Reproduksi Sehat Untuk Keluarga Hebat


Diunggah oleh : AGUS WIDAYAT Tanggal : 29 Maret 2017 Update : 29 Maret 2017, jam 16:47
Reproduksi Sehat Untuk Keluarga Hebat

Serang - Definisi Kesehatan reproduksi menurut BKKBN (2001) adalah kesehatan secara fisik, mental, dan kesejahteraan sosial secara utuh pada semua hal yang berhubungan dengan sistem dan fungsi serta proses reproduksi dan bukan hanya kondisi yang bebas dari penyakit dan kecacatan. 

Berangkat dari pemikiran tersebut, KPKNL Serang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Serang mengadakan penyuluhan kesehatan bertema “Reproduksi Sehat Untuk Keluarga Hebat”. Acara yang diselenggarakan Kamis Pagi, 23 Maret 2017, di aula lantai 2 KPKNL Serang menghadirkan narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Serang dr. H. Awang dan dr. Murni Diasfara, dengan dihadiri oleh para pegawai beserta istri pegawai KPKNL Serang sebagai undangan.

Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri oleh para peserta yang dipimpin oleh Fresa Akwilla Ostilani pelaksana dari Seksi Pelayanan Lelang dan sambutan dari Kepala KPKNL Serang, Evi Askaryanti. “Penyuluhan seperti ini merupakan langkah proaktif dalam pencegahan penyakit. Besar harapan kami apa yang disampaikan nanti oleh narasumber terkait materi penyuluhan kesehatan mudah-mudahan bermanfaat bagi seluruh keluarga besar KPKNL Serang” pungkas Evi.

Sebagai prolog, dr. H. Awang menyampaikan secara garis besar terkait penyakit kanker penyebab kematian nomor 2 di Indonesia, diantaranya kanker serviks dan kanker payudara yang merupakan materi bahasan dari acara penyuluhan kesehatan kali ini.

Pada pemaparan selanjutnya dr. Murni Diasfara menyampaikan secara rinci dan tuntas hal-hal mengenai penyakit kanker serviks, kanker payudara, cara dini pendeteksiannya, serta cara pencegahannya. Dalam penyampaiannya dr. Murni menjelaskan bahwa 46% penyakit kanker di Indonesia terdiri dari 19% kanker leher rahim (serviks) dan 27% kanker payudara. Murni menambahkan berdasarkan hasil riset bahwa 1 dari 8 perempuan mengalami kanker payudara dalam hidupnya, kanker yang terdeteksi dini memiliki angka keberhasilan penyembuhan sekitar 98%, sedangkan kanker yang terlambat terdeteksi memiliki angka keberhasilan penyembuhan sekitar 27%. 

Untuk mendeteksi secara dini keberadaan kanker payudara maka ada beberapa hal yang bisa dilakukan diantaranya SADARI, yaitu lakukan perikSA payuDara sendiRI setiap bulan. Tidak membutuhkan waktu lama cukup 7 menit saja, dan bila menemukan benjolan tidak perlu panik karena 80%-nya jinak. Setelah ditemukan benjolan kemudian periksakan diri ke dokter dan ikuti pengobatannya, lanjut Murni. 

Penyebab kanker serviks adalah virus HPV (Human Papilloma Virus) yang diakibatkan karena berganti-ganti pasangan, hubungan seksual dini, dan merokok. Berdasarkan hasil riset diketahui bahwa setiap jam perempuan Indonesia meninggal karena kanker serviks, 9 dari 10 perempuan dapat dicegah dengan hanya melakukan pemeriksaan selama 7 menit melalui pemeriksaan IVA dan PAP SMEAR. 43 % kanker dapat dicegah dengan pola hidup sehat, oleh karenanya untuk meminimalisir kanker dapat dilakukan dengan pola hidup CERDIK yaitu Cek kesehatanmu secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin olah raga, Diet seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres, tambah Murni. Sebagai akhir dari kegiatan, acara ditutup dengan doa oleh dr. H. Awang dan dirangkai dengan sesi foto bersama. (am/bin)

 

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :