Berita DJKN

Uji Penilaian Sumber Daya Air, DJKN Mulai dari Situ Cisanti

Jum'at, 03 Mei 2019 pukul 13:08:39   |   364 kali

Kabupaten Bandung – Sumber daya alam (SDA) merupakan salah satu wujud kekayaan yang dikuasai Negara. Melimpahnya SDA yang ada di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk mengetahui nilai dari kekayaan Negara dalam bentuk SDA tersebut. Saat ditemui di sela-sela kegiatan Uji Penilaian SDA berupa Sumber Daya Air di Hulu Sungai Citarum (Situ Cisanti), Kepala Subdirektorat Standardisasi Penilaian Bisnis dan Sumber Daya Alam DJKN Muhammad Nahdi mengungkapkan bahwa selama ini belum pernah ada penilaian SDA sehingga belum ada data mengenai nilainya.

Selama ini kita di Indonesia selalu bilang kita ini kaya dengan sumber daya alam. Tapi berapa nilai dari kekayaan sumber daya alam? Ada yang pernah menghitung? 10 miliarSatu triliunDua triliun? Belum ada,” ungkap Nahdi.

DJKN bekerjasama dengan Perum Perhutani Kawasan Penguasaan Hutan (KPH) Bandung Selatan dan Pemerintah Desa Tarumajaya juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengetahui nilai manfaat Situ Cisanti bagi masyarakat sekitar pada pada Selasa (30/4) di Balai Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Nahdi berharap, dengan adanya kegiatan ini, masyarakat bisa memahami betapa pentingya SDA yang ada disektiar kita sehingga akan lebih peduli dan memeliharanya lebih baik lagi.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Seksi Penilaian Sumber Daya Alam Edy Riyanto menambahkan bahwa kegiatan ini dilakukan dengan menggali informasi untuk mengetahui manfaat dari Situ Cisanti dan manfaat dari mata air yang ada di sekitarnya bagi masyarakat. Untuk mendapatkan informasi tersebut, Tim dari Direktorat Penilaian DJKN melakukan survei kepada masyarakat Desa Tarumajaya dan juga kepada pengunjung Situ Cisanti mulai dari Rabu (1/5) sampai dengan Kamis (2/5) yang lalu.

Untuk diketahui, Situ Cisanti adalah sebuah danau yang terletak di Kawasan Hutan Negara Petak 73 dalam wilayah pengelolaan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Selatan. Situ Cisanti merupakan hulu dan titik 0 (nol) Kilometer dari Sungai Citarum dan menampung air dari tujuh matar air, yakni mata air Citaraum, Cikahuripan, Cikolebers, Cihaniwung, Cisadane, Cikawudukan, dan Cisanti. (faza/abah)

 

Foto Terkait Berita