Berita DJKN

Executive Gathering, Menkeu: ASN Kemenkeu Harus Bekerja dengan Pikiran, Hati, dan Passion

Senin, 21 Januari 2019 pukul 18:58:59   |   490 kali

Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan agar semua pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan melakukan tugasnya dengan optimal dan berintegritas dan tidak dengan ala kadarnya karena jika bekerja hanya ala kadarnya maka dapat menjadi sumber bencana bagi unit itu yang akan berpengaruh kepada kepentingan republik. “Saya ingin semua pejabat di Kemenkeu agar anda bekerja dengan pikiran, hati, dan passion anda karena hal ini dapat menentukan hasil yang baik,” tegasnya saat memberikan arahan dalam Executive Gathering Kementerian Keuangan yang dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Eksekutif Reform Institute Yudi Latif diikuti oleh 214 pejabat eseon 1 dan II Kementerian Keuangan pada Senin, (21/1) di aula Mezzanine Kementerian Keuangan,


Ia menegaskan acara ini dapat  memperkaya perspektif dan cara bersikap dalam menjalankan tugas yang sangat penting yaitu menjaga keuangan negara dalam menjaga janji republik. Indonesia merupakan sebuah proyek yang belum selesai. Setiap masa memiliki mandat dan dalam perumpamaannya. Sri Mulyani melambangkan bahwa Kementerian Keuangan sekarang sedang memegang estafet. “Kalau kita hanya lari sekedarnya, maka seberapa lama janji republilk itu akan tercapai. Kecepatan lari tergantung motivasi kita,” ujarnya. Oleh karena itu, lanjutnya, penting untuk mengingat kembali memori Indonesia karena hal tersebut merupakan motivasi dasar dalam memenuhi janji kepada Republik Indonesia.


Menkeu mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh jajarannya dan telah menutup 2018 dengan baik. Ia menghimbau untuk di tahun 2019, semangat yang sama tetap dijaga karena tantangan yang akan datang juga tidak semakin mudah. “Saya ingin sampaikan tantangan menjaga keuangan negara, pengeluaran dan belanja serta aset tidak makin mudah,” terang Sri Mulyani.


Menkeu juga menyampaikan bahwa Kemenkeu mampu menjaga ekonomi dengan instrumen fiskal dan keuangan negara. “APBN harus kita jaga efektivitasnya dan agitilitynya utk merubah dan merespon situasi yang terus berubah. Saya ingin sampaikan tantangan menjaga keuangan negara, pengeluaran dan belanja serta aset tidak makin mudah,” ujarnya.


Salah satu dari lima Nilai Kementerian Keuangan adalah integritas. Sri Mulyani dalam kesempatan kali ini kembali mengingatkan bahwa masalah integritas jangan hanya diucapkan tapi tidak tahu konsekuensinya. Masalah integritas harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. “Fungsi sebagai bendahara umum negara tidak ada artinya tanpa trust dan kredibilitas,” pungkasnya.


Sebelumnya, Sekretaris Jenderal kementerian Keuangan melaporkan hal-hal penting terkait capaian dan kinerja Kementerian Keuangan selama tahun 2018. Di tempat yang sama Wamen Keuangan juga menyampaikan beberapa arahan terkait reformasi khususnya di bidang perpajakan dan bea cukai. Selain itu, dalam acara ini digelar talk show dengan narasumber yakni Direktur Jenderal Anggaran Askolani, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan resiko Luky Alfirman, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti dengan moderator Sekjen Kementerian keuangan Hadiyanto.(Rika/Pon/Andy/BAS-Humas DJKN)

Foto Terkait Berita