Berita DJKN

Dirjen KN Minta PT SMF Jaga GCG

Jum'at, 24 Mei 2019 pukul 15:40:40   |   336 kali

Jakarta- PT Sarana Multigriya Finansial (PT SMF) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dalam rangka mengesahkan Laporan Tahunan Tahun Buku 2018. RUPS dilaksanakan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) pada Jumat, (24/05). Agenda yang dibahas pada RUPS ini diantaranya Persetujuan Laporan Tahunan PT SMF Tahun Buku 2018, Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2018, Penetapan Keputusan Pembayaran Tantiem Kinerja Tahun 2018 Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan Tahun Buku 2019. 

Direktur Utama PT SMF Ananta Wiyogo memaparkan laporan keuangan tahunan PT SMF tahun buku 2018. Dalam pemaparannya Ananta menyampaikan bahwa secara keseluruhan, target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2018 dapat tercapai dengan baik. 

Lebih lanjut Ananta menyampaikan bahwa Laporan Keuangan Persero telah diaudit oleh Kantor Audit Publik (KAP) dengan pendapat ‘Telah disusun, dengan pendapat wajar, dalam semua hal yang material.’ “Pencapaian Balance Scorecard Perseroan 2018, telah terlaksana 23 IKU dengan tingkat pencapaian 108,9%,” terang Ananta. 

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Isa Rachmatarwata selaku kuasa pemegang saham perseroan hadir sebagai pemimpin RUPS. “Kami mengapresiasi kinerja yang dicapai oleh perseroan pada tahun 2018, kami juga melihat upaya yang dilakukan perseroan untuk membantu pemerintah mengurangi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-red),” ujar Isa. Isa mengimbau agar perseroan senantiasa menjaga Good Corporate Governance (GCG).

Sebagai informasi, berdasarkan hasil independent assessment GCG, PT SMF memperoleh nilai sebesar 84,89 dan mencapai kualifikasi ‘Baik’. Hasil nilai ini lebih tinggi dibandingkan dengan independent assessment tahun 2017 yaitu sebesar 81,17.

Di akhir RUPS, Notaris Emmi Susilowati menyampaikan hasil keputusan RUPS yakni, menyetujui dan mengesahkan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2018, mengesahkan Laporan Keuangan program Kemitraan dan Bina Lingkungan Tahun Buku 2018, memberikan pelunasan dan pembebasan sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh direksi dan dewan komisaris. Menyetujui penggunaan laba bersih perseroan tahun buku 2018, untuk dialokasikan sebagai cadangan umum sebesar 10% dengan nilai Rp 44 miliar.  Penetapan tantiem atas kinerja tahun 2018 ditetapkan secara terpisah oleh pemegang saham secara sirkuler. 

Hadir dalam RUPS ini  Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan Dedi Syarif Usman, Tenaga Pengkaji Restrukturisasi Privatisasi dan Efektivitas DJKN Arik Haryono, perwakilan Kantor Akuntan Publik, dan staff DJKN. (Mon-Tas-Un)


Foto Terkait Berita