Siapkan Hati dan Siapkan Diri Menyongsong Ramadhan


Diunggah oleh : Qori Kharismawan Tanggal : 19 Juni 2014 Update : 19 Juni 2014, jam 13:50
Siapkan Hati dan Siapkan Diri Menyongsong Ramadhan

“Barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka" – Sabda Nabi Muhammad SAW

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) mengadakan kegiatan kajian menyambut bulan Ramadhan bertema “Siapkan Hati dan Siapkan Diri Menyongsong Ramadhan” dengan pembicara Prof. Dr. Achmad Satori Ismail. Acara ini merupakan satu dari serangkaian kegiatan yang dilakukan DJKN sebelum, selama, dan sesudah bulan suci Ramadhan. Acara diselenggarakan di di Aula DJKN Lantai 5 Selatan pada 18 Juni 2014 pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Acara diawali dengan Sholat Ashar berjamaah yang diimami oleh Prof. Dr. Achmad Satori Ismail yang dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran. Kemudian, Sekretaris DJKN Dodi Iskandar memberikan sambutan sebelum masuk pada acara inti yaitu tausiah yang dibawakan oleh pembicara.

Prof. Dr. Achmad Satori Ismail menjelaskan sabda nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang senang dengan datangnya bulan Ramadhan (karena iman dan Allah), maka diharamkan jasadnya masuk ke dalam api neraka.”  Ia mengatakan bahwa puasa adalah setengah bagian dari kesabaran. Puasa bukan sekedar menahan lapar dan haus, tetapi kualitas puasa harus ditingkatkan dengan melakukan persiapan-persiapan menjelang puasa yaitu, niat ikhlas, azam dan mengoptimalkan Ramadhan untuk beribadah, merencankan tujuan tertentu untuk menunaikan malam utama, menjauhkan hal-hal buruk, merencanakan tujuan, dan membuat program harian.

Adapun persiapan lain yang perlu diperhatikan diantarannya mempersiapkan diri dan mental, mempersiapkan ruhiyah (spiritual), persiapan fikriyah (ilmu), merencanakan peningkatan syahrul (prestasi) ibadah, mengutamakan ukhuwah islamiyah, menjadikan Ramadhan sebagai syahrut tarbiyah dan dakwah, mengambil keberkahan Ramadhan secara maksimal, serta menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai syahrul muhasabah (evaluasi).

Sebelum acara berakhir, diadakan sesi tanya jawab.  Pertanyaan pertama yaitu bagaimana cara mengobarkan semangat kerja karyawan DJKN di bulan Ramadhan. Prof. Dr. Achmad Satori Ismail menjawab bahawa kita harus menganggap bekerja adalah ibadah, dan saat bulan Ramadhan tiap langkah kita menuju tempat bekerja dihitung sebagai pahala.

Pertanyaan kedua bagaimana menanggapi istilah tidur adalah ibadah bagi karyawan DJKN yang notabennya bekerja. Ustadz menjawab bahwa dalam bulan puasa tidur dianggap sebagai ibadah untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat mengurangi pahala dalam berpuasa. Tetapi bekerja lebih baik daripada tidur. Selanjutnya, acara ditutup dengan doa dan harapan untuk dapat bertemu dengan bulan suci Ramadhan dan dapat beribadah dengan maksimal. (Teks: Ayuningtyas | Foto: Qori)

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap kilasperistiwa ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :