Berita DJKN

Pengarahan CPNS 2018: Selamat Datang di Dunia Kerja

Jum'at, 30 November 2018 pukul 16:25:33   |   852 kali

Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) memberikan pengarahan kepada 81 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang berasal dari lulusan Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) bertempat di aula DJKN pada Jumat (30/11).

Dihadapan para lulusan PKN STAN ini, Kepala Subbagian Perencanaan dan Administrasi Umum Kepegawaian DJKN Priyanto Nugroho menyampaikan ucapan selamat bergabung dan melaksanakan on job training (OJT) di DJKN. “Selamat datang di dunia kerja,” ujarnya.

Lebih lanjut, Priyanto mengungkapkan bahwa ada culture yang berbeda antara dunia kuliah dengan dunia kerja. Menurutnya dunia kerja akan lebih banyak menyita waktu dan para CPNS akan dituntut untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab. “Kalau kuliah, siang hari bisa istirahat, tidur di kosan, kalo kerja kita mulai 7.30 sampai 17.00 baru selesai,” jelasnya.

Priyanto juga menngingatkan agar para CPNS menjaga etikanya ketika menjalankan OJT baik di Kantor Pusat DJKN maupun di kantor vertikal di lingkungan Kantor Wilayah DJKN DKI Jakarta. “jangan ada culture shock, kebiasaan – kebiasaan buruk harus dihilangkan,”ujarnya mengingatkan.

Selanjutnya saat acara sharing session, An Nisa Anggit Hutami, narasumber dari pegawai OJT yang baru saja ditempatkan menceritakan pengalamannya ketika melaksanakan OJT di DJKN. Ia menyampaikan bahwa OJT merupakan kesempatan untuk belajar dan mengenal lebih jauh tentang lingkungan kerja DJKN dan budaya kerjanya.

Dihadapan adik kelasnya, lulusan terbaik Program Diploma III Penilaian PKN STAN 2017 ini mengaku bahwa ketika OJT, para CPNS akan jauh lebih sibuk dibandingkan dengan saat kuliah. Ia lalu menceritakan pengalamannya ketika OJT di Direktorat Barang Milik Negara (BMN) dimana ia belajar untuk bekerja dengan target dalam memverifikasi data pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Aset Negara (SIMAN). “Sehari bisa (memverifikasi -red) 100 NUP (nomor urut pendaftaran -red),” ucapnya.

Anggit juga berpesan bahwa ketidaksesuaian antara latar belakang pendidikan dengan tempat OJT agar tidak dijadikan masalah. “Justru ini membuat kita untuk selalu berpikiran terbuka, harus banyak belajar,” pungkasnya. (Tim Humas)

 

 

Foto Terkait Berita