Berita DJKN

Survival, Pelajaran Bertahan Menggunakan Kecerdasan

Senin, 26 November 2018 pukul 07:06:22   |   967 kali

Sukabumi - Sejak Sabtu pagi (24/11), secara berkelompok, 214 siswa Diklat Teknis Umum (DTU) Calon Aparatur Sipil Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (CASN DJKN) Penerimaan Umum memasuki kawasan Hutan Cikundul Campground untuk mengikuti materi bertahan hidup atau survival yang dibina oleh Tim Pelatih Kopassus TNI Angkatan Darat. Dalam aktivitas peserta dituntut mampu memecahkan masalah bertahan hidup kelompok maupun individu secara berkelompok.


Peserta DTU dibina mulai dari menentukan waktu dan arah mata angin dengan mengidentifikasi cahaya senja dan fajar, membuat toilet, hingga mengidentifikasi jejak dan jalur binatang liar. "Siswa kami latih menahan lapar sejak pagi. Kita baru akan makan nanti di hutan. Dalam hutan mereka cari bahan makan sendiri," ujar pelatih saat diwawancarai Tim Humas di tengah pelatihan Peraturan Baris Berbaris.


Sebelum masuk hutan, instruktur melatih peserta mengenal jenis tumbuhan dan hewan liar yang dapat dikonsumsi di hutan untuk bertahan hidup. Siswa juga diajarkan membuat tenda sederhana menggunakan terpal, sebatang bambu, tali temali dan kamuflase menggunakan kontur tanah maupun vegetasi sekitar.


Peserta diperlengkapi dengan alat sederhana. Setiap kelompok mendapat sebilah golok, korek api, dan garam selama berada di hutan. "Militan itu harus cerdas. Bisa memanfaatkan apapun di sekita kita di situasi apapun," tekan instruktur kepada peserta DTU dalam materinya.

Peserta DTU yang diwawancarai Tim Humas mengungkapkan kesannya saat mengikuti kegiatan survival ini. "Seru banget. Kegiatan survival ini yang saya tunggu-tunggu," ujar Anggun, salah satu peserta DTU.


Pusdiklat Kekayaan Negara dan Rerimbangan Keuangan (KNPK) dan Bagian Kepegawaian Sekretariat DJKN selaku penyelenggara mengharapkan agar kelak peserta memiliki mental survival dan peka saat melaksanakan tugas di kantor maupun di daerah terpelosok. "Di kantor nanti kita akan dikelompokkan dalam sebuah unit. Setiap unit pasti punya tantangan untuk diselesaikan. Untuk itulah kegiatan ini diselenggarakan," ujar panitia Bagian Kepegawaian DJKN.


Panitia dari Pusdiklat KNPK menambahkan pelatihan ini diharapkan agar peserta mempunyai jiwa juang yang tinggi. "Misalnya saat kejadian teman-teman DJKN melaksanakan revaluasi Barang Milik Negara di luar pulau," pungkas panitia Pusdiklat KNPK.

Materi suvival berlangsung selama 24 jam pada hari keenam sampai dengan hari ketujuh DTU (24 - 25 November 2018). Pada malam sebelumnya, peserta DTU mengikuti aktivitas jurit malam di area vegetasi kecamatan Cikundul. Rute sepanjang satu kilometer yang dilalui melewati perkebunan dan jebakan properti menyerupai hantu. [Tim Humas]

Foto Terkait Berita