Silaturahmi di KPKNL Yogyakarta


Diunggah oleh : Qori Kharismawan Tanggal : 28 Agustus 2013 Update : 28 Agustus 2013, jam 10:22
Silaturahmi di KPKNL Yogyakarta

Yogyakarta - Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, bertempat di ruang Serbaguna KPKNL Yogyakarta pada hari Jum’at tanggal 10 Agustus 2013, dilaksanakan Halal bi Halal. Acara Halal bi Halal merupakan acara yang bersifat rutin diselenggarakan KPKNL Yogyakarta setiap bulan Syawal tak lama setelah hari raya Idul Fitri berlalu.

Acara berlangsung meriah. Selain dihadiri oleh pejabat dan karyawan/karyawati di lingkungan KPKNL Yogyakarta serta ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KPKNL Yogyakarta, acara juga dihadiri oleh para pensiunan DJKN yang tergabung dalam Paguyuban Pensiunan DJKN yang bermukim di wilayah D.I Yogyakarta dan sekitarnya. Paguyuban Pensiunan DJKN dimaksud terbentuk pada tanggal 25 Juni 2013, dengan pengurus antara lain Herry Khusyairi (mantan Kepala KPKNL Madiun) dan Sulistiyono (mantan Kepala KPKNL Metro Lampung).  

Dalam sambutannya, Kepala KPKNL Yogyakarta menyampaikan arti pentingnya bersilaturahmi yang menurutnya dapat memperpanjang usia dan mengharapkan  hendaknya kita senantiasa selalu bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah.

Acara selanjutnya diisi dengan pengajian oleh ustadz Fathul Hilal. Beliau menyampaikan bahwa orang yang telah berpuasa  akan terbagi dalam dua golongan, yaitu orang yang mendapat berkah dan yang tidak mendapat berkah. Mendapat berkah artinya setelah berpuasa maka bertambah-tambah kebaikannya. Tidak mendapat berkah artinya dalam berpuasa tidak ada yang diperolehnya selain lapar dan haus saja.

Pada kesempatan tersebut Fathul Hilal mengajak kita semua untuk melaksanakan puasa dalam arti siam bukan dalam arti shoum. Siam dan shoum sebenarnya mempunyai arti yang sama yaitu puasa, akan tetapi makna yang dikandung kedua istilah tersebut sangat jauh berbeda. Shoum adalah tidak makan dan minum yang dilakukan untuk suatu keperluan tertentu, misalnya sebelum melakukan cek kesehatan. Sedangkan arti istilah siam adalah puasa lahir dan bathin, menahan hati dan semua panca indera dari hal-hal yang dilarang oleh Allah.

Usai tauziah, acara Halal bihal ditutup dengan doa dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan diantara semua yang hadir. (teks : rais martanti, foto : muh arif fadlilah)

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap kilasperistiwa ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :