Artikel DJKN

Manfaat Vehicle Identification Number kendaraan bagi penilaian

Kamis, 14 November 2019 pukul 14:24:01   |   318 kali


Metro – Penilaian adalah proses kegiatan untuk memberikan suatu opini nilai atas suatu objek penilaian berupa Barang pada saat tertentu sedangkan Penilai adalah pihak yang melakukan Penilaian secara independen berdasarkan kompetensi yang dimilikinya. Penilai dalam melaksanakan penilaian pada umumnya menggunakan 3 (tiga) pendekatan yaitu pendekatan data pasar, pendekatan biaya dan pendekatan pendapatan. Masing – masing pendekatan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam melakukan penilaian, seorang penilai hendaknya dapat menetukan pendekatan mana yang paling tepat untuk melakukan penilaian terhadap suatu barang.

Dalam melakukan suatu penilaian khususnya penilaian kendaraan bermotor, penilai kadang dihadapkan pada suatu kendala seperti kendaraan yang akan dinilai tidak diketahui tahun pembuatan/perakitannya dan tidak ada plat nomor polisi. Ketika penilai akan melakukan penilaian dengan pendekatan data pasar tetapi tahun kendaraan tidak diketahui dan plat tanpa nomor polisi, maka penilai akan kesulitan mencari data pembanding karena kendaraan tidak diketahui tahun perakitan/pembuatannya. Pada saat dihadapkan permasalahan tersebut penilai dapat mengetahui tahun perakitan/pembuatan kendaraan tersebut dari nomor rangka. Sebuah kendaraan bermotor memiliki identitas kendaraan yang dikenal sebagai nomor rangka atau VIN (Vehicle Identification Number). Untuk Asia dan Eropa, nomor rangka atau VIN dibuat sesuai dengan ISO 3779 dengan tujuan menyeragamkan sistem penomoran identifikasi kendaraan di seluruh dunia. VIN menurut ISO 3779 terdiri dari 17 digit yang dibagi menjadi tiga bagian yaitu 3 digit pertama WMI (World Manufacture Identifier), digit ke 4-9 VDS (Vehicle Descriptor Section) dan 8 digit terakhir adalah VIS (Vehicle Identifier Section) sebagai ilustrasi dapat dilihat dibawah ini

Bagian

WMI

VDS

VIS

No urut

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

No Rangka

M

H

Y

K

Z

E

8

1

S

C

J

1

3

2

5

4

4

Dari nomor rangka ini dapat diketahui antara lain : digit pertama dan kedua menunjukan dimana kendaraan tersebut dirakit. Awalan A- H menunjuk kepada wilayah Afrika, seperti AA-AH (Afrika Selatan), AJ-AN (Pantai Gading), BA-BE (Angola); Awalan J-R menunjuk wilayah Asia, seperti JA-JO (Jepang), KL-KR (Korea), LA-LO (China), MF-MK (Indonesia); Awalan S-Z menunjuk wilayah Eropa, seperti SA-SM (Inggris), X3-X0 (Rusia), VF-VR (Perancis). Awalan 1-5 dari nomor rangka menunjuk wilayah Amerika Utara, seperti 1A-1O (Amerika Serikat), 2A-2O (Kanada), 3A-37 (Meksiko). Awalan 6-7 menunjuk wilayah Oseania, seperti 6A-6W (Australia), 7A-7E (Selandia Baru); Dan awalan 8-9 menunjuk wilayah Amerika Selatan, seperti 8A-8E (Argentina), 85-8W (Peru), 9A-9E (Brasil)


Digit ketiga dari nomor rangka, menunjukan nama produsen kendaraan seperti Y (Suzuki), F (Toyota), R (Honda), K (Daihatsu). Selanjutnya Digit ke-4 sampai dengan digit ke-8 yaitu disebut Vehicle Descriptor Section atau kode VDS yang berisi tentang tipe kendaraan termasuk di dalamnya jenis mesin, model kendaraan, dan tipe body kendaraan, Setiap produsen kendaraan memiliki sistem penulisannya masing-masing untuk mensimbolisasikan deskripsi kendaraannya. Digit kesembilan, berperan sebagai check digit dengan menggunakan rumus tertentu. Tujuannya untuk memvalidasi VIN kendaraan. Hal ini wajib untuk kendaraan yang berada di wilayah Amerika Utara

Digit kesepuluh, merupakan digit yang sangat penting untuk kita ketahui karena menunjukan tahun perakitan kendaraan. Berikut urutannya: A (1980, 2010), B (1981,2011), C (1982,2012), D (1983, 2013), E (1984, 2014), F (1985, 2015), G (1986, 2016), H (1987, 2017), J (1988, 2018), K (1989, 2019), L (1990, 2020), M (1991, 2021), N (1992, 2022), P (1993, 2023), R (1994, 2024), S (1995, 2025), T (1996, 2026), V (1997, 2027), W (1998, 2028), X (1999, 2029), Y (2000, 2030), 1 (2001, 2031), 2 (2002, 2032), 3 (2003, 2033), 4 (2004, 2034), 5 (2005, 2035), 6 (2006, 2036), 7 (2007, 2037), 8 (2008, 2038), 9 (2009, 2039)

Digit ke-11 Ini adalah kode Plant/Pabrik perusahaan, Digit ke-12 adalah nomor jenis/type kendaraan dari pabrikan yang bersangkutan. Digit ke- 13 s.d. 17 adalah Nomor seri kendaraan. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat https://en.wikipedia.org/wiki/Vehicle_identification_number#Model_year_encoding

Dari nomor rangka ini dapat diketahui identitas bahwa kendaraan tersebut merupakan CBU (Completely Build UP), atau CKD (Completely Knock Down)/IKD (Incompletely Knock Down), jenis mesin yang dipakai, model, tipe body, pabrikan, dan tentunya tahun perakitan sehingga dapat memudahkan kita dalam mengenali kendaraan tersebut. Dengan memahami arti nomor rangka, maka kita akan terhindar dari kemungkinan pemalsuan dokumen kendaraan tersebut.

Pemahaman akan nomor rangka dapat membantu penilai dalam melaksanakan penilaian, karena dari nomor rangka dapat diketahui tahun perakitan kendaraan, tempat perakitan kendaraan, tipe kendaraan termasuk di dalamnya jenis mesin, model kendaraan, dan tipe body kendaraan termasuk kendaraan yang telah diubah baik mesin maupun model atau tipe body kendaraan, sehingga hasil penilaian akan lebih akurat .



Daftar referensi

https://momobil.id/news/arti-nomor-rangka-kendaraan-anda
http://ensik
loped.blogspot.com/2013/01/arti-kode-rangka-mesin-kendaraan.html


Penulis : Dwi


Disclaimer
Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak mencerminkan kebijakan institusi di mana penulis bekerja.