Kelola Patimban, Pelindo II Cari Mitra dari Jepang


Sumber : Koran Tempo, 25 Januari 2017 Diunggah : 26 Januari 2017 Update : 26 Januari 2017, jam 20:16 Dibaca : 400 kali

Perusahaan akan memilih korporasi yang punya kemampuan, pasar dan pengalaman. 

JAKARTA - Pengelola pelabuhan terbesar di Indonesia, PT Pelindo II (Persero), mulai menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang untuk menjadi mitra operator pelabuhan internasional Patimban. Direktur Utama Pelindo II Elvyn G. Masassya mengaku telah berbicara dengan beberapa perusahaan besar Jepang. "Perusahaan besar semua," kata Elvyn kepada Tempo, kemarin. 

Menurut Elvyn, pemerintah Jepang tidak menetapkan Pelindo II harus bekerja sama dengan perusahaan mana. Ia memastikan Pelindo II akan memilih perusahaan yang punya kemampuan, pasar, dan pengalaman dalam mengelola pelabuhan. "Pertimbangannya tetap business to business." 

Pekan lalu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan salah satu perusahaan Jepang yang ingin bekerja sama dengan PelindoIIadaiah Mitsubishi. Anak usaha Mitsubishi Group, Mitsubishi Heavy 

Industries, Ltd, memegang sebagian besar saham di Nippon Yusen Kabushiki Kaisha (NYK Line). "Ada Mitsubishi dan beberapa perusahaan," Luhut menambahkan. 

Pemerintah sudah berencana menunjuk PT Pelindo II (Persero) sebagai operator Patimban. Pelindo EI nantinya bakal berkongsi dengan perusahaan swasta Jepang. Hal itu merupakan salah satu syarat pinjaman Jepang untuk membiayai megaproyek Patimban senilaiRp42 trili un tersebut. Namun, menurut Luhut, Presiden Joko Widodo menginginkan perusahaan swasta nasional bisa ikut. "Presiden ingin pengusaha Indonesia masuk. Jangan semua BUMN." 

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Laut, TonnyBudiono,penunjukan Pelindo II akan dituangkan dalam peraturan presiden. Bulan ini, pemerintah akan menentukan siapa operator Patimban. Sementara itu, Elvyn mengakui Pelindo II telah mengajukan diri untuk menjadi operator. 

Representatif Senior Japan International Cooperation Agency (JICA) untuk Indonesia, Hiromichi Muraoka, mengaku belum tahu. perusahaan Jepang mana yang tertarik berkongsi dengan Pelindo II. Menurut Muraoka, perusahaan Jepang perlu mengetaftufpasti ketentuan rinci dalam perjanjian pinjaman antara Jepangdan Indonesia. "Jika mungkin banyak perusahaan kami menunjukkan minat, mereka belum tahu ketentuan konsesinya," kata Muraoka, Senin lalu. 

Mengenai pembiayaan proyek, menurut Muraoka, Jepang masih menunggu izin lingkungan proyek Patimban rampung. 

Setelah itu, Jepang meminta Indonesia segera mengirimkan permintaan resmi pinjaman. "Kalau tidak, kita tidak bisa menyimpulkan perjanjian pinjaman." 

Tonny mengatakan izin lingkungan proyek ditargetkan beres akhir Februari. Setelah itu, Kementerian Keuangan akan mengirimkan permintaan resmi pinjaman kepada Jepang. 

Elvyn mengatakan Pelindo H ingin menjadikan Patimban sebagai penunjang Pelabuhan Tanjung Priok dan NPCT1 Kalibaru yang mereka kelola. 

Khairul Anam  

 

  • Media Sosial Kami :