Berjabat Tanganlah, karena Berjabat Tangan Dapat Menghilangkan Dendam dalam Hati


Diunggah oleh : Bend Abidin Santosa Tanggal : 30 Agustus 2013 Update : 3 September 2013, jam 09:55

Makassar – “Rasulullah SAW pernah bersabda, yang artinya “Berjabat tanganlah kamu sekalian, sesungguhnya berjabat tangan itu dapat menghilangkan dendam dalam hati. H.R Al Baihaqi,” kata Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Selatan Tenggara dan Barat selaku Plt. Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan Thaufik menyitir salah satu hadits saat memberikan sambutan dalam acara Halal bi Halal keluarga besar Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan pada 21 Agustus 2013 di Aula Gedung Keuangan Negara II, Makassar, Sulawesi Selatan.

Acara ini dihadiri oleh para pejabat eselon II, III, dan IV serta para pegawai di lingkungan Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam acara yang mengangkat tema “Lewat Halal bi Halal Tercipta Ukhuwah, Mempererat Tali Silaturahim dan Saling Mengenal Satu Sama Lain” ini, Thaufik menyampaikan bahwa jika seandainya seluruh pegawai harus berkeliling dari rumah ke rumah atau dari kantor ke kantor setiap pejabat, pegawai yang hadir pada kesempatan ini, niscaya waktu akan terasa kurang, fisik tak akan kuat, biaya juga tak mungkin cukup. “Maka dengan berkumpulnya kita sekarang ini dalam satu acara yang dinamakan halal bi halal, maka dengan mudah kita bisa bersilaturahim dan saling bertegur sapa,” tuturnya.

Selain itu, Thaufik kembali mengingatkan bahwa sekiranya manusia sudah mampu menjalin hubungan baik kepada Allah dalam garis vertikal, dalam artian kata segala dosa sudah diselesaikan lewat amal shaleh dan dilanjutkan menjalin hubungan yang harmonis terhadap sesama manusia dalam garis horizontal, lewat halal bi halal ini, Insya Allah semua termasuk orang yang idul fitri, kembali fitrah. “Kembali tidak mempunyai dosa seperti sewaktu kita lahir dari kandungan ibu kita masing-masing,” imbuhnya. Mengakhiri sambutannya, Thaufik secara pribadi dan atas nama keluarga besar Kementerian Keuangan Propinsi Sulawesi Selatan mengucapkan Taqabbalallahu Minna Wa Minku, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.

            Pada kesempatan yang sama, acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh Ustadz Barsihannor. Dalam ceramahnya, ia mengatakan bahwa halal bi halal merupakan sebuah tradisi yang berasal dari kata “Halla” yang bermakna halal, tidak ada dosa dan juga bisa bermakna mengurai yang kusut, juga bisa bermakna membangun sesuatu yang retak dan patah dan bercerai berai. “Pada dasarnya kita ini bersaudara karena kita sesungguhnya berasal dari nenek moyang yang sama. Kita berbeda karena kita terlahir dari rahim yang berbeda, tapi Tuhan berkata “sesungguhnya orang yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa”. Dari dulu manusia terlahir fitrah dari agama apapun ia berasal semua terlahir dalam keadaan fitrah dan lahir dalam keadaan sebaik-baik bentuk,” pungkas ustadz Barsihannor. Halal bi halal ditutup dengan acara salam-salaman dan dilanjutkan dengan acara santap siang bersama. (Asni/Kwl.xv/edited/bas)

 

0 Tanggapan Pembaca

Ketentuan Penulisan :

Pembaca diizinkan untuk menulis tanggapan terhadap kilasperistiwa ini. Isi tanggapan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tanggapan.
Redaksi akan menimbang (memoderasi) setiap tanggapan yang masuk dan dapat memutuskan untuk menayangkan atau menghapus tanggapan tersebut.
Redaksi berwenang untuk memberi peringatan dan atau mencekal pembaca yang menuliskan tanggapan yang tidak etis, berisi fitnah dan menyinggung SARA.

  • Media Sosial Kami :