KPKNL PALOPO SOSIALISASI PERATURAN PMK NO.27/PMK.06/2016

Upaya Meminimalisasi Kesalahan dalam Pelaksanaan Lelang


Diunggah oleh : Muhammad Noor Akhmad Tanggal : 3 Juni 2016 Update : 6 Juni 2016, pukul 12:31 Dibaca : 1.274 kali
Upaya Meminimalisasi Kesalahan dalam Pelaksanaan Lelang

Palopo - KPKNL Palopo mengadakan Sosialisasi Pelaksanaan Lelang Hak Tanggungan dan Fidusia sesuai PMK No.27/PMK.06/2016 di Wilayah Kerja KPKNL Palopo pada hari Kamis tanggal 02 Juni 2016 bertempat di Ruang Aula KPP Pratama Palopo Jalan Andi Kambo No.55 Kota Palopo yang dihadiri oleh perwakilan dari satker Perbankan yang ada di wilayah kerja KPKNL Palopo.  Sosialisasi ini, diawali dengan sambutan Plh.Kepala KPKNL Palopo Lobo, yang menyampaikan bahwa Lelang Hak Tanggungan sudah lama dilaksanakan namun masih sering terjadi kesalahan dalam pelaksanaannya, seperti uang jaminan penawaran lelang tidak sesuai dengan pengumuman, pengumuman lelang tidak valid, berkas tidak lengkap dll. Sedangkan untuk lelang Fidusia syarat utama adalah fisik barang harus dikuasai oleh penjual.

Sosialisasi ini dibagi dalam 2 (dua) sesi. Sesi pertama dibawakan oleh Kepala Seksi Pelayanan Lelang Asim. Pada sesi ini Asim menjelaskan bahwa prinsip lelang dan jenis lelang yaitu setiap pelaksanaan lelang harus dilakukan oleh dan/atau dihadapan Pejabat Lelang, Lelang dilaksanakan walaupun hanya diikuti oleh 1 (satu) orang peserta lelang sedangkan untuk Jenis Lelang terdiri atas Lelang Eksekusi, Lelang Non Eksekusi Wajib dan Lelang Non Eksekusi Sukarela. Syarat-syarat Permohonan Lelang adalah Penjual mengajukan permohonan lelang secara tertulis disertai dokumen persyaratan lelang untuk meminta jadwal pelaksanaan lelang, dalam hal sebelum pelaksanaan lelang objek Hak Tanggungan terdapat gugatan dari pihak lain selain debitur/tereksekusi suami atau istri yang terkait kepemilikan lelang Eksekusi HT tidak dapat dilaksanakan. Selain itu Asim juga menjelaskan Penjual bertanggung jawab terhadap Keabsahan kepemilikan barang, Keabsahan dokumen persyaratan lelang, Penyerahan barang bergerak dan/atau barang tidak bergerak, Penyerahan dokumen kepemilikan kepada pembeli, Penetapan nilai limit, Penjual menentukan cara penawaran lelang dengan mencantumkan dalam pengumuman lelang dll. Tempat Pelaksanaan Lelang harus di wilayah kerja KPKNL tempat barang berada dan waktu pelaksanaan lelang ditetapkan oleh Kepala KPKNL dan pelaksanaan lelang dilakukan pada jam dan hari kerja KPKNL.

Untuk sesi kedua dibawakan oleh staf Seksi Pelayanan Lelang Markus Lanteng, tentang tata cara Pelaksanaan Lelang e-Auction. Markus menjelaskan bahwa Lelang e-Auction merupakan salah satu jenis penawaran lelang melalui aplikasi berbasis internet dengan alamat browser : http//:www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id. Metode Penawaran terdiri dari lelang email (closed bidding) dan lelang internet (open bidding). e-Auction dapat dilaksanakan untuk lelang eksekusi, lelang non eksekusi wajib dan lelang non eksekusi sukarela. Manfaat e-Auction sebagai transformasi pelayanan lelang menjadi sederhana (proses bisnis), pelayanan mudah dan orientasi mengurangi beban biaya/waktu peserta lelang untuk hadir, adil bagi peserta lelang, pemilik barang, penjual, meningkatkan kemitraan dengan perbankan, dan partisipasi masyarakat luas, modernisasi pelayanan yang lebih transparan, akuntabel dan responsif berbasis IT dan Peningkatan penerimaan Negara (PNBP/Pajak). Keunggulannya Peserta dapat menawar dari mana saja (tanpa biaya untuk hadir), mudah, cepat (penawaran hitungan detik), cepat pengembalian uang jaminan, tidak ada penambahan biaya transaksi, peserta menawar dengan kemampuan sebenarnya dan mengajukan penawaran bebas tanpa tekanan/aman serta harga lelang yang optimal memberikan keadilan kepada penjual, pemilik barang, pembeli dan negara.

Para peserta sosialiasi sangat antusias dan menyambut baik dengan adanya sosialisasi ini. Terbukti banyak pertanyaan yang dilontarkan para peserta. Mereka juga berharap acara seperti ini bisa dilakukan minimal setiap tahun dan berkelanjutan. Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini satker Perbankan dapat lebih memahami/mengetahui tata cara pelaksanaan lelang maupun prosedur lelang lewat internet agar kedepan tidak terjadi kesalahan yang sama.

Foto-foto terkait berita :

  • Media Sosial Kami :