Berita DJKN

KPKNL Semarang Gelar Pelatihan Jurnalistik

Senin, 11 Februari 2019 pukul 14:14:17   |   199 kali

SEMARANG – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang menggelar pelatihan jurnalistik bagi pegawai pada hari Jumat (1/2/2019), bertempat di ruang rapat KPKNL Semarang Jalan Imam Bonjol Semarang. Acara yang diikuti oleh 20 peserta ini dibuka oleh Kepala KPKNL Semarang Wildan Ahmad Fananto didampingi Kamidi selaku Kepala Seksi Hukum dan Informasi.

Menurut Wildan, pelatihan ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas pegawai, khususnya di bidang penulisan dan kehumasan. “Pegawai KPKNL Semarang perlu dikenalkan dengan dunia tulis-menulis dan jurnalistik, agar dapat memperkenalkan instansi yang bertugas menangani kekayaan negara dan lelang ini,” ujar pria kelahiran Purwokerto tersebut. “Bukan bermaksud pencitraan, tetapi kami ingin instansi ini lebih dikenal masyarakat berkaitan dengan fungsi dan peran kami,” tambahnya.

Pelatihan jurnalistik ini menghadirkan Widiyartono Radyan, pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Tengah. Widiyartono menyampaikan materi mengenai bagaimana menulis artikel dan membuat berita. “Siapa pun dalam profesi apa pun, jika memiliki keterampilan menulis, dia akan memiliki nilai plus. Buah pikirnya dituangkan dalam tulisan, sehingga pemikirannya bermanfaat bagi banyak orang yang secara otomatis namanya pun dikenal,” ungkap pria yang juga mengajar di beberapa kampus di Semarang itu.

Kamidi menambahkan, sesuai dengan tugas dan fungsi dari seksi yang diampunya terdapat kewajiban untuk membuat berita atau artikel. “Berita itu akan dimuat di portal KPKNL Semarang yang menginduk pada situs Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kamidi menjelaskan bahwa kegiatan yang awalnya akan diikuti oleh 14 pegawai, yang merupakan perwakilan dari masing-masing seksi dan subbagian, ternyata yang hadir melebihi target. “Terbukti minat terhadap pelatihan jurnalistik ini sangat tinggi, tetapi maaf jika ada beberapa yang terpaksa meninggalkan acara, dikarenakan harus melayani masyarakat,” kata Kamidi.

Pelatihan berlangsung interaktif, dan peserta juga ditugasi praktik membuat berita tentang kegiatan pelatihan jurnalistik tersebut.Sebagian besar peserta sudah pandai membuat berita, hanya perlu sedikit perbaikan. Selain ketentuan 5W+1H, perlu diperhatikan juga mengenai bahasa. Jangan sampai terjadi kesalahan dalam berbahasa, agar pengertiannya tidak berbeda dengan yang dimaksud,” kata Widiyartono. (dnyHI)

Foto Terkait Berita