Mari Kita Jaga Kualitas Laporan Penilaian Dengan Peer Review


Diunggah oleh : AGUS WIDAYAT Tanggal : 17 Februari 2017 Update : 17 Februari 2017, jam 15:49
Mari Kita Jaga Kualitas Laporan Penilaian Dengan Peer Review

Padangsidimpuan - Pemaparan atau peer review atas rancangan laporan penilaian merupakan kegiatan yang penting dan rutin dilakukan untuk memastikan laporan penilaian yang akan dibuat telah memenuhi aturan baik dari segi administrasi, prosedur penilaian maupun penerapan metode penilaian.

Bertempat di ruang rapat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Padangsidimpuan, pada Selasa, 31 Januari 2017 yang lalu Seksi Pelayanan Penilaian kembali mengadakan kegiatan pemaparan/peer review rancangan laporan penilaian.

Dibuka oleh Kepala KPKNL Padangsidimpuan Tagor Sitanggang, acara yang dikemas dalam suasana santai namun tetap fokus tersebut dipandu oleh Kepala Seksi Pelayanan Penilaian, Dino M.Pakpahan dan dihadiri oleh para kepala seksi yang merangkap selaku ketua tim penilai.

Tagor Sitanggang menyambut baik dan mendukung penuh pelaksanaan kegiatan peer review karena akan membantu penilai untuk memeriksa kesalahan dan mengambil tindakan korektif sehingga meminimalkan penyimpangan dari standar/aturan yang berlaku. Tagor juga meminta agar kegiatan semacam ini senantiasa dilaksanakan apalagi jika ada aturan baru yang perlu disampaikan atau dibahas sesama penilai.

“Peer review ini akan membantu tim penilai menguatkan analisis dan argumennya dalam menetapkan sebuah nilai” ujar Dino saat mulai memandu acara.

Dalam kesempatan itu, rancangan laporan penilaian yang dilakukan pemaparan adalah laporan penilaian yang dibuat oleh Tim Penilai diketuai oleh Dino M.Pakpahan,  Abdul Ali Pulungan dan Ahmad Yani Nasution sebagai Anggota.

Ketua Tim mewakili tim memaparkan hasil penilaian berupa penilaian bangunan rumah negara yang akan dibongkar milik BPS Tapanuli Tengah. Pemaparan atas penilaian bangunan yang akan dibongkar ini sengaja dipilih karena banyaknya frekuensi permohonan dari satuan kerja baik pusat maupun daerah yang memohonkan penilaian bangunan yang akan dibongkar untuk pemindahtanganan.

Dino menyebutkan bahwa penilaian bangunan yang akan dibongkar mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara Nomor yang masih berlaku hingga saat ini. Prinsipnya penilaian bangunan yang akan dibongkar adalah penilaian untuk menentukan harga pasar material-material bangunan yang masih dapat digunakan dan diperjualbelikan di wilayah tempat bangunan berada, sedangkan terhadap material bangunan yang tidak diperjualbelikan di wilayah tempat bangunan berada tidak dilakukan penilaian.

Setelah harga pasar seluruh material bangunan diperoleh maka dikurangkan dengan biaya pembongkaran dan biaya buang materal sisa atau biaya pembersihan. Besaran biaya pembongkaran dan biaya buang/biaya pembersihan diperoleh dari Analisa Harga Satuan Pekerjaan dalam DKPB sesuai wilayah tempat bangunan berada.

Format laporan penilaian yang disajikan sudah menggunakan Standar Laporan Penilaian sesuai Keputusan Direktur Jenderal, namun dari hasil peer review masih terdapat kekurangan sehingga ditambahkan oleh penilai lain yaitu perlunya disertakan gambar denah atap karena komponen struktur atap baik itu berupa kayu ataupun baja ringan menyumbang nilai yang signifikan terhadap nilai keseluruhan bangunan yang akan dibongkar.

“Disinilah essensi dari pelaksanaan peer review, adanya masukan atau koreksi pada akhirnya akan menyempurnakan hasil penilaian”, sebut Dino menambahkan.

Tujuan yang hendak dicapai oleh peer review ini adalah agar kualitas laporan penilaian baik dari segi administrasi, prosedur dan penerapan metode penilaian tetap terjaga. ”Untuk itu mari kita jaga kualitas laporan penilaian dengan peer review”, ujar Tagor Sitanggang diakhir acara. (Penulis berita: Dino M.Pakpahan/ Fotografer: Daniel Silalahi)

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :