pengajuan permohonan pengelolaan BMN oleh pengguna barang kepada pengelola barang, Direktorat BMN-DJKN menyelenggarakan bimbingan teknis peraturan pengelolaan BMN tahun 2013 tahap I di Hotel Merlynn Park pada tanggal 11 sampai dengan 12 Juni 2013. Kegiatan  bimbingan teknis dimaksudkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pengelolaan BMN pada K/L dan rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Direktorat BMN. Pada tahun 2013, Direktorat BMN menyelenggarakan bimbingan teknis yang dibagi ke dalam 2 tahap. Masing-masing tahap diikuti oleh perwakilan dari 30 K/L.

Acara dibuka oleh Kepala Sub Direktorat BMN II Asep Suryadi mewakili Direktur BMN yang berhalangan hadir, dilanjutkan dengan ceramah kebijakan pengelolaan BMN. Dalam ceramahnya, Asep Suryadi menyampaikan beberapa current issues seperti road map sertipikasi BMN berupa tanah yang akan dilakukan secara bertahap sampai tahun 2015, rencana revisi beberapa peraturan, baik yang telah habis masa berlakunya maupun yang materinya perlu diperbarui, serta penyusutan BMN yang akan dimulai pada semester I 2013. “Nilai BMN pada Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2012 (audited) menembus angka RP2.000 triliun, namun terhadap nilai BMN tersebut belum dilakukan penyusutan” terangnya. Para peserta menanggapi dengan penuh antusiasme. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan dan juga masukan yang disampaikan.

Lebih lanjut Asep Suryadi menjelaskan bahwa tujuan akhir dari keseluruhan proses pengelolaan BMN adalah tercapainya kondisi 3T yaitu: tertib administrasi, tertib hukum dan tertib fisik. Tertib administrasi diwujudkan dengan melakukan koreksi jumlah dan nilai BMN sebagai hasil dari inventarisasi dan penilaian, implementasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi BMN (SIMAK BMN) serta penyusunan laporan barang yang lengkap dan andal. Tertib hukum diwujudkan dengan dokumen kepemilikan BMN yang sah serta penyelesaian aset hilang atau tidak ditemukan. Tertib fisik diwujudkan dengan penggunaan dan pemanfaatan BMN oleh pihak yang berwenang serta penghapusan aset rusak berat. Diharapkan, dengan mengikuti acara ini para peserta dapat memiliki kemampuan dan kualitas yang cukup di bidang pengelolaan BMN, sehingga pengelolaan BMN 3T dapat terwujud.

  
Selain materi tentang penyusutan BMN yang merupakan hal baru dalam proses pengelolaan BMN, pada acara tersebut disampaikan pula materi-materi terkait penggunaan BMN, pemanfaatan BMN, pemindahtanganan BMN, penghapusan BMN, pengelolaan BMN dekonsentrasi dan tugas pembantuan, pengelolaan BMN rumah negara, pengelolaan BMN idle, serta pengawasan dan pengendalian BMN. Sebelum penyampaian materi, para peserta diwajibkan mengikuti pre-test untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan peserta tentang pengelolaan BMN sebelum mengikuti bimbingan teknis. Kemudian setelah seluruh materi disampaikan, para peserta kembali diwajibkan untuk mengikuti post-test untuk mengetahui efektivitas bimbingan teknis yang dilaksanakan. (MLi/TJ)

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :