Berita DJKN

PT SMF (Persero) Bantu Benahi Kawasan Kumuh di Kota Bukittinggi

Jum'at, 22 November 2019 pukul 09:10:28   |   277 kali

Bukittinggi - PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan pembenahan rumah kumuh terhadap 12 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dihuni oleh 45 jiwa di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

 

Dalam kesempatan tersebut Direktur PT SMF, Trisnadi Yulrisman mengatakan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk komitmen SMF dalam mendukung Program Pemerintah khususnya menangani pemukiman kumuh untuk meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) yang bersinergi dengan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR.

 

Lebih lanjut, Trisnadi menyebutkan bahwa tujuan dari kerja sama ini adalah untuk mewujudkan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif dan berkelanjutan dengan meningkatkan akses terhadap perumahan dan pelayanan di permukiman kumuh perkotaan. Ia juga menambahkan bahwa pentingnya membangun sistem yang terpadu untuk penanganan permukiman kumuh bersinergi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya, serta mengedepankan partisipasi masyarakat.

 

Pembangunan rumah di daerah kumuh tersebut nantinya akan menggunakan dana Bina Lingkungan (BL) SMF yang akan disalurkan melalui Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) yang kemudian dimanfaatkan untuk membenahi RTLH Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang telah di survey sebelumnya.

 

“Program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui ketersediaan hunian yang layak, serta menciptakan lingkungan rumah yang sehat, “ ungkap Trisnadi.

 

Selanjutnya, kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Balaikota Bukittinggi pada Kamis (21/11) tersebut juga turut dihadiri oleh Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan DJKN, Meirijal Nur, Walikota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova, Kepala Dinas PUPR Kota Bukittinggi, Supadria, Kepala KPKNL Bukittinggi, Syukriah HG dan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR yang diwakili oleh Kepala Subdirektorat Kawasan Permukiman Wilayah I, Ignatius Widyananda Wulanedy.

 

Meirijal mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada PT SMF yang telah bekerjasama dan bersinergi dengan Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR dan Pemerintah Kota Bukittinggi dalam upaya mendukung penanganan permukiman layak huni di Kota Bukittinggi.

 

Adapun dalam program ini, PT SMF akan mengalirkan bantuan senilai Rp1 miliar untuk membenahi 12 rumah di 2 kelurahan di Kota Bukittinggi, yakni Kelurahan Aur Tajungkang Tengah Sawah (ATTS) dan Kelurahan Pakan Kurai. Kedua kelurahan tersebut merupakan prioritas di Kota Bukittinggi, berdasarkan Surat Ketetapan dari pemerintah setempat. Kota Bukittinggi sendiri ditetapkan sebagai salah satu dari 11 kota dan kabupaten di Sumatera Barat yang menjadi prioritas Program KOTAKU. Hal ini mengingat Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah destinasi wisata di Indonesia.

 

Sinergi tersebut merupakan realisasi dari penugasan khusus Kementerian Keuangan kepada SMF yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) oleh Walikota Bukittinggi, H.M. Ramlan Nurmatias, Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP) Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Ignatius Widyananda Wulanedy, dan Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman.

 

Program Pengembangan Rumah di Daerah Kumuh ini merupakan salah satu Program Penugasan Khusus Pemegang Saham kepada SMF. Pilot project program ini sudah berjalan sejak Desember 2018 yang direalisasikan melalui perbaikan 14 rumah yang dihuni oleh 71 jiwa di Kelurahan Purwokinanti, Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Selain Program Pengembangan Rumah di Daerah kumuh, dalam memperkuat perannya sebagai SMV dan fiscal tools Pemerintah, SMF juga aktif merealisasikan beberapa program penugasan khusus dari Pemerintah diantaranya yaitu Program KPR SMF Paska Bencana, Program Penurunan Beban Fiskal, dan Program Pembiayaan Homestay di Destinasi Pariwisata Prioritas.

 

Sebagai informasi, PT SMF merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang didirikan tahun 2005 di bawah Kementerian Keuangan, yang mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) untuk membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan. SMF memiliki kontribusi penting dalam menyediakan dana menengah panjang bagi pembiayaan perumahan melalui kegiatan sekuritisasi dan pembiayaan.

 

Selain itu, SMF juga tengah fokus memperkuat perannya sebagai SMV guna menjadi fiscal tools Pemerintah melalui penguatan model bisnis Perseroan. Hal tersebut akan dilakukan melalui peningkatan aliran dana dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan untuk memperluas akses terhadap sumber dana murah jangka menengah panjang. (Crn)

Foto Terkait Berita