Artikel DJKN

Cara Mudah Mendapatkan Mobil Melalui Lelang dengan Harga yang Murah, Trik Menghindari Penipuan

Jum'at, 03 Juli 2020 pukul 15:00:37   |   221 kali

Pernah mendapatkan penawaran untuk membeli kendaraan melalui lelang dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran? Penawaran tersebut bisa anda terima melalui pesan pada media sosial seperti whatapp, instagram maupun facebook. Bahkan ada juga yang disampaikan melalui telepon secara langsung. Penawaran tersebut mungkin anda terima dari seseorang yang sepertinya anda kenal, atau dari seseorang yang mengaku teman anda.

Ada hal yang akan membuat anda yakin dengan penawaran lelang ini. Penawaran bisa saja dilengkapi dengan informasi yang sepertinya sangat valid. Adanya informasi pengumuman lelang yang berisi daftar objek lelang dan tandatangan pejabat resmi semakin menguatkan penawaran tersebut. Bahkan nama instansi resmi pemerintah sebagai penyelenggaranya turut disebutkan. Untuk lebih meyakinkan, ditambah informasi bahwa lelang ini merupakan lelang terbatas khusus untuk karyawan dan keluarga, dimana setiap karyawan sudah mendapat jatahnya masing-masing. Hal-hal tersebut membuat harga lelang murah menjadi logis.

Selanjutnya, jika anda berminat mengajukan penawaran, anda pasti mendapatkan kendaraan impian tersebut dengan cara amat mudah, segera transfer sejumlah uang sebagai uang booking penawan tersebut. Disini sekali lagi anda akan dibuat yakin karena rekening tujuan transfer terlihat sebagai rekening bendahara kantor penyelenggara lelang yang resmi. Permasalahannya cuma satu, anda tidak punya banyak waktu berpikir karena pelaksanaan lelangnya sudah akan berlangsung. Anda harus segera mentransfer uang booking tersebut.

Sekarang, tinggal anda yang bertindak. Langsung pergi ke ATM terdekat dan transfer uang yang diminta, atau mencari informasi tambahan untuk lebih memastikan. Jika anda langsung mentransfer uang yang diminta, maka anda akan segera menyadari bahwa anda adalah korban penipuan. Mungkin anda baru menyadarinya ketika mencari konfirmasi ke KPKNL, atau ketika mengecek ke tempat kendaraan disimpan, atau ketika pemberi informasi mendadak tidak bisa ditelepon lagi.

Kejadian penipuan lelang ini sudah memakan banyak korban. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah sudah diraup komplotan penipu dengan memberikan penawaran ini. Mereka memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat atas proses lelang yang sebenarnya, dan perilaku sebagian masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan besar. Mereka sangat paham, iming-iming keuntungan yang besar, seringkali menjadikan masyarakat menjadi kurang waspada dan tidak sadar sedang masuk dalam jerat penipuan.

Agar tidak menjadi korban penipuan, sangat diharapkan masyarakat dapat memahami mekanisme lelang yang sebenarnya. Di Indonesia, pelaksanaan lelang hanya dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) yang merupakan instansi vertikal di bawah Direktorat Jenderal kekayaan Negara Kementerian Keuangan. KPKNL menyelenggarakan lelang atas permohonan instansi pemerintah lainnya, badan usaha seperti perbankan, ataupun masyarakat umum yang ingin menjual barangnya melalui lelang.

Lalu bagaimana membedakan lelang yang resmi dilaksanakan oleh KPKNL, dengan lelang yang merupakan aksi penipuan. Hal ini sangat penting diketahui, karena dalam banyak kasus, para penipu menggunakan nama KPKNL. Bahkan dengan ‘mencatut’ nama pejabat dan pegawainya dalam melakukan aksinya. Mereka kadang mengambil foto profil media sosial pejabat atau pegawai DJKN, dan memasangnya sebagai foto profil mereka yang juga disertai nama profil sesuai fotonya. Hal ini mengakibatkan ketika anda dihubungi, anda seperti benar-benar dihubungi pejabat atau pegawai DJKN. Mereka juga membuat pengumuman lengkap dengan tandatangan pejabat yang berwenang sehingga seolah-olah dikeluarkan resmi oleh KPKNL. Pada beberapa kasus, ketika calon korbannya menelepon untuk mengkonfirmasi, para penipu mengaku sedang melakukan rapat di salah satu ruang KPKNL, sehingga hal ini memberikan tambahan keyakinan kepada korbannya.

Untuk orang-orang yang sudah sering berhubungan dengan KPKNL, mungkin akan mudah membedakan mana produk asli KPKNL mana yang bukan, mulai dari kop surat, nama pejabat, rekening penerima, bahkan tata persuratan untuk pengumuman. Namun bagi masyarakat luas yang tidak pernah berhubungan dengan KPKNL, tentunya akan sangat sulit membedakan mana yang asli produk KPKNL, mana yang merupakan media penipuan. Para penipu tentunya akan melakukan berbagai upaya agar aksinya terlihat seperti pelaksanaan lelang yang resmi.

Salah satu hal yang paling jelas untuk melihat apakah lelang yang ditawarkan adalah lelang resmi dari KPKNL atau hanya penipuan adalah adanya janji yang memastikan anda sebagai pemenang lelang. Jika ada janji tersebut maka dipastikan itu adalah penipuan. Lelang merupakan mekanisme penjualan umum yang dapat diikuti semua orang. Masyarakat yang telah mendaftar dan membayar uang jaminan dapat mengajukan penawaran. Dengan demikian tidak satupun orang, bahkan pegawai KPKNL dapat memastikan seseorang dapat menjadi pemenang dalam suatu kegiatan lelang. Terlebih lagi saat ini lelang sudah dilaksanakan secara online, sehingga semua orang, di manapun berada, memiliki kesempatan yang sangat besar untuk ikut lelang, ikut menawar, dan memenangkan lelang.

Sedikit terkait uang jaminan lelang, mekanisme inilah yang dimanfaatkan penipu untuk meminta uang ‘booking’ kepada calon korbannya. Uang jaminan ini sebenarnya merupakan uang yang disetorkan masyarakat untuk mendapatkan hak menawar dalam pelaksanaan lelang. Uang ini akan dihitung sebagai bagian dari pembayaran jika seseorang ditunjuk sebagai pemenang lelang. Sebaliknya, uang jaminan ini akan dikembalikan jika tidak ditunjuk sebagai pemenang lelang. Uang ini akan disetorkan ke Kas Negara apabila peserta yang ditunjuk sebagai pemenang tidak melunasi sisa kewajibannya dalam waktu yang ditentukan.

Pemahaman yang kurang lengkap atas uang jaminan ini, seringkali menjadi faktor seseorang menjadi korban penipuan. Masyarakat cukup paham jika ingin mengikuti lelang perlu menyetorkan uang jaminan terlebih dahulu. Hal ini menyebabkan ketika penipu meminta calon korbannya menyetorkan sejumlah uang yang disebut sebagai uang ‘booking’, maka mereka merasa ini memang adalah kewajaran. Yang tidak dipahami adalah penyetoran uang jaminan ini tidak otomatis memastikan seseorang menjadi pemenang lelang.

Penyetoran uang jaminan ini tentunya melalui rekening resmi KPKNL. Namun demikian para penipu juga telah mengantisipasi ini dengan membuat nama rekening yang terlihat seolah-olah rekening resmi KPKNL. Mereka tidak menggunakan rekening pribadi tapi juga membuat rekening dengan nama seperti rekening “Bendahara 1” atau “Bendahara 2”, tanpa ada nama kantornya. Masyarakat yang tidak teliti biasanya akan terkecoh dan tidak sadar telah masuk jerat penipuan.

Cara lain yang cukup mudah untuk memastikan anda bukan korban penipuan lelang adalah dengan mengakses aplikasi lelang.go.id. Di aplikasi ini akan terlihat semua agenda pelaksanaan lelang oleh KPKNL di seluruh Indonesia. Anda hanya perlu memasukkan kata kunci seperti jenis kendaraan, tanggal lelang ataupun KPKNL penyelenggara. Jika lelang yang ditawarkan kepada anda tidak terdapat dalam aplikasi tersebut, maka bisa dipastikan itu adalah upaya penipuan. Jika masih belum yakin, maka anda bisa langsung berkunjung dan meminta informasi ke KPKNL di wilayah anda. Para pegawai KPKNL akan dengan senang hati memberikan anda informasi dan pemahaman tentang lelang.

Cukup banyak lelang-lelang kendaraan yang resmi dari KPKNL yang bisa anda dapatkan informasinya. Bahkan jika anda rajin membuka aplikasi lelang.go.id, maka anda akan menemukan lelang-lelang kendaraan di seluruh Indonesia yang memiliki nilai limit yang lebih rendah dari pasar. Laksanakan tahapan-tahapan lelang yang resmi, jika beruntung maka anda akan mendapatkan kendaraan dengan harga yang cukup baik.

Jadi pastikan anda tidak menjadi korban penipuan lelang selanjutnya. Lakukan cek ulang terkait penawaran yang diberikan kepada anda. Banyak modus lain yang dijalankan penipu, namun jika anda memahami langkah-langkah di atas maka anda akan terhindar dari penipuan. Kunjungi lelang.go.id atau KPKNL terdekat sebelum melakukan penyetoran ke rekening para penipu sebagaimana dilakukan korban-korban yang telah ada. Semoga bermanfaat dan bisa melindungi masyarakat dari penipuan lelang.

(penulis : Rachmat Kurniawan)

Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.