Berita DJKN

GKM 4.0: Sertifikasi Tanah BMN 2018 Lampaui Target

Rabu, 21 November 2018 pukul 21:46:12   |   433 kali

Bekasi – Kegiatan percepatan sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah pada Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2018 telah melampaui target yang ditetapkan. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Gugus Kendali Mutu (GKM) Pengelolaan BMN 4.0 yang dilaksanakan di Bekasi pada Rabu – Jumat (21-23/11).

Menurut data pada Direktorat BMN, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dari target tahun 2018 sebanyak 3.100 bidang tanah bersertifikat, sampai dengan 15 November 2018 telah tercapai hasil sebanyak 3.633 bidang tanah bersertifikat sehingga total bidang tanah BMN yang sudah bersertifikat sampai saat ini sebanyak 46.315 bidang tanah.

Kepala Subdirektorat BMN III Bambang Sulistyono menyampaikan bahwa kedepannya target sertifikasi akan lebih banyak lagi hingga semua BMN berupa tanah memiliki sertifikat. “Tahun depan kita berharap ada suatu lompatan kuantum,” ujarnya.

Adapun narasumber dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pengihutan Manurung yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan bahwa tantangan – tantangan terkait sertifikasi BMN harus diselesaikan dengan baik sehingga sertifikasi BMN menjadi lebih cepat.

Di awal acara, Kepala Kanwil DJKN Jawa Barat Nuning Sri Rejeki Wulandari selaku tuan rumah yang membuka acara acara ini menyampaikan bahwa GKM penting bagi Kanwil DJKN dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang berada pada tataran pelaksana teknis pengelolaan BMN. Menurutnya, melalui GKM ini, Kanwil dan KPKNL dapat terinformasikan apa saja kebijakan yang akan disusun oleh Kantor Pusat DJKN, sehingga, dapat tercipta persepsi dan pemahaman yang sama di antara Pengelola Barang sehingga dapat mengimplementasikan peraturan tersebut secara tepat.

Lebih lanjut Nuning menyampaikan bahwa tantangan pengelolaan aset kedepan ada tiga yaitu aset mampu memberikan pendapatan bagi negara, aset mampu menghemat belanja negara, dan aset mampu menjadi alternatif pembiayaan bagi negara. “Aset negara harus bekerja lebih keras dan lebih produktif, sedangkan manusianya bekerja lebih kreatif dan inovatif,” ujarnya mengutip pesan Menteri Keuangan.

Nuning juga mengingatkan para peserta yang berasal dari perwakilan Kanwil DJKN dan KPKNL ini agar berpartisipasi secara aktif dan fokus pada semua sesi yang ada di kegiatan GKM ini sehingga dapat diperoleh solusi terbaik atas tantangan - tantangan yang dihadapi DJKN guna meningkatkan efektivitas dan kualitas pengelolaan BMN. “Jalan – jalan ke Kota Bekasi, naik kereta atau taksi, GKM BMN adalah solusi, membantu kita mengejar mimpi,” ujarnya berpantun. (Humas DJKN)

 

Foto Terkait Berita