Penyegaran Jasmani dan Rohani Pegawai KPKNL Bukittinggi


Diunggah oleh : AGUS WIDAYAT Tanggal : 28 Februari 2017 Update : 28 Februari 2017, jam 09:26
Penyegaran Jasmani dan Rohani Pegawai KPKNL Bukittinggi

Bukittinggi – Jumat, 24 Februari 2017, pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bukittinggi mengikuti kegiatan senam pagi yang diadakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bukittinggi.

Acara senam tersebut dihadiri oleh pegawai dari lingkup Kementerian Keuangan, yaitu KPKNL Bukittinggi, KPPN Bukittinggi dan KPP Pratama Bukittinggi.

Selain melakukan penyegaran jasmani, para pegawai KPKNL Bukittinggi juga diberi penyegaran rohani melalui bintal rohani yang dipandu oleh Ustad Zulfahri. Acara yang bertempat di Gedung Serbaguna KPKNL Bukittinggi ini dihadiri oleh seluruh pejabat dan pegawai KPKNL Bukittinggi.

Kepala KPKNL Bukittinggi, Syukriah HG mengawali acara dengan sambutan motivasi untuk seluruh pegawai. Syukriah berharap setelah acara bintal agar setiap pegawai saling menjaga hubungan interpersonal yang baik dan semua pegawai menjadi semakin kompak dan solid.

Setelah itu Ustad Zulfahri menyampaikan ceramah mengenai “kehidupan di kantor”. Salah satu isi ceramah yang dibahas yaitu tentang sikap sombong ketika di kantor. Ustad Zulfahri menjelaskan bahwa sikap sombong adalah salah satu akhlak buruk yang harus dihindari setiap umat muslim.

Arti dari sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran, merasa dirinya sempurna dan merasa lebih di atas orang lain. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri.” (QS. An Nahl: 23). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah kamu aku beritahu tentang penduduk neraka? Mereka semua adalah orang-orang keras lagi kasar, tamak lagi rakus, dan takabbur (sombong).“ (HR. Bukhari no. 4918 dan Muslim no. 2853).

Penyebab dari sifat sombong itu ada 4 (empat), yang pertama adalah ujub (membanggakan diri), yang kedua merendahkan orang lain, yang ketiga suka menonjolkan diri (taraffu) dan yang terakhir adalah mengikuti hawa nafsu. Ustad Zulfahri menambahkan, bahwa kebalikan dari sifat sombong adalah tawadhu’ (rendah hati).

Sikap inilah yang merupakan sikap terpuji, yang merupakan salah satu sifat ‘ibaadur Rahman yang Allah terangkan dalam firman-Nya, “Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih adalah orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati (tawadhu’) dan apabila orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqaan: 63).

(Teks: M. Ilham Aldavi, Foto: Rizal)

 

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :