Mendorong Investasi Hulu Migas


Sumber : Okezone.com, 31 Januari 2017 Diunggah : 1 Februari 2017 Update : 1 Februari 2017, jam 14:15 Dibaca : 344 kali

Di tengah ancaman krisis energi, dibutuhkan solusi yang bisa menarik investasi hulu migas Indonesia. Industri hulu minyak dan gas bumi (migas) Indonesia dibayangi-bayangi berbagai masalah yang menyebabkan investasi sektor hulu migas tidak bergairah, khususnya untuk eksplorasi. Tanpa eksplorasi, cadangan minyak nasional tidak akan cukup memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang. Persoalan ini mengancam kemandirian energi nasional dalam jangka panjang. 

Lesunya investasi hulu migas terlihat dari minimnya aktivitas di sektor ini. Menurut data SKK Migas, dari target 67 sumur eksplorasi, hanya tercapai 43 sumur eksplorasi di akhir tahun. Mjnat investor terhadap wilayah kerja migas juga sangat minim. Pada 2015, ada delapan wilayah kerja migas yang dilelang, tapi hanya dua perusahaan yang berminat. Itu pun tidak lulus karena penawaran yang jauh di bawah persyaratan. 

Akibatnya, rasio penggantian cadangan [reserve-replacement ratio/RRR) migas nasional di level memprihatinkan. Menurut catatan Wood Mackenzie, energy think tank 

Asia-Pacific Research, RRR Indonesia di bawah 50 persen dari seharusnya minimal sama dengan 100 persen. Bandingkan dengan RRR negara tetangga, seperti Vietnam, Malaysia, dan Australia, yang di atas 100 persen. Ada urgensi untuk bisa menggerakkan investasi supaya RRR Indonesia minimal setara 100 persen. 

Agar kembali bergeliat, investasi hulu migas butuh penyegaran, misalnya promosi, pemberian insentif, reformasi peraturan dan kebijakan fiskal, penyederhanaan izin, serta memastikan dukungan pemerintah atas kepastian usaha hulu migas. 

Pemerintah dan DPR serta kalangan industri saat ini sedang menggodok skema bagi hasil migas baru. Ada pula pemanis penghapusan kewajiban pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), juga sedang direncanakan penghapusan pajak impor barang, pajak peralatan operasional, dan penghitungan ulang beban biaya operasional (cost recovery). Namun semua insentif ini tidak boleh mengganggu penerimaan negara secara jangka panjang. 

Ada beberapa poin yang akan dielaborasi dalam diskusi ini, antara lain evaluasi capaian dan tantangan di sektor hulu migas 2016, benchmarking skema kerja sama dan insentif untuk industri hulu migas di negara-negara lain, poin-poin krusial perbaikan untuk menggerakkan investasi hulu migas di 2017, serta rekomendasi solusi untuk kembali on track RRR 100 persen

  • Media Sosial Kami :