Suasana Haru dan Suka Cita Selimuti Keluarga Besar Kanwil DJKN SJB


Diunggah oleh : ALI RIDHO Tanggal : 15 Maret 2017 Update : 17 Maret 2017, jam 06:24
Suasana Haru dan Suka Cita Selimuti Keluarga Besar Kanwil DJKN SJB

Suasana haru sekaligus suka cita menyelimuti keluarga besar Kanwil DJKN Sumatera Selatan, Jambi, dan Bangka Belitung (SJB). Hampir seluruh pejabat dan pelaksana pada Kanwil DJKN SJB, serta seluruh Kepala KPKNL yang ada dibawahnya menghadiri acara pisah sambut sekaligus penandatanganan Berita Acara Serah Terima Memori Jabatan Kepala Kanwil DJKN SJB, Rabu (8/3).

Dua tahun sudah Anugrah Komara mengabdi kepada negara dengan menjadi Kepala Kanwil DJKN SJB. Cerita kebersamaan Anugrah dengan para pejabat dan pegawai Kanwil DJKN SJB menambah suasana jadi semakin haru.

Ditengah keharuan, pria yang dipercaya untuk memimpin Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat ini juga menceritakan peristiwa-perisiwa yang membuat ruang aula tempat acara berlangsung, diwarnai oleh gelak tawa para sahabat dan handai taulan yang hadir.

Suasana pun semakin hangat ketika Kepala Bagian Umum Ali Azcham Noveansyah didaulat untuk memberi kesan dan pesannya selama bekerja sama dengan Anugrah. Cerita awal bertemu waktu masih di Kantor Pusat DJKN, menjadi memori tak terlupakan  bersama Anugrah ketika masih menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Kantor Pusat DJKN.

Nasehat Anugrah untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pemangku kepentingan menjadi nasehat yang tak terlupakan bagi seluruh pegawai di Kanwil DJKN SJB. Kemampuan bagaimana me-manage sumber daya manusia, menjadi kelebihan Anugrah yang menjadi pembalajaran yang berharga. Termasuk kemahiran Anugrah dalam aspek human handling dan human relationship yang patut menjadi contoh.

Selain perasaan haru, aura suka citapun membumbui acara pada pagi hari itu. Atmosfir  bahagia terpancar dari air muka Thaufiq yang menggantikan Anugah Komara sebagai Kepala Kanwil DJKN SJB, pada saat memberi sambutan. Sebagai putra daerah Sumatera Selatan, bekerja di kampung halaman adalah hal yang diidam-idamkan. Cerita nostalgia pun meronai sambutan Thaufik.

Seakan-akan dia mengajak rekan-rekannya  membayangkan peristiwa-peristiwa masa lampau di Palembang dahulu. Thaufiq menuturkan, pengalaman mengajarkannya banyak hal. Orang yang sukses bukanlah orang yang pintar, tapi orang yang bisa membangun network, relationship, silaturrahim. “Pengalaman tidak bisa dibeli, tapi harus dilewati dan dijalankan,” tuturnya.

Thaufik uga mengatakan bahwa di sini dia tidak bisa bekerja sendirian. Dia bukanlah Kepala Kanwil, jika tidak ada Kabu dan Kabid. Tidak ada jenderal, jika tidak ada prajurit. “Kanwil ini bisa berjalan jika kita semua bekerja sama,” tuturnya. (Teks: OD, Foto: Diaz)

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :