Berita DJKN

Rakertas PIC TIK DJKN: IT Menjadi Pendorong Modernisasi Proses Bisnis DJKN

Senin, 16 April 2018 pukul 17:29:17   |   556 kali

Bandung - Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (PKNSI DJKN) Indra Surya menyampaikan sambutan melalui video conference dalam acara Rapat Kerja Terbatas PIC TIK DJKN yang diselenggarakan pada 9-13 April 2018 di Bandung. Indra memaparkan bahwa unit Information technology (IT) adalah bagian yang sangat penting pada institusi DJKN. IT DJKN yang kuat dapat menjadi pendorong modernisasi proses bisnis DJKN. Untuk itu Indra menyatakan dukungannya pada acara rakertas tersebut dan berharap agar selain menyerap ilmu yang disampaikan, para PIC TIK dapat mengimplementasikan hasil rapat kerja dengan baik.

PIC TIK mempunyai tugas sebagai perpanjangan tangan unit IT DJKN serta pihak pertama yang diberi kewenangan untuk menangani segala permasalahan TIK di unit kerja vertikal DJKN. Materi dalam rakertas kali ini disampaikan oleh praktisi IT, perwakilan BUMN, serta internal Kementerian Keuangan.

Sistem Manajemen Keamanan Informasi

Isu keamanan informasi menjadi bahasan yang menarik dalam rakertas ini. Dengan kecanggihan teknologi sekarang ini, segala jenis sistem dan informasi yang seharusnya bersifat rahasia dapat disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, apalagi dengan kurangnya awareness terhadap keamanan informasi itu sendiri. Hal tersebut disampaikan oleh Kristian Oktavianus Trihariadi, praktisi teknologi informasi. Pria yang lebih akrab dipanggil Dono tersebut juga berbagi pengalaman hacking-nya untuk meningkatkan awareness terhadap celah-celah teknologi informasi yang kerap digunakan hackers untuk menembus sistem keamanan informasi.

Big Data

Selain keamanan informasi, PIC TIK DJKN juga dibekali dengan materi Big Data Analytics. Materi ini disampaikan oleh Komang Budi Aryasa, Head of Research & Big Data PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Big Data merupakan suatu kosakata atau istilah yang ditujukan terhadap suatu data yang memiliki ukuran yang sangat besar dan memiliki struktur data yang kompleks. Adapun karakteristik big data antara lain: volume yang besar, kecepatan yang tinggi untuk mengirimkan dan menampilkan data, jenis data yang bervariasi, validitas data yang beragam dan nilai dari data itu sendiri sehingga menjadi informasi-informasi yang berharga untuk mendukung proses bisnis institusi/perusahaan. Big Data Analytics berpotensi untuk diimplementasikan oleh DJKN, mengingat core business DJKN yang beragam dengan jumlah data yang besar.

Sistem Layanan Data Kemenkeu dan Permasalahan IT Kantor Vertikal

Sebagai unit pengelola IT pada Kementerian Keuangan, turut hadir perwakilan dari Pusat Sistem Informasi dan Teknologi Keuangan (Pusintek). Batara Sitorus, Kepala Subbidang Manajemen Basis Data II di Pusintek membawakan materi integrasi data pada Kementerian Keuangan. Sistem yang diberi nama Sistem Layanan Data Kementerian Keuangan (SLDK) ini memungkinkan informasi yang diperlukan oleh pimpinan Kementerian Keuangan hanya berasal dari satu pintu yang terpercaya. DJKN telah bergabung mendukung sistem tersebut dengan mengalirkan informasi pada SLDK melalui Subdirektorat Pengolahan Data dan Layanan Operasional (PDLO) Direktorat PKNSI.

Tak hanya dibekali dengan ilmu, para PIC TIK juga diberikan sesi untuk mengungkapkan segala permasalahan yang dihadapi di unit kerja masing-masing. Berbagai pertanyaan dilontarkan terkait tugas mereka. Permasalahan terkait infrastruktur IT DJKN dibahas bersama dengan perwakilan Subdirektorat PDLO dan perwakilan Pusintek, sedangkan permasalahan aplikasi diselesaikan bersama perwakilan Subdirektorat Perencanaan dan Pengembangan Aplikasi (PPSA). Sesi ini selain menjawab berbagai permasalahan TIK juga menjadi sarana untuk menerima berbagai masukan untuk kemajuan IT DJKN di masa depan.

Business Continuity Management

Materi terakhir yang tak kalah menarik disampaikan oleh vice president PT. Bank Mandiri (Persero), Tbk, Arif Rahmansyah. Arif menyampaikan materi Business Continuity Management (BCM). Tujuan manajemen ini adalah agar proses bisnis ataupun operasional  di sebuah instansi atau perusahaan tetap bisa berjalan walau tidak seratus persen. Minimal tidak sampai terhenti bila insiden terjadi.

(Humas DJKN/Melli/Deddy

Foto Terkait Berita