Berita DJKN

Rakernas DJKN 2019, Sekretaris DJKN: Digitalisasi Proses Bisnis Tetap Harus Mengutamakan Integritas dan Profesionalisme

Rabu, 24 Juli 2019 pukul 22:04:20   |   691 kali

PurwokertoDirektorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) berkomitmen untuk mengutamakan integritas dan profesionalisme dalam digitalisasi proses bisnis dan budaya kerja organisasi. “Integritas dan profesionalisme tidak dapat disubstitusi oleh teknologi. Teknologi hanya menjadi komplemen, tidak bisa menggantikan,” ujar Sekretaris DJKN Dedy Syarif Usman pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DJKN Tahun 2019 pada Rabu (24/7) di Purwokerto.

Sejalan dengan arahan Menteri Keuangan pada Selasa (23/7) di Semarang, Dedy kembali menekankan bahwa budaya organisasi, sumber daya manusia, dan integritas menjadi hal yang penting dan perlu dipahami oleh seluruh pimpinan di DJKN dalam mengintegrasikan teknologi di dalam proses kerja organisasi.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa dalam Rakernas tahun ini akan dilakukan pembahasan yang lebih spesifik mengenai empat tema yaitu strategi dalam new thinking of working, strategi dalam implementasi modern e-Learning, budaya organisasi dalam mendukung proses digitalisasi, dan aspek legal produk hukum pengelolaan kekayaan negara di Era Digital. Keempat tema ini akan dibahas dalam disksi kelompok kerja (pokja) sehingga akan diperoleh ide-ide terbaik dari masing-masing kelompok.

Sementara itu, Ketua Panitia Rakernas Mohamad Arif Rochman melaporkan bahwa Rakernas DJKN 2019 mengambil tema Transformasi Digital Proses Bisnis dan Budaya Kerja DJKN. “Kegiatan ini merupakan sarana strategis dalam menyatukan persepsi, pikiran, dan langkah DJKN dalam mendukung arah kebijakan Kementerian Keuangan terkait isu tren perkembangan dunia, tantangan revolusi industri 4.0, dan transformasi digital”, tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, peserta Rakernas DJKN juga dikenalkan dengan budaya lokal Banyumasan melalui penampilan tari dan musik daerah. Selain itu, diselenggarakan pula diskusi bersama Budayawan Daerah Ahmad Tohari yang juga seorang pengarang buku “Ronggeng Dukuh Paruk”. Sebagai budayawan, Ahmad Tohari mendukung langkah DJKN untuk menjaga aset negara. “Kita harus menjaga kekayaan negara kita karena itu adalah rahmat Allah”, ujarnya. (Anggit/Faza/Popon/Brilly)


Foto Terkait Berita