Berita DJKN

Karabha Digdaya Catatkan Laba dan Peningkatan Aset Lancar di 2018

Kamis, 20 Juni 2019 pukul 10:13:08   |   312 kali

Jakarta – PT Karabha Digdaya mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam rangka mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2018. RUPS dilaksanakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada Rabu (19/06). Kementerian Keuangan c.q. DJKN merupakan pemegang 100% saham PT Karabha Digdaya yang berasal dari aset eks. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Perusahaan ini bergerak di bidang golf melalui Emeralda Golf Club Cimanggis Depok dan di bidang properti.

Agenda RUPS ini diantaranya  persetujuan dan pengesahan Laporan Tahunan 2018 termasuk pengesahan Laporan Keuangan Perseroan,  penunjukan kantor akuntan publik untuk pemeriksaan Laporan Keuangan Perseroan  Tahun Buku 2019, penetapan penggunaan laba bersih  perseroan tahun buku 2018.

Presiden Direktur PT Karabha Digdaya Arif Wiryawan memaparkan laporan tahunan perseroan tahun buku 2018. Dalam hal pencapaian kinerja keuangan tahun 2018, Arif menyampaikan bahwa Cost Effectiveness dan Cost Efficiency diterapkan secara baik ditinjau dari penurunan realisasi beban lebih besar dari penurunan pendapatan dibandingkan RKAP 2018, dan bahkan lebih kecil dari tahun 2017. Selain itu, total aset dan ekuitas lebih tinggi dibanding RKAP 2018. Pertumbuhan aset tersebut disebabkan oleh peningkatan aset lancar yang dikelola Perseroan sebesar 15,38%.

“Untuk pertumbuhan ekuitas, kenaikan jumlah ekuitas sebesar 2,19% berasal dari menurunnya posisi defisit dari minus Rp 152,8 miliar (tahun 2017-red) menjadi minus Rp 134,9 (tahun 2018-red) karena Persero berhasil membukukan laba neto tahun berjalan di tahun 2018 sebesar Rp 18,0 miliar,” ujar Arif.

Pemaparan Arif dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pencapaian dari bisnis golf dan bisnis estate dari Persero. Dilaporkan bahwa pendapatan dari bisnis golf di 2018 adalah sebesar Rp 87,4 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding pendapatan tahun 2017 dan RKAP 2018. Arif menjelaskan bahwa hal ini disebabkan diantaranya karena adanya reversal dari membership  sebesar Rp 6,7 miliar. “Sekiranya tidak terdapat reversal pun, pendapatan bisnis golf adalah sebesar 80,2 miliar. Masih lebih baik dari tahun 2017,” ungkapnya. Perseroan juga mampu membukukan laba untuk bisnis estate sebesar Rp 1,9 miliar.

Menanggapi laporan pendapatan dari bisnis golf dan estate tersebut, Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatawarta mengingatkan bahwa tidak perlu terlalu agresif dalam melakukan reverse. “Kita tidak mengejar keuntungan semata, tapi kita juga ingin mengejar bersihnya buku-buku itu, bukan hanya sekedar menghapuskan catatan-catatan lama,” kata Isa.

Dalam RUPS ini hadir Purnama T. Sianturi, Direktur Pengelola Kekayaan Negara dan Sistem informasi. Ia menyarankan agar Persero dapat semakin memaksimalkan faktor-faktor penunjang laba. Ia juga mengungkapkan bahwa sebenarnya kunci dari progress perusahaan adalah dari sertifikasi. Oleh karena hal tersebut, Purnama mengimbau pula agar Perseroan dapat memaksimalkan pelaksanaan sertifikasi ini dan tidak melupakan prinsip kehati-hatian, terutama dengan melihat besaran biaya sertifikasi. (Rka,Srr,Uun)

Foto Terkait Berita