IN HOUSE TRAINING/LOKAKARYA KPKNL JAKARTA I

Terbang ke Kota Impian, DJKN


Diunggah oleh : Agus Widayat Tanggal : 2 Juni 2016 Update : 3 Juni 2016, pukul 09:42 Dibaca : 1.280 kali
Terbang ke Kota Impian, DJKN

Jakarta - Seluruh pegawai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jakarta I dibawa menikmati penerbangan bersama pesawat terbang Seulawah. Aset negara berupa pesawat angkut pertama milik Indonesia yang dibeli dari uang sumbangan rakyat Aceh semasa mempertahankan kemerdekaan dahulu. Pesawat akan diterbangkan menuju ke kota impian yang bernama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Ilustrasi tersebut disampaikan oleh Muhadi Prabowo, Widyaiswara Ahli Madya pada Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (PPSDM BPPK) selaku narasumber utama pada acara In House Training (IHT)/Lokakarya Peningkatan Soft Competency Pegawai KPKNL Jakarta I di Jakarta pada Kamis 2 Juni 2016.

Kegiatan ini merupakan program yang diusung oleh Sekretariat DJKN bekerja sama dengan PPSDM BPPK. Diselenggarakan di 70 KPKNL seluruh Indonesia. Bertujuan untuk meningkatkan soft competency yang bermuara pada peningkatan kinerja dan semakin handalnya pegawai DJKN khususnya di KPKNL sebagai garda terdepan pelayanan. Pada kesempatan ini KPKNL Jakarta I menjadi kantor ke-13 yang melaksanakan kegiatan tersebut.

Andi Pardede, Kepala KPKNL Jakarta I menyambut baik acara tersebut dan berharap seluruh pegawai terlibat aktif dan mengambil hikmah serta mengaplikasikan dalam pelaksanaan tugas sehari hari. Ia juga mengingatkan agar setiap pegawai selalu memegang teguh dan menerapkan Nilai-Nilai Kementerian Keuangan kapan dan dimana pun.  

"Bapak dan Ibu sekalian ingin DJKN menjadi seperti apa?”tanya narasumber yang memerankan sebagai pilot kepada seluruh peserta IHT saat memulai paparannya. Untuk DJKN yang lebih kuat dan baik memerlukan SDM yang mempunyai karakter pribadi unggul ungkapnya lebih lanjut. Terdapat 5 kepribadian yang harus dimiliki setiap pegawai untuk menjadi pribadi yang berkarakter unggul, yaitu integritas, cara berkomunikasi, etiket di kantor, motivasi dan kerjasama atau team work.

"Pesawat akan saya bawa ke lima tempat tersebut sebelum ke tujuan utama yaitu DJKN yang lebih kuat dan baik lagi" ajak sang pilot sambil memulai training games dan diskusi kecil untuk membawa peserta lebih memahami materi IHT. Games pertama dinamakan ranjau darat. Dengan mata tertutup peserta harus melewati jalan penuh ranjau dengan aba-aba dari seorang pemimpin kelompok. Nilai yang dapat diambil dari permainan tersebut adalah terkait integritas. Tata tertib, SOP dan norma- norma perlu ditaati. Integritas dibangun dari diri sendiri dan lingkungan. Adanya pelanggaran akan berakibat tidak baik bagi kantor oleh karena itu pemimpin harus dapat menuntun dan mengarahkan seluruh anggota sesuai porsinya.

Games kedua adalah pesan berantai. Pemahaman orang yang berbeda-beda kadang membuat pesan menjadi bias. Pesan harus disampaikan dengan jelas. Jika perlu diulang. Agar pesan dapat sampai dengan tepat. Selanjutnya peserta diajak berdiskusi terkait etiket kerja yaitu bagaimana berperilaku baik di kantor agar pelayanan ke pengguna jasa makin baik. Diawali dengan pemutaran video singkat sebagai bahan diskusi.

Memasuki games keempat adalah membuat menara dari baut dengan alat bantu sumpit. Disini terdapat kelompok yang sudah selesai membagun menara karena ingin membuat menara itu lebih tinggi malah akhirnya ambruk dan tidak selesai. Nilai yang didapat adalah semua pegawai mempunyai motivasi untuk melaksanakan tugas lebih baik tetapi harus memperhitungkan faktor lain agar kinerja menjadi efisien dan efektif.

Terakhir peserta ditantang untuk menulis tag line DJKN sebagai Revenue Center menggunakan spidol yang diikat dengan tali. Hal ini untuk mengukur tingkat kerjasama tiap kelompok sehingga dapat menuliskan tag line tersebut dengan cepat dan jelas. Setiap pemenang dalam games diatas mendapatkan tiket yang diakhir acara harus disusun bersama-sama membentuk sebuah gambar tertentu. Peserta yang tadi bersaing dalam kelompok dituntut bersatu dan merelakan tiket yang diperoleh dijadikan satu menjadi gambar yang utuh. Peserta diajarkan bekerja kompak dalam satu kelompok yang lebih besar.

Acara ditutup oleh Kepala KPKNL Jakarta I Andi Pardede dengan menyampaikan agar apa yang diperoleh hari ini benar-benar diterapkan sehingga dapat mendukung tugas-tugas di DJKN terutama menindaklanjuti arahan pimpinan terkait perubahan paradigma dari administrator aset menjadi manajer aset menuju DJKN sebagai Revenue Center. Salam Satu Untuk DJKN Untuk Indonesia. (Teks/Foto:@wD)

 

  • Media Sosial Kami :