Berita DJKN

Gelar Webinar, CTO bagi Kiat Agar Pegawai Kemenkeu Tetap Nyaman dan Produktif saat WFH

Senin, 18 Mei 2020 pukul 15:07:58   |   92 kali

Bekerja dari rumah atau di luar kantor tentunya memerlukan beberapa penyesuaian agar tetap produktif dan tidak mudah terdistraksi. Tempat bekerja dan fasilitas rumah yang bercampur baur dengan aktivitas keluarga lainnya, hingga kursi dan meja yang kurang nyaman, dapat menganggu kelancaran proses kerja yang dilakukan. Oleh karena itu, pada Senin (18/5), Central Transformation Office (CTO) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelar webinar Bincang Transformasi dengan tema Rumahku Kantorku, Tips Mengatur Area Kerja di Rumah agar Nyaman dan Produktif saat WFH.

Menurut Arsitek dari Planning and Design Department PT Summarecon Agung Tbk. Lina Cyhthia Dewi, salah satu hal yang sering dikeluhkan seseorang ketika bekerja dari rumah adalah rasa sakit dan letih pada badan. Hal ini ternyata berkaitan dengan isu ergonomis yang dapat dibenahi dengan memperbaiki posisi duduk, memastikan pencahayaan yang cukup, serta mengatur udara, suhu, dan suara hingga mendukung kenyamanan pribadi. “Kemudian, untuk kelelahan dan stress, kita perlu juga melakukan peregangan-peregangan seperti berdiri, mengangkat kaki, merelaksasikan punggung, pinggang, dan kaki,” kata Lina. 

Lebih lanjut, Lina memaparkan enam langkah untuk mempersiapkan WFH. Pertama, hitung perkiraan luas area kerja yang dibutuhkan berdasarkan daftar peralatan kerja yang digunakan. Kedua, tentukan area kerja di rumah yang spesifik dengan preferensi personal. Ketiga, kembangkan kreativitas untuk memaksimalkan benda-benda yang sudah ada di rumah. Keempat, pastikan dokumen tetap tersimpan rapi dengan peralatan yang terdapat di rumah seperti kardus bekas atau kontainer plastik. Kelima, prioritaskan kenyamanan pribadi. Keenam, organisir kebutuhan harian yang mendukung pekerjaan seperti persediaan alat tulis, papan untuk menempel daftar tugas harian, dan sebagainya. 

Apabila pasangan juga bekerja dari rumah, tambah Lina, sebisa mungkin tentukan area masing-masing atau area yang berbeda untuk bekerja. “Namun, jika tidak memungkinkan, siapkan satu ruangan khusus jika diperlukan meeting online,” ujar Lina. Ruangan ini sebaiknya tidak saling berdekatan agar tidak mengganggu saat salah satu atau keduanya berkomunikasi melalui panggilan video atau suara.

Sebagai informasi, Flexible Working Space atau FWS merupakan salah satu bagian dari Program Inisiatif Strategis Reformasi Birokrasi dan Transformasi Kelembagaan (IS-RBTK) The New Thinking of Working (NTOW) yang sudah diinisiasi sejak tahun 2019, sehingga hal ini sejatinya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Kemenkeu. Namun, pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda Indonesia selama hampir tiga bulan belakangan telah mengakselerasi perubahan ini. Awal bulan ini, Kemenkeu juga telah mengeluarkan KMK 223/2020 tentang Implementasi Fleksibilitas Tempat Bekerja (Flexible Working Space) di Lingkungan Kementerian Keuangan.

“Kementerian Keuangan cukup beruntung karena sudah mempersiapkan the new thinking of working sebelum pandemic Covid-19 ini terjadi,” kata Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Organisasi Birokrasi dan Teknologi Informasi selaku Pelaksana Harian CTO Sudarto, yang turut menjadi narasumber pada webinar tersebut. Menurutnya, transformasi digital yang telah dikerjakan selama ini terbukti mampu membuat Kemenkeu cepat beradaptasi dengan kondisi krisis yang tidak pernah diperkirakan sebelumnya seperti Pandemi Covid-19. (nf/humas djkn)

Foto Terkait Berita