5 A, Jurus Mendapatkan Pertolongan Allah


Diunggah oleh : JOHAN WAHYU UTOMO Tanggal : 22 Februari 2017 Update : 22 Februari 2017, jam 15:09
5 A, Jurus Mendapatkan Pertolongan Allah

Jakarta – Dalam hidup pasti banyak masalah yang dihadapi. Bahkan Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi Wassalam (SAW) juga menghadapi masalah, bahkan masalahnya sangat berat. Namun Rasulullah menjadi manusia yang mulia karena mampu menyikapi masalah tersebut dengan benar.

“Masalah dalam hidup kita bukan pada masalah yang ada, tetapi masalah hidup kita adalah sikap terhadap masalah. Orang tidak lulus ujian bukan karena soal, tetapi orang tidak lulus ujian karena salah jawabannya.  Kalau kita bisa menganggap masalah itu sebagian dari karunia maka kita akan mensyukurinya,” ujar   Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym saat memberikan ceramah di Aula Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), (21/2).

“Kalau kita ingin menyikapi hidup dengan profesional maka (menggunakan) 5 A. Nomor 1, tekad sangat kuat. Tekad untuk mendapat pertolongan Allah. Urusan itu berat ringannya tergantung pertolongan Allah. Jika Allah menolong maka akan menjadi gampang, kalau Allah tidak menolong akan menjadi susah,” pesan pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid ini. Hal ini sesuai dengan surat Yunus ayat 107, “Jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tak ada yang dapat menolak kurnia-Nya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Berat ringan hidup ini adalah tergantung pertolongan Allah. Yang perlu diperhatikan adalah niat dan cara untuk mendapat pertolongan Allah. “Semua kejadian hanya terjadi karena ijin Allah. Bergabung jin dan manusia menginginkan sesuatu kalau Allah tidak menghendaki tidak kejadian (tercapai-red),” imbuh Aa Gym.

“Nomor 2, Perbanyak Taubat. Kenapa? Tidak ada yang menghalangi dari karunia Allah secara syariat selain dosa. Tidak ada yang membahayakan hidup kita selain dosa kita sendiri. Dalam surat Al Hujurat ayat 11, … “barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim”. Makanya orang-orang yang tidak taubat adalah orang yang zalim. Siapa yang membuat hidup kita sengsara (adalah-red) kita sendiri,” jelas Aa Gym.

Jika naik mobil kacanya kotor tertutup lumpur. Maka akan membuat perasaan tidak tenang karena tidak dapat melihat jalan. Bukan karena jalannya tidak ada, tetapi tidak kelihatan jalan. Hidup juga seperti itu, rezeki seret, hidup susah karena tertutup dosa. Demikian Aa Gym memberi percontohan tentang pentingnya taubat agar dosa berkurang dan berguguran.

Dalam Surat Nuh ayat 10 -12,dijelaskan “Maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai”. Aa Gym mengatakan surat tersebut mengisyarakatkan agar kita untuk memperbanyak istighfar.

Sedangkan dalam Surat An Nisa’ Ayat 79, Allah berfirman “Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri”. “Jika hidup kita menjadi galau, maka ada dosa yang belum ditaubatin,” tegasnya.

Yang ketiga, jauhi maksiat. Seringnya kita melihat remeh maksiat. Jika kita melakukan dosa maka kita melangkah menjauhi Allah. Seperti ada hijab/penghalang. Semakin banyak maksiat semakin tebal penghalangnya. Makanya jangan suka gampangin maksiat,”tegas Aa Gym.

“Yang Keempat, Tingkatkan Taat. Ketaatan yang penting untuk mendapatkan pertolongan Allah yaitu ketaatan dalam melaksanakan sholat. Kenapa Sholat? Karena sholat adalah inti dari zikir yang paling komplit. Kalau kita ingat pada Allah, maka Allah akan ingat kepada kita dalam wujud yang spesial. Diatur bagaimana caranya agar menjadi solusi,” jelas Aa Gym.

Sholat adalah dzikir dalam keadaan wudhu dan menghadap kiblat. Di dalam sholat itu komplit karena ada takbir, tahmid, tasbih, tahlil, syahadat, sholawat, surat al fatihah dan surat-surat di Al Quran. Di dalam sholat juga ada sujud, saat manusia dekat dengan Allah, doa di antara sujud. “Udah sujud, do’a di antara sujud dan sujud kembali. Dan doa adalah saripatinya ibadah. Makanya kalau sholatnya bagus akan mendapatkan yang terbaik,” imbuhnya.

Yang Kelima, Tebar Manfaat. Allah akan selalu menolong kepada orang yang suka menolong. Dimana saja kita harus suka menolong, bisa jadi karena itu menghapus dosa,” jelasnya. Dalam melakukan pertolongan yang perlu dilakukan adalah lakukan dan lupakan. Jangan berharap apapun dari pertolongan yang telah dilakukan. Kalau kita berharap dari makhluk maka akan mengurangi berkah dari Allah. “Lillahi ta’ala.InsyaAllah Allah yang akan mengurus seluruh urusan kita,” pungkasnya.

Foto-foto terkait kilasperistiwa :

  • Media Sosial Kami :