Menata Hati Menyambut Bulan Ramadan Bulan Mulia


Diunggah oleh : YUDI NURMANA JAYA Tanggal : 30 Juni 2014 Update : 1 Juli 2014, jam 08:10
Menata Hati Menyambut Bulan Ramadan Bulan Mulia

SURABAYA – Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Surabaya mengadakan kegiatan menyambut bulan Ramadan bertema “Menata Hati Menyambut Bulan Ramadan Bulan Mulia” dengan pembicara Al-ustaz Muhammad Sholeh, Lc. Acara ini merupakan satu rangkaian kegiatan yang dilakukan KPKNL Surabaya selama bulan suci Ramadan. Acara ini diikuti seluruh jajaran pejabat dan pegawai KPKNL  Surabaya di Aula Gedung Keuangan Negara I Lantai 6 Surabaya pada 24 Juni 2014.

Acara diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Kepala KPKNL Surabaya Wildan Ahmad Fananto. Ia memberikan sambutan dengan mengungkapkan dua hal penting, yang pertama rasa syukur yang sangat mendalam bahwa dalam beberapa hari lagi keluarga besar KPKNL Surabaya khususnya umat muslim akan bertemu kembali dengan bulan mulia, bulan suci dan bulan penuh keberkahan bulan Ramadan, bulan yang ditunggu-tunggu umat muslim sedunia. Yang kedua bahwa bulan Ramadan ini, motivasi untuk bekerja agar tetap ditingkatkan karena bulan ini bukan bulan untuk bermalas-malas, sehingga untuk menjadikan umat muslim yang kuat harus tetap meningkatkan kinerja walapun kita dihadapkan dalam keadaan puasa, tidak mengurangi semangat, etos kerja dan keinginan untuk bekerja dan berkarya. Selain itu beliau memberikan informasi bahwa waktu untuk bekerja telah ditetapkan oleh Kantor Pusat, masuk kerja seperti biasa pukul 07.30 WIB dan pulang pukul 16.00 WIB.

Acara dilanjutkan oleh Al-ustaz Muhammad Sholeh,Lc. dengan memberikan tausiyah dan kajian islami dengan tema yang dipilih adalah “Menata Hati Menyambut Bulan Ramadan Bulan Mulia”. Pada kesempatan ini Al-ustaz mengungkapkan 6 hal yang sangat penting yang umat Islam harus lakukan di bulan Ramadan supaya menjadikan bulan kemenangan seperti digambarkan dalam riwayat Rosulullah pada saat perang badar, perang di bulan Ramadan dimana umat Rosulullah berjihad dan berperang dengan menunjukkan keyakinan yang membangkitkan semangat umat Islam yang membara dengan keadaan umat Islam berpuasa untuk menghadapi musuh-musuh Allah yang cukup banyak walapun umat Rosulullah saat itu hanya terbatas dan sangat sedikit. Keenam hal tersebut diantaranya, yang pertama adalah syiam atau puasa, bahwa dibulan Ramadhan umat islam sedunia diwajibkan berpuasa sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 183, yang artinya berbunyi : “Hai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwa”.Yang kedua Ia menyampaikan bahwa bulan Ramadan bulan untuk memperbanyak untuk melaksanakan qiyamul lail atau salat malam atau salat tarawih. Artinya bahwa kita sebagai umat muslim dituntut setiap malam untuk melakukan salat malam atau qiyamul lail yang didalam bulan Ramadhan ini disebut sebagai sholat tarawih yang dilakukan sebanyak 11 rakaat atau 23 rakaat tergantung pada diri umat islam masing-masing. Selanjutnya yang ketiga Al-Ustaz menyampaikan bahwa di bulan Ramadan umat islam harus setiap hari setiap saat berinteraksi dengan Al-Qur’an, karena dibulan Ramadan inilah Al-Qur’an diturunkan. Sehingga Rosululloh mengharapkan umatnya beliau di rumah, masjid, musala, dan di tempat-tempat yang ada di muka bumi ini mendengarkan bacaan dan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an seperti dengungan suara lebah tidak habis-habisnya didengarkan oleh kita. Dan yang keempat adalah Ash-shodaqoh, artinya bahwa dibulan Ramadan umat islam diperbanyak untuk mengeluarkan hartanya untuk bersedekah, memberikan sedikit banyak hartanya untuk umat islam lainnya yang tidak mampu dan yang berpuasa karena dibulan inilah Allah memberikan diskon besar-besaran terhadap pahala-pahala yang diberikan atas perbuatan-perbuatan melakukan sedekah, infak, zakat dan perbuatan-perbuatan kebaikan-kebaikan yang dilakukan umat muslim sedunia. Bahkan selain daripada itu umat Islam juga dituntun membersihkan hartanya karena didalam hartanya terdapat hak orang lain yang wajib diberikan dan dikeluarkan. Yang kelima adalah Itikaf, yaitu bermalam di masjid, meluangkan waktunya untuk banyak-banyak di masjid, merenungkan diri , banyak berzikir , banyak mengikuti kajian-kajian  sehingga umat islam tidak disibukan hal-hal duniawi yang akan merusak pahala bulan Ramadan. Dan yang terakhir Al-Ustaz menyampaikan hal yang sangat penting dibulan Ramadan adalah selalu berdoa, karena dengan banyak berdoa khususnya dibulan Ramadan, doa-doa kita akan  dikabulkan oleh Allah SWT. Waktu-waktu yang Allah janjikan untuk selalu berdoa yaitu pada saat atau ketika kita sedang berbuka puasa dan pada saat akhir-akhir kita melaksanakan sahur sampai dengan salat subuh.

Pada sesi terakhir, Al-Ustaz memberikan kesempatan kepada para jamaah pengajian ini forum diskusi dan pertanyaan yang dilanjutkan dengan doa sebagai penutup pengajian. (Penulis:Hasim Erha/ Fotografer:Hasim Erha).

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :