Berita DJKN

PUG DJKN Lakukan Benchmark ke UNESCO

Jum'at, 09 November 2018 pukul 15:32:31   |   377 kali

Jakarta- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) melaksanakan kunjungan ke Kantor United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Jakarta dalam rangka Gender Equality Benchmarking pada Jum’at (9/11). Dua tahun terakhir ini DJKN terus menggalakkan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan tahun ini DJKN berhasil memperoleh prestasi peringkat kedua terbaik dalam Lomba Implementasi PUG tingkat Kementerian Keuangan.

Menurut Kepala Subbagian Pengembangan Pegawai dan Kepemimpinan Neil Prayoga, UNESCO merupakan organisasi internasional yang berpengalaman dalam implementasi PUG sehingga melalui kunjungan ini DJKN bisa mendapatkan informasi tentang pengimplementasian PUG dengan baik dan pengembangan program-program PUG. “Karena ini merupakan langkah awal bagi kami, kami ingin tahu bagaimana langkah-langkah terbaik dalam implementasi PUG dari UNESCO karena UNESCO memiliki pengalaman yang luas tentang PUG”, ujarnya.

Menurut Director and Representative of UNESCO Jakarta Shahban Khan, Gender Equality merupakan salah satu isu utama di UNESCO. “Terdapat dua isu yang diprioritaskan di UNESCO, yang pertama gender dan yang kedua adalah Afrika,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan keseriusan UNESCO untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesetaraan gender dirumuskan dalam sebuah rencana kerja berupa Priority Gender Equality Action Plan II 2014-2021. “Langkah-langkah kontributif UNESCO dikelompokkan menjadi lima program utama dalam berbagai bidang, yaitu education, natural sciences, social and human sciences, culture, dan communication and information,” paparnya dalam presentasi.

Ia pun memberi contoh bahwa salah satu program yang sudah dilakukan di Indonesia adalah L’Oreal-UNESCO for women in science. Menurutnya, program ini memberikan kesempatan, dukungan dan sebuah bentuk penghargaan kepada para peneliti wanita untuk bisa berkontribusi di bidang science.

Programme Specialist of Culture and UNESCO Jakarta’s Gender Focal Point Moe Chiba menjelaskan bahwa UNESCO juga membuat program-program untuk mengatasi kesenjangan dan keterbatasan akses antara laki-laki dan perempuan di kehidupan budaya.  “Di dunia, laki-laki dan perempuan belum bisa memiliki kesempatan yang sama dalam ­cultural life misalnya dalam pengambilan keputusan, kebebasan berkreativitas, kesempatan bekerja dalam beberapa sektor pekerjaan”, ungkapnya.

Tidak hanya melalui program dan kegiatan yang dilakukan secara global, UNESCO juga mengimplementasikan PUG di dalam organisasinya. Ia menambahkan bahwa tidak ada diskriminasi di UNESCO dalam kesempatan berkarir, banyak pegawai wanita di sini, mereka memiliki kesempatan yang sama dan beberapa pimpinan di UNESCO pun adalah wanita.

“Saat ini, mempromosikan dan mendukung Pengarusutamaan Gender bukan hanya menjadi tanggung jawab perempuan karena pemahaman Gender Equality bukan tentang laki-laki dan perempuan,” pungkasnya. (anggit/ajip Humas)

 

 

Foto Terkait Berita